BBCIndonesia.com
  • Bantuan
Diperbaharui pada: 29 Januari, 2009 - Published 23:12 GMT
Email kepada temanVersi cetak
Rantai Kemiskinan

Keluarga penarik becak, Supadi, tinggal di atas tanah pinjaman
Keluarga penarik becak, Supadi, tinggal di atas tanah pinjaman
Deputi Menteri Bidang Evaluasi Kinerja Pembangunan, Bappenas, Bambang Widianto mengatakan rantai kemiskinan yang menjerat puluhan juta penduduk Indonesia bisa diputus.

Caranya, kata Bambang Widianto, adalah melalui jalur pendidikan dan kesehatan.

"Program-program kita, Program Keluara Harapan dan juga program-program lainnya yang berkaitan dengan Kesra, mencoba memutus rantai itu," kata Bambang.

Ekonom Bank Dunia di Jakarta, Vivi Alatas juga meyakini pendidikan merupakan kunci utama untuk mematahkan rantai kemiskinan, hanya saja, tidak cukup dengan pendidikan dasar.

Adapun, faktor lain adalah tekad pemerintah maupun warga miskin, kata Kepala Pusat Studi Perubahan Sosial, Universitas Nusa Cendana, Kupang Yanuarius Koli Bau yang mengaku telah mengunjungi 511 desa selama 17 tahun terakhir.

Potret lingkaran

Di kompleks perumahan Sidosermo, Surabaya sebuah rumah gubuk menempel pada tembok rumah di sebelahnya yang megah.

Di atas tanah pinjaman ini, satu keluarga yang memiliki delapan anak tinggal selama beberapa tahun terakhir. Kepala keluarga itu, Supadi, telah menarik becak selama 30 tahun.

Dia sendiri mengalami cacat kaki setelah disuntik karena sakit panas sewaktu bekerja di sebuah pabrik.

Dari segi pendidikan, anak-anak Supadi lebih maju karena ada yang tamat SMP dan setingkat SMA.

Adapun Supadi sendiri hanya jebolan kelas lima SD.

Keluarga tukang becak ini juga menerima beberapa bantuan kesejahteraan untuk rakyat miskin.

Anak-anak Supadi putus sekolah dan menikah dini, lalu lahirlah cucu-cucunya.

Peneliti lembaga penelitia SMERU, Sirodjuddin Arif, mengatakan mobilitas orang miskin tidak semata ditentukan oleh program pemerintah.

Bengkel timbangan Purwadi untuk menopang keluarga

"Namun juga terkait dengan situasi ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi, ketersediaan lapangan pekerjaan kemudian suasana yang aman dan mereka bebas berusaha itu besar peranannya terhadap gerakan orang keluar dari kemiskinan," tutur Sirodjuddin.

Nilai-nilai kekeluargaan

Di Bantul, DIY, keluarga Purwadi menggalang dana keluarga dengan menjual sepeda motor dan rumah sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan.

Mereka secara gotong royong mengumpulkan dana Rp 45.000.000 untuk membayar uang pelicin agar adik Purwadi diterima menjadi anggota kepolisian.

Purwadi menuturkan adiknya yang menjadi polisi itu kini bisa membantu adik bungsunya untuk kuliah.

Sukirno, pencetak bata merah, menuturkan anaknya turut miskin

Tidak seperti keluarga Purwadi, sanak keluarga dan nilai gotong royong tidak bisa dijadikan penopang lagi bagi Sukirno yang tinggal di Kepanjen, Malang, Jawa Timur, meski tamatan Sekolah Rakyat ini maksimal hanya bisa mengantongi dua puluh ribu rupiah per hari dari ratusan bata merah yang dicetaknya.

Nama
Kota/Negara
Email
Komentar anda
BBC mungkin mengedit komentar anda dan tidak menjamin semua akan diterbitkan
kemiskinanLaporan Khusus
Problematika Kemiskinan di Indonesia
kemiskinanDefinisi Kemiskinan
Apa arti kemiskinan dan berapa jumlah penduduk miskin?
kemiskinanSuara Orang Miskin
Apakah orang miskin mempunyai suara politik?
kemiskinanKetimpangan Sosial
Berapa besar jurang antara kaum papa dan golongan kaya?
kemiskinanProgram Kemiskinan
Program-program kemiskinan dan efektifitasnya
Berita utama saat ini
Email kepada temanVersi cetak
Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
BBC Copyright Logo^^ Kembali ke atas
Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
Bantuan | Privacy