BBCIndonesia.com
  • Bantuan
Diperbaharui pada: 28 Januari, 2009 - Published 20:19 GMT
Email kepada temanVersi cetak
Ketimpangan Sosial

Dua anak Monik yang makan siang "kosongan" atau nasi putih saja
Dua anak Monik yang makan siang "kosongan" atau nasi putih saja
Dua ibu rumah tangga masing-masing memiliki anggaran Rp 15.000 dan Rp 20.000 untuk berbelanja ke pasar, sementara ada seorang politisi yang mampu membeli buku hingga jutaan rupiah per bulan.

Dua ibu rumah tangga itu adalah Kristin dan Monik, warga Fatululi, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

"Kita punya uang pas-pasan untuk membeli bawang lombok, tomat, kangkung," tutur Kristin yang memiliki dua anak.

Adapun Monik hanya membeli kangkung dan tomat. Sisa uang belanja itu digunakan untuk ongkos transportasi anaknya ke sekolah. Dia menambahkan belanja ke pasar paling sering dua atau tiga kali sebulan.

Mereka mengaku jarang membeli lauk pauk karena memang tidak ada uang.

"Tahu toh kami makan itu dengan ukuran dua-tiga gelas beras per hari untuk lima orang," kata Monik.

Ketua DPRD Jawa Timur, Fathor Rasjid mungkin lebih beruntung.

Politisi ini sekarang mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI dari Partai PKNU, setelah menjadi wakil rakyat dua kali masa jabatan dari PKB.

Sebelum menjadi anggota DPRD, Fathor Rasjid adalah seorang guru.

"Dunia politik rasanya pas. Ada mirip-mirip dengan unsur yaitu unsur yang mencerdaskan banyak orang. Bedanyakalau politisi mungkin sering terima komisi, kalau guru tidak ada komisinya barangkali," kata Fathor.

Dari penghasilan sebagai wakil rakyat dan usaha SPBU, dia bisa membeli buku hingga jutaan rupiah per bulan.

Selain itu, politisi ini juga menampung sekitar 100 anak yatim yang segala keperluannya ditanggung.

Survei

Kisah ketua DPRD Jawa Timur, Fathor Rasjid dan dua ibu rumah tangga di Nusa Tenggara Timur di bagian awal tadi mungkin bisa digunakan untuk menggambarkan jurang antara kaum papa dan kaum kaya.

Meja dapur ibu Monik di Kupang

Koordinator Konsorsium Kemiskinan Kota, Wardah Hafidz mengatakan ketimpangan sosial di Indonesia saat ini sangat lebar.

Akan tetapi berdasarkan survei, kata kepala divisi analisa statistik, Badan Pusat Statistik, Kecuk Suhariyanto, ketimpangan sosial di Indonesia kecil.

"Posisi Indonesia saat ini sekitar 0,37. Ada ketimpangan tetapi boleh diklasifikasikan masih rendah," jelas Kecuk.

Bagaimanapun, survei BPS ini kesulitan menjangkau rumah tangga yang berada di garis paling atas.

Artinya, ada lapisan masyarakat paling kaya yang tidak terekam dalam survei.

Saat ini pendapatan per kapita penduduk Indonesia sekitar $ 2.000 atau sekitar Rp22.000.000.

Tim ahli Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan, Universitas Gadjah Mada, Arie Sujito berpendapat, angka hasil rata-rata pendapatan orang miskin yang dominan dan orang kaya yang segelintir ini, tidak menyebar.

Nama
Kota/Negara
Email
Komentar anda
BBC mungkin mengedit komentar anda dan tidak menjamin semua akan diterbitkan
kemiskinanLaporan Khusus
Problematika Kemiskinan di Indonesia
kemiskinanDefinisi Kemiskinan
Apa arti kemiskinan dan berapa jumlah penduduk miskin?
kemiskinanSuara Orang Miskin
Apakah orang miskin mempunyai suara politik?
kemiskinanRantai Kemiskinan
Bagaimana caranya memutus rantai kemiskinan?
kemiskinanProgram Kemiskinan
Program-program kemiskinan dan efektifitasnya
Berita utama saat ini
Email kepada temanVersi cetak
Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
BBC Copyright Logo^^ Kembali ke atas
Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
Bantuan | Privacy