Menikmati keramahan khas Kuba di losmen Havana

Casa particular alias losmen di Havana, Kuba.

Sumber gambar, Dan Convey

Keterangan gambar, Casa particular alias losmen di Havana, Kuba.

Begitu tiba di Bandara Jose Marti, Kuba, saya langsung dijemput sebuah taksi yang parkir di ruas jalan penuh dengan puing dan lubang menganga. Pembangunan jalan, sebagaimana yang saya lihat dari kursi penumpang setelah taksi meluncur, adalah pemandangan yang umum di kawasan Old Havana.

Lo siento (Mohon maaf). Anda harus jalan dari sini,”ujar sang supir taksi, begitu kendaraan yang disetirnya menepi di jalan dekat lokasi yang dituju.

Saya berterima kasih dan menyeret koper di sepanjang jalan berdebu dan berlubang yang hanya diterangi beberapa lampu usang nan remang. Rumah-rumah tua dan bobrok yang dulunya kediaman megah berjajar di kedua sisi jalan. Pintu beberapa rumah terbuka lebar dan suara music reggae terdengar nyaring dari dalam.

Saya memastikan lagi alamat yang saya ingin tuju di tangan dan berjalan menghampiri sebuah rumah bercat hijau mint. Setelah membunyikan bel, beberapa menit kemudian pintu rumah terbentang.

Hola, soy Kike (Halo, saya Kike). Selamat datang, saya sudah menunggu Anda.”

Tuan rumah saya adalah seorang pria gemuk, mudah senyum, yang mengenakan celana pendek dan memakai sandal jepit. Saya datang lewat tengah malam dan saya merasa tidak enak. Namun, Kike sepertinya tidak merasa keberatan. “Jangan khawatir, saya sudah terbiasa. Saya sudah lama melakukan hal ini,” katanya.

Saya lalu mengikutinya ke bagian atas rumah. Ruang tamunya nyaman, lantainya marmer yang sudah dipoles, dan balkonnya bergaya kolonial dengan pemandangan ke arah jalanan berlubang.

Ciri khas bagian depan apartemen di Havana, Kuba.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Ciri khas bagian depan apartemen di Havana, Kuba.

Dia memperlihatkan sebuah kamar bercat merah mawar dengan hiasan plester di bagian plafon dan dinding. Ruangan ini memiliki mebel yang sederhana, namun memuat segala fasilitas yang saya perlukan, yakni kamar mandi dengan air panas dan dingin, penyejuk udara, kulkas mini, dan brankas.

Tatkala saya pertama kali berkunjung ke Kuba pada 2012, sangat sulit memesan casa particular (losmen) seperti ini dari jauh hari. Sebagian besar tempat penginapan adalah kamar di dalam rumah warga. Itupun jarang ada yang bisa dipesan secara daring lantaran kebanyakan warga Kuba tidak punya koneksi internet. Menelepon guna memesan dalam bahasa Spanyol adalah satu-satunya cara.

Memang lebih mudah untuk menginap di hotel internasional atau milik pemerintah yang memiliki sistem pemesanan daring. Namun, jika menginap di tempat seperti itu, peluang untuk memahami budaya lokal dan cara hidup warga setempat amat minim.

Akan tetapi, ketika saya datang baru-baru ini, situasinya telah berubah. Pada 2014, pemerintah Kuba menerapkan undang-undang yang membolehkan warga Kuba menyewakan apartemen atau rumah mereka kepada para pelancong sehingga turis bisa mendapat beraneka ragam tempat penginapan.

Pemerintah Kuba juga memberi keleluasaan bagi pihak ketiga untuk menjalankan laman pemesanan penginapan, seperti Cuba casa Particular Association, sehingga pemilik rumah mendapat cara baru dalam memasarkan apartemen atau rumah mereka.

Bahkan, pada April 2015, Airbnb mulai beroperasi sehingga para pelancong mancanegara bisa memesan dan membayar beragam akomodasi di Kuba secara daring. Hal ini tentu akan memudahkan wisatawan, khususnya yang berasal dari Amerika Serikat, mengingat pemerintah AS baru menormalisasi hubungan dengan Kuba.

Seorang penjual kacang menjajakan dagangannya sembari bernyanyi.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Seorang penjual kacang menjajakan dagangannya sembari bernyanyi.

“Apakah mudah mendirikan casa particular?” tanya saya kepada Kike selagi kami duduk nyaman di ruang tamu.

“Mudah?” Kike bertanya balik ke saya sembari menolehkan kepalanya. “Ya, mudah. Yang sulit adalah mengelolanya. Karena dengan adanya penjatahan dan pembatasan, hal-hal sepele kadangkala sulit diperoleh, seperti tisu toilet. Saat saya melihat sebuah toko punya banyak pasokan tisu, saya langsung membeli sebanyak mungkin. Bahkan sabun kini sulit diperoleh sehingga kami berhenti menyediakannya untuk tamu,” papar Kike.

Meski ada kendala sepele seperti itu, losmen-losmen di Kuba pada umumnya menyediakan layanan yang lebih tepercaya ketimbang hotel milik pemerintah. Walau tidak tampak megah dan tanpa sokongan banyak fasilitas, losmen-losmen di Kuba biasanya sangat bersih dan pelayanannya mumpuni.

Kelebihan losmen ialah pelancong bisa melihat dari dekat budaya lokal melalui tuan rumah. Pelancong juga memperoleh kesempatan menikmati masakan rumah khas Kuba dan Creole, semisal morros y cristianos (nasi dan kacang hitam) atau ropa vieja (daging cincang dengan saus tomas Creole nan pedas).

Keunggulan losmen lainnya ialah faktor harga. Losmen jauh lebih murah daripada hotel yang tarifnya berkisar 100 peso Kuba semalam. Bandingkan dengan tarif menginap casa particular alias losmen yang mencapai 20 hingga 40 peso Kuba semalam.

Kike menyewakan empat kamar di losmennya dan memperkerjakan seorang juru masak untuk menyiapkan sarapan tiap pagi untuk para tamu. Saat saya menginap di sana, saya disediakan hidangan besar berisi sepiring buah-buahan segar, kopi, jus buah, telur, dan roti.

Makanan rumahan yang disediakan di losmen.

Sumber gambar, Dan Convey

Keterangan gambar, Makanan rumahan yang disediakan di losmen.

Kike bahkan menaruh menu minuman di setiap kamar sehingga tamu bisa memesan mojito ala Kuba yang tersohor dan daiquiri kapanpun mereka mau. Bagi Kike, ini lebih dari sekadar menyewakan kamar, tapi juga penghidupannya.

Beberapa hari kemudian, saya pindah ke losmen lain di Vedado, sebuah kawasan permukiman di bagian selatan Malecon, tepi pantai Havana. Di sini, kedua sisi jalan-jalannya dipenuhi pohon rindang dan kediaman besar yang mau ambruk.

Kami menepi di sebuah rumah megah bercat kuning lemon dan dihiasi tiang-tiang Corinthian dan balkon-balkon luas. Di dalam rumah tersebut, banyak terdapat mebel antik dan lampu kaca berwarna-warni

Tuan rumah kami adalah pasangan suami istri, Orlando dan Mirna. Tinggal bersama mereka sudah seperti keluarga sendiri. Anak-anak mereka akan membantu menyiapkan sarapan sebelum berangkat kuliah, begitu pula Orlando yang hendak berangkat kerja.

Orlando bekerja sebagai dokter hewan di klinik setempat. Namun, karena dia hanya memperoleh 20 peso Kuba setiap bulan, dia dan istrinya menyiasatinya dengan menyewakan dua kamar di rumah mereka.

Bersantai dengan duduk di balkon sebuah losmen.

Sumber gambar, Dan Convey

Keterangan gambar, Bersantai dengan duduk di balkon sebuah losmen.

Suatu saat, saya sampai di rumah mereka sehabis berjalan-jalan keliling kota. Oli, putra Orlando dan Mirna, ada di sofa menatap layar komputer. Kami kemudian duduk di balkon dan berbincang soal tempat-tempat pagelaran musik di Havana.

Saya memang bukan anggota keluarga mereka mengingat saya selalu dilayani. Namun, selama waktu yang singkat itu, saya benar-benar merasakan pengalaman hidup sebagai warga Kuba.

<italic>Anda bisa membaca artikel ini dalam versi bahasa Inggris berjudul</italic><link type="page"><caption> Havana's homestays get easier to find</caption><url href="http://www.bbc.com/travel/story/20150624-havana-homestays-get-easier-to-find" platform="highweb"/></link><italic>pada</italic><link type="page"><caption> BBC Travel</caption><url href="http://www.bbc.com/travel" platform="highweb"/></link>.