Satu di antara lima ekor harimau Amur terancam diburu

Harimau Siberia

Sumber gambar, Tambako The Jaguar CC by 2.0

Keterangan gambar, Perburuan mengancam masa depan kucing paling besar di dunia.

Ada hal-hal yang tampak tidak berubah. Dan mungkin yang menyedihkan, hal tersebut tampaknya benar bagi masa depan kucing terbesar di dunia, Amur atau harimau Siberia.

Penelitian yang dilakukan oleh ahli-ahli di Amerika Serikat dan Rusia menyimpulkan bahwa setiap tahun, 17% sampai 19% populasi harimau Amur yang tersisa saat ini menjadi sasaran perburuan.

Persentase tersebut belum pernah berubah sejak 2005 sehingga semakin membuat terjepit harimau-harimau Amur yang jumlahnya tinggal sedikit di Rusia Timur Jauh.

Populasi yang rentan

Di awal Abad ke-20, sembilan subspesies harimau hidup. Jumlah harimau di dunia saat itu tercatat lebih dari 100.000 ekor.

Sejak saat itu, ulah manusia membuat tiga subspesies; harimau Jawa, harimau Bali punah dan harimau Kaspia, dan jumlah harimau sekarang turun menjadi sekitar 2.000 harimau dewasa di lingkungan alam atau bahkan kurang dari angka itu.

Seluruh spesies harimau terancam punah. Keadaan itu khususnya benar adanya di Rusia yang ditempati subspesies terbesar, harimau Amur.

Jumlah harimau dewasa yang tersisa diperkirakan sekitar 360 ekor dari jumlah keseluruhan sekitar 500 ekor.

Harimau Siberia

Sumber gambar, Tambako The Jaguar CC by 2.0

Keterangan gambar, Penyakit mungkin menjadi ancaman bagi harimau Amur.

Di satu sisi, perkembangan itu positif; di Rusia, harimau mengalami pemulihan menakjubkan sejak 1930-an, ketika populasinya hanya 20 hingga 30 ekor pada saat itu.

Namun jumlah populasi harimau yang tinggal sekitar 500 ekor itu sangat rentan terhadap perburuan.

Populasi sedikit juga kemungkinan rentan secara genetik terhadap ancaman-ancaman seperti penyakit, dan kesehatan genetik harimau Amur belum membaik setelah populasi bertambah.

Demikian analisis yang diterbitkan pada 2009 di Molecular Ecology.

Melacak harimau

Cara terbaik untuk mengetahui panjang umur harimau dan penyebab kematiannya adalah mengindentifikasi dan melacak harimau ekor per ekor, kata Hugh Robinson.

Ia dan kolega-koleganya bekerja di di Panthera,org, lembaga amal untuk konservasi harimau, dan lain-lainnya di Masyarakat Konservasi Dunia yang berkantor di New York, Amerika Serikat.

Mereka juga menggandeng Akademi Ilmu Sains Rusia di Vladivostok untuk meneliti harimau.

Dalam kajian terbaru, diterbitkan di jurnal Integrative Zoology, mereka meneliti ulang data yang didapat dari harimau berkalung yang dilacak antara tahun 1992 dan 2004, dan juga data baru yang dikumpulkan antara tahun 2005 dan 2012.

Mereka melacak 57 harimau, 27 harimau jantan dan 30 harimau betina. Sebagian dari harimau itu dipantau selama lebih dari 12 tahun dengan mencatat jumlah kematian, termasuk kematian alami dan kematian karena sebab-sebab yang tidak diketahui.

Penelitian juga mengidentifikasi ancaman lain terhadap harimau, penyakit yang disebut Canine Distemper Virus (CDV), suatu patogen yang membinasakan populasi binatang-binatang karnivora di tempat lain.

Pada tahun 1990-an, sepertiga singa yang hidup di Serengeti, Afrika mati dalam tempo delapan bulan setelah wabah CDV, yang juga menyerang anjing liar Afrika dan semua dari tiga spesies lynx, semacam kucing liar.

Virus, yang tidak ditemukan di tubuh harimau Siberia sebelum tahun 2000, dewasa ini mungkin menyumbang 5% kematian populasi harimau per tahun.

Amur

Sumber gambar, Tambako The Jaguar CC by 2.0

Keterangan gambar, Kurang dari 500 ekor harimau Amur tinggal di alam bebas.

Namun perburuan tetap menjadi ancaman utama dengan proporsi satu di antara lima ekor harimau Amur mati diburu per tahun. Praktik itu mungkin menjadi penyebab mengapa populasi hariamu Siberia ini tidak berkembang.

"Penemuan kami menandaskan kembali seruan ... untuk memusatkan perhatian pada kematian akibat ulang manusia di seluruh Asia," tulis tim ilmuwan dalam laporan mereka.

<italic>Tulisan dalam bahasa Inggris artikel ini, <link type="page"><caption> One in five Amur tigers poached</caption><url href="http://www.bbc.com/earth/story/20150618-one-in-five-amur-tigers-poached" platform="highweb"/></link>, dapat Anda baca di <link type="page"><caption> BBC Earth</caption><url href="http://www.bbc.com/earth/uk" platform="highweb"/></link>. </italic>