Film yang bisa Anda cium aromanya

film

Sumber gambar, dreamworks

Di tahun 1960, Bruce Kimmel, 12 tahun, menonton film di Ritz Theatre, Wilshire Boulevard, Los Angeles, Amerika Serikat.

Layar tersingkap, memperlihatkan seekor kupu-kupu terbang di udara sebelum hinggap di sebuah pohon persik. Bau manis buah persik kemudian tercium di seluruh bioskop.

"Saya benar-benar terpesona," ingat Kimmel yang sekarang beumur 67 tahun, dan terlibat dalam film Scent of Mystery. “Benar-benar membius.”

film

Sumber gambar, Redwind Productions

Keterangan gambar, Scent of Mystery bertujuan memberikan pengalaman seksual indra penciuman, termasuk bau laut.

Scent of Mystery menjanjikan kelahiran baru: zaman Smell-O-Vision atau gambar berbau. Film ini diiklankan lewat kata-kata: “Pada mulanya mereka bergerak (1895)! Lalu mereka bicara (1927)! Sekarang mereka menyebarkan bau-bauan!”

Film aksi yang ringan ini terjadi di Spanyol. Seorang fotografer yang sedang berlibur mengungkap rencana pembunuhan: dia kemudian melakukan pengejaran terhadap seorang wanita misterius yang penuh teka-teki (Elizabeth Taylor). Dia hanya bisa diidentifikasi sampai akhir cerita lewat parfumnya sementara musuhnya dari bau tembakau dari pipanya.

Tiga puluh bau, termasuk bau roti bakar dan anggur, dipompakan langsung ke kursi penonton lewat alat temuan Hans Laube, 'otak penciuman' (smell brain). Produser Hollywood Michael Todd Jr menyatakan," Saya berharap ini adalah jenis film yang mereka namakan sebagai scentsation!” (sensasi bau).

Tetapi film ini gagal di pasar.

Teknologinya tidak cukup canggih untuk mendongkrak jalan cerita yang lemah. Dari sejumlah wewangian yang disebarkan, ada sebagian yang membuat orang mual, dan juga otak penciuman ternyata mengganggu, karena suara yang berisik. Rencana memperkenalkan Smell-O-Vision di bioskop lain dibatalkan dan film Scent of Mystery tanpa bau diputar kembali dengan judul Holiday in Spain.

film

Sumber gambar, Redwind Productions

Keterangan gambar, Film Scent of Mystery tanpa bau diputar kembali dengan judul Holiday in Spain.

Maka Smell-O-Vision pun tamat riwayatnya.

Tetapi lebih setengah abad setelah pemutaran pertamanya, Scent of Mystery akan diputar kembali di Bradford, Inggris, dan kemudian di Denmark, seperti rencana sebelumnya, dengan hembusan bau di dalam bioskop.

"Saya ingin cara ini menjadi cara menarik perhatian orang kepada bau," kata produser dan penulis asal Sydney, Tammy Burnstock. “Ini adalah kesempatan untuk membangkitkan perhatian terhadap bioskop beraroma."

Aroma yang tertinggal

"Film ini tersimpan di gudang, yang merupakan momen penting dalam sejarah film yang disudutkan namun sekarang diungkapkan," kata pemugar film David Strohmaier, yang sama seperti orang lain dalam proyek ini bekerja sebagai sukarelawan.

"Kami menengok ke belakang. Kami melakukannya karena menyukainya, bukan untuk mendapatkan uang. Ini adalah penghormatan terhadap film kuno."

Burnstock pertamakali terpesona dengan Scent of Mystery setelah mewawancara sutradara Jack Cardiff di sebuah sekolah film pada tahun 1980-an. Film beraroma gagal karena sebagian besar bau yang tercium mirip 'parfum murahan'.

Untuk menghindari hal ini, mereka mementingkan aroma asli.

Jumlah bau dikurangi hampir setengahnya dari rencana semula dan 'aroma misterius' (yang dipakai karakter Taylor) diciptakan oleh pembuat parfum Italia, Antonio Gardoni. Sebagian sangat jelas, misalnya, bau pohon jeruk atau bedak tapi sebagian lagi adalah bau dasar yang digunakan untuk menciptakan keadaan tertentu, sama seperti cara bekerja musik di film.

Diantaranya adalah bau-bauan untuk adegan banteng Spanyol (keringat binatang, ketakutan, dan debu), masjid kuno dan angin laut. Bukannya bau ikan dan ganggang laut tetapi -dalam peristilahan film- suatu '"pengambilan gambar dari jauh' yaitu lewat bau halus dalam udara laut air asin.

Bau di layar sebenarnya bukan hal yang baru.

Percobaan pada abad yang lalu di antaranya berbentuk semprotan parfum dari langit-langit bioskop. Di tahun 1959, AromaRama, yang menyebarkan bau lewat sistem pendingin ruangan, diperkenalkan catatan perjalanan Behind the Great Wall, hanya beberapa minggu sebelum dipakainya Smell-O-Vision.

Meskipun demikian Scent of Mystery khusus ditulis disertai bau-bauan. Seperti misalnya seorang pengemudi taksi sedang menghirup kopi atau penonton mencium bau memabukkan brandy mengisyaratkan minuman saat bekerja.

Dalam sepuluh tahun terakhir terjadi perbaikan. Para ahli mengatakan teknologi canggih saat ini antara lain berbentuk 'pesan berbau' pada telepon genggam. Dan pada tahun 2013 para peneliti Jepang mengembangkan 'layar berbau' denga empat kipas angin menyebarkan bau dari sebuah paket kecil.

Melatih hidung

Tetapi bau tidaklah kekal.

Ahli biofisika, Luca Turin, penulis The Secret of Scent: Adventures in Perfume and the Science of Smell, memperingatkan," Anda tidak bisa berbohong terkait dengan bau. Jika sebuah film mewakili pasar ikan di Hong Kong, Anda harus mendapatkan bau yang tepat. Anda tidak bisa hanya menggunakan ikan busuk (lewat sistem udara) dan mengharapkan yang terbaik."

Turin yakin Smell-O-Vision tidak berhasil karena, berbeda dengan TV berwarna, bau tidak memiliki bau dasar yang dapat dicampur untuk menciptakan kombinasi tak terbatas.

"Anda tidak bisa menciptakan sejumlah bau seperti saat Anda menggunakan tiga warna primer," jelasnya. "Itulah masalah teknologi mendasarnya."

"Ini sangat menantang dan cukup mahal," kata Saskia Wilson-Brown dari Institute of Art and Olfaction di LA yang terlibat dalam Scent of Mystery. “Sekarang terdapat lebih banyak teknologi dan orang lebih memahami cara penggunaannya, tetapi sebenarnya bau-bauan masih dalam tahap percobaan."

Untuk menghemat -dan menarik penonton bioskop yang ingin mencari pengalaman langsung bersama- pemutaran film akan menekankan pentingnya keikutsertaan penonton. Di setiap kursi akan ditaruh sebuah kipas angin yang berisi ‘bau misterius' agar dapat dikipaskan oleh para penonton, dengan botol penyemprot akan bekerja pada saat-saat tertentu dan aktor dengan bau yang keras akan berjalan di dalam bioskop.

Yang sangat penting adalah urut-urutan bau yang disebarkan: wangi mawar misalnya harus dihembuskan sebelum bawang putih.

Di tahun 1960-an, para pengamat menuduh Smell-O-Vision sebagai sebuah tipuan. Sampai sekarang tetap sebuah 'tipuan' tapi tetap dipandang sebagai suatu strategi ambisius, kata Wilson-Brown.

"Tidak ada yang perlu dianggap memalukan. Jujur saja, jika film ini tentang pelecehan seksual di pedesaan Jerman, pasti tidak akan berhasil. Ini adalah film tentang seorang wanita seksi yang menggunakan parfum seksi dan seorang pria yang tergila-gila terhadapnya."

film

Sumber gambar, Dreamworks

Keterangan gambar, Perfume: The Story of a Murderer dipuji kritikus karena membangkitkan indra penciuman lewat gambar dan penyuntingan, bukannya lewat aroma kalengan.

Meskipun demikian tim juga mengharapkan munculnya hal-hal penting dari pemutaran perdana film, yaitu mereka ingin membuat bau menjadi lebih demokratis, dengan merenggutnya dari staf pemasaran yang elitis dan dari para ahli parfum untuk dikembalikan ke masyarakat.

Seni bau-bauan adalah sebuah 'bisnis yang sangat besar' kata Burnstock, kaena melibatkan semua hal mulai dari parfum bermerek mewah sampai ke barang rumah tangga.

"Kita dengan mudahnya dimanipulasi bau. Banyak hal yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang dan kemungkinan seharusnya memang seperti ini."

Aroma tidak dianggap penting -terutama di zaman visual yang terpaku pada internet. Adalah suatu hal yang menantang untuk dapat mengendalikan sesuatu yang abstrak demi seni.

"Bau lebih sulit dikendalikan dan sangat pribadi. Jika saya pernah diserang di lapangan lavender, maka (bau lavender) tidak akan menenangkan, namun justru akan menimbulkan trauma," kata Wilson-Brown.

Membawa bau-bauan ke masa depan sama dengan suatu pertanyaan metafisika. "Bagaimana anda membuat bau bagian dari suatu cerita tanpa menipu? Ini adalah masalah semantik dan menciptakan bahasa bersama dan arti bersama, adalah suatu hal yang sangat sulit."

Untuk saat ini, jangan mengharapkan bioskop Imax di tempat Anda akan mengeluarkan bau bunga daisy segar dari layar karena pasar umum parra penonton film masih sulit dijangkau.

Pemutaran Scent of Mystery terkait dengan sesuatu yang lebih khusus: untuk memberikan penghormatan yang seharusnya kepada sesuatu yang sebelumnya -dan sampai sekarang– merupakan sebuah ide berani yang memulai suatu dialog.

Seperti yang Turin tuliskan, "Anda harus mempercayai imajinasi orang -bukan hanya menyalurkan air. Ini tentang penambahan sentuhan puitis."

<italic>Versi bahasa Inggris tulisan ini bisa anda baca di<link type="page"><caption> The movie you can smell </caption><url href="http://www.bbc.com/culture/story/20151013-the-movie-you-can-smell" platform="highweb"/></link>di <link type="page"><caption> BBC Culture</caption><url href="http://www.bbc.com/culture" platform="highweb"/></link>.</italic>