Indonesia jadi Tamu Kehormatan di Frankfurt

Salman Rushdie

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Kehadiran Salman Rushdie di Pekan Buku Frankfurt diprotes oleh Iran.

Pekan Buku Frankfurt atau Frankfurt Book Fair, yang disebut terbesar di dunia, resmi dibuka dengan menghadirkan antara lain penulis terkenal Salman Ruhsdie, Selasa 13 Oktober.

Dalam pidatonya, Rushdie -yang mendapat ancaman pembunuhan karena novelnya Ayat-ayat Setan- mengatakan kebebasan mengungkapkan pendapat merupakan hak yang mendasar.

"Tanpa kebebasan mengungkapkan pendapat, maka semua kebebasan lainnya gagal," kata Rushdie kepada wartawan setelah pidato pembukaan Pekan Buku Frankfurt 2015 di Jerman, yang akan berlangsung hingga Minggu 18 Oktober.

Pemerintah Iran mundur dari keikutsertaannya dalam pameran buku ini karena kehadiran Salman Rushdie dan menyampaikan protes.

"Penyelenggara pekan buku diharapkan memahami secara tepat keprihatinan ratusan umat Islam di dunia dan tidak memberi jalan kepada kecenderungan ekstremis dari simpatisan yang sakit," jelas Wakil Menteri Kebudayaan dan Panduan Islam Iran, Seyyed Abbas Salehi, kepada kantor berita resmi Iran, IRNA.

Goenawan Mohamad

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Goenawan Mohamad memimpin tim Indonesia yang menjadi Tamu Kehormatan dalam Pekan Buku Franfkurt 2015.

Direktur Pekan Buku Frankfurt, Juergen Boos, mengatakan bahwa Rushdie diundang karena biografi dan karya sastranya membuat dia menjadi suara yang berpegaruh dalam kebebasan mengungkapkan pendapat di penerbitan.

"Kebebasan kata-kata, tidak bisa dirundingkan," tegas Boos, seperti dikutip situs internet Jerman, Deutsche Welle‎.

Indonesia sebagai tamu kehormatan

Dalam pekan buku tahun ini, Indonesia terpilih sebagai Tamu Kehormatan dengan tema 17.000 Islands of Imagination atau 17.000 Pulau-pulau Imajinasi.

Pekan Buku Frankfurt

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Sekitar 200 buku Indonesia diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Jerman serta bahasa asing lainnya.

Untuk menampilkan kekayaan sastra dan budaya Indonesia, didatangkan 75 penulis, 60 penampil pertunjukan, dan 20 koki yang akan mengisi kurang lebih 500 acara di dalam lokasi pameran dan acara di berbagai kota Jerman.

“Tradisi bercerita lisan kita yang sudah berlangsung berabad-abad dan karya-karya literatur kita hanya sedikit dikenal di Eropa. Melalui pameran ini, kita akan berdialog dengan publik internasional untuk memperkenalkan keduanya,” kata Goenawan Mohamad, Ketua Komite Nasional Indonesia.

Sebagai bagian dari partisipasi khusus Indonesia di Pekan Buku Frankfurt 2015, sekitar 200 buku karya penulis Indonesia diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Jerman, serta bahasa asing lain.

Salah seorang penulis yang akan tampil adalah Laksmi Pamuntjak, yang novelnya berjudul Amba sudah diterjemahkan menjadi Alle Farben Rot, dan mendapat penghargaan terbaik Weltempfanger untuk karya fiksi terbaik dari luar yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Jerman.

Wartawan BBC Indonesia, Liston P Siregar, akan meliput Pekan Buku Frankfurt mulai Rabu 14 Oktober.