Mengapa seseorang mendapat gaji awal yang besar?

Sumber gambar, Thinkstock
Andaikan Anda dapat menghasilkan lebih banyak uang dengan kembali ke universitas selama dua tahun, apakah Anda akan melakukannya? Bagaimana jika Anda mendapatkan jumlah yang sangat besar?
Itu merupakan kesimpulan tahun ini bagi segelintir lulusan program master administrasi bisnis (MBA) paling bergengsi.
Gaji pokok rata-rata, yang tidak berubah selama empat tahun, naik 4% ke level tertinggi sepanjang masa dari $130.000 atau RP 1.7 milliar.
Sementara sejumlah orang mendapatkan penghasilan luar biasa besar, lainnya bekerja keras untuk mengasah keterampilan menghadapi wawancara kerja dan meninggalkan kesan pertama yang berharga itu – dapatkah Anda benar-benar memberikan impresi yang baik dan mendapatkan kesuksesan cepat, terlepas dari apapun gelar Anda?
Ini merupakan topik yang sempat ramai diperbincangkan diangkat oleh sejumlah orang yang 'memiliki pengaruh' di situs jaringan karir LinkedIn. Inilah yang didungkapkan dua orang di antaranya.
John A Byrne, pendiri dan kepala eksekutif di C Change Media
“Lulusan baru dari Stanford University’s Graduate School of Business memecahkan rekor paket pendapatan pada tahun ini, sebesar $160.287 (sekitar Rp2,2 milliar),” tulis Byrne dalam postingnya, Anda Tidak Akan Percaya Berapa Besar Majikan Membayar lulusan MBA Stanford.
“Gaji pokok rata-rata, yang tidak berubah sejak empat tahun, meningkat 4% ke level yang tertinggi sepanjang masa menjadi $130.000 (Rp1,7 milliar), sementara rata-rata bonus tetap tahunan meningkat 67% menjadi $52.500 (Rp722 juta). Bonus rata-rata bagi staf baru yang baru lulus MBA sebesar $25.000 (Rp 344 juta) masih belum berubah,” tulisnya.
Tetapi, Byrne menambahkan, data itu bisa jadi merupakan angka perkirakan yang rendah bagi lulusan Stanford, sebagai contoh, kategori ‘kompensasi tetap lain’ tidak mencantumkan daftar tunjuangan lain seperti “pemberian ekuitas, peluang atas saham, penggantian biaya kuliah, biaya penggantian relokasi,” dan lain-lain.
Nilai yang sepadan?

Sumber gambar, Thinkstock
Jadi apa yang mendongkrak gaji para lulusan MBA dari Stanford dan sejumlah sekolah bisnis lain? Peningkatan gaji ini sebagian besar didorong oleh lonjakan tawaran dari sektor keuangan, terutama modal ventura, ekuitas swasta, dan hedge fund (dana investasi mirip reksadana).
“Gaji pokok rata-rata bagi lulusan-lulusan Stanford yang menerima pekerjaan di perusahaan modal ventura mencapai $175.000 (RP 2 milliar), dengan jaminan kompensasi lain sebesar $67.500 atau RP 923 juta. Bagi lulusan MBA yang bekerja di ekuitas swasta/ jalur pembelian terutang, gaji awalnya rata-rata mulai $152.500 atau RP 2 milliar, dengan bonus bergabung sebesar $25.000 (Rp 344 juta),” dan fasilitas lain, tulis Byrne. Setidaknya 13% lulusan Stanford bekerja di sektor ini.
Maynard Webb, pimpinan Yahoo!
“Saat itu saya tidak punya dana untuk kuliah dan saya harus berpartisipasi terhadap sesuatu yang saya inginkan atau butuhkan. Ketika saya berumur 12 tahun, saya mengambil pekerjaan (sebagai loper koran),” tulis Webb dalam tulisannya Bagaimana untuk meraih kesuksesan awal dalam karir Anda.
Dia mengambil pekerjaan untuk mendapatkan uang tambahan saat dia masih di SMA tetapi karena dia juga harus juga menjalani tugas sekolah dan olahraga, dia “mempelajari kekuatan mengadopsi semangat AND – Saya menyadari saya dapat melakukan banyak hal seperti yang saya tekadkan.”
Pengalaman itu memiliki dampak yang langgeng terhadap bagaimana pendekatan Webb terhadap karirnya dan bagaimana dia memberikan saran kepada orang lain untuk meraih sukses.
“Saya pernah berada dalam situasi awal yang sulit untuk memulai dan tidak memiliki apapun. Tetapi saya juga mengetahui bahwa tidak berarti saya bertahan terus di sana,” tulis dia. “Menjadi CEO yang kita capai sendiri merupakan sebuah sikap. Bukan berarti kita mesti membangun perusahaan kita sendiri atau mengabaikan tanggung jawab kita. Pengertiannya adalah bahwa kita selalu yang mengendalikan ke mana kita akan menuju… Saya menemukan hampir semuanya memungkinkan dan dapat diraih jika kita benar-benar menginginkannya.
Salah satu kunci untuk itu, Webb menulis, adalah tidak melulu berfokus pada pencapaian sukses, tetapi lebih pada memperoleh sebuah dampak melalui apa yang Anda lakukan. Hal itu, tulisnya pula, adalah sebuah rahasia sukses : tempatkan upaya mendulang uang sebagai yang kedua, dan nilai dari layanan dan dampak yang kita timbulkan sebagai yang pertama.
“Memiliki uang memberi kita tingkat kebebasan tertentu, tetapi itu tidak membeli kepuasan. Jadi mulailah berinvestasi untuk menemukannya sekarang,” tulisnya. Bagaimana kita melakukannya jika kita tidak yakin? Webb menyarankan untuk bertanya pada diri sendiri: ”Apa yang kamu ingin lakukan? Ke mana Anda seharusnya menuju?
Kemudian, Webb menulis pula, “tawarkan diri kita untuk pekerjaan yang tidak diinginkan orang lain dan tunjukkan selalu kepada orang yang bekerja besama kita, bahwa kita bisa melakukan lebih dari ini. Upayakan diri kita untuk juga melakukan sesuatu di luar bidang yang kita pelajari – dengan begitu kita akan menciptakan peluang emas untuk diri kita sendiri.”









