Kerja enam jam per hari membuat karyawan 'lebih bahagia'

Sumber gambar, Getty
Pernah memimpikan kerja hanya enam jam per hari?
Kalau bos, manajer, atau direktur Anda membaca artikel ini, ada kemungkinan ia mempertimbangkan untuk menerapkan pola tersebut, karena kerja enam jam per hari berdampak positif terhadap diri Anda dan juga bagi perusahaan.
Setidaknya itulah kesimpulan dari eksperimen yang secara rinci dimuat oleh koran Inggris, The Guardian.
Ada beberapa perusahaan yang menguji coba kerja enam jam per hari, di antaranya adalah panti jompo Svaterdalens di Swedia.
Perusahaan yang menjalankan rumah jompo ini menerapkan pola kerja enam jam per hari dengan gaji sama.
Artinya, meski kerja enam jam, gaji yang diterima sama dengan mereka yang kerja delapan jam kerja per hari.
Hipotesis yang dipegang jajaran manajemen Svaterdalens adalah kerja selama delapan jam atau lebih per hari tidak menjamin produktivitas atau kebahagiaan karyawan.
Lebih bahagia
Setelah diuji coba selama setengah tahun, para perawat di rumah jompo ini merasa lebih segar dan tekanan yang dihadapi juga berkurang.
Ini semua membuat kualitas layanan di panti jompo tersebut meningkat.
Para peneliti mengatakan memang masih terlalu awal untuk menarik kesimpulan yang definitif, tapi tanda-tanda awal memperlihatkan peningkatan produktivitas, sementara jumlah karyawan yang mundur untuk pindah ke perusahaan lain juga berkurang.
Memang "ada kelemahan" selama uji coba ini.
Svaterdalens harus merekrut 14 karyawan baru untuk menutup kekurangan sumber daya karena menerapkan pola enam jam per hari.
Tiga perusahaan lain, layanan pelanggan Toyota di Gothenberg, perusahaan rintisan (start up) Brath, dan pengembang aplikasi Fillimundus, mengurangi jam kerja dan sudah memutuskan tidak akan lagi menerapkan pola delapan jam kerja per hari.
Menurut The Guardian, para karyawan merasa lebih bahagia dan lebih bisa mengatur keseimbangan antara urusan kantor dan waktu untuk keluarga di rumah.
Tidak bisa digeneralisasi
Perubahan ini juga meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan perusahaan juga lebih mudah merekrut calon-calon karyawan dengan kualitas hebat.
Martin Banck, direktur di layanan pelanggan Toyota di Gothenberg kepada The Guardian mengatakan bahwa keuntungan perusahaan naik 25% sejak menerapkan pola kerja enam jam per hari.
Uji coba di Swedia bisa dikatakan sukses memangkas jam kerja, namun uji coba serupa di Korea Selatan menunjukkan hasil yang berbeda.

Sumber gambar, Thinkstock
Di negara tersebut, mengurangi jam kerja dari 44 jam menjadi 40 jam per pekan ditambah jaminan hari libur pada hari Sabtu justru menambah beban kerja.
Jadi, untuk sementara ini bisa dikatakan bahwa pola enam jam per hari tidak cocok untuk semua perusahaan, kata Cali Williams Yost, konsultan kerja di New Jersey, Amerika Serikat.
Diperlukan penyesuaian-penyesuaian di sana-sini kalau memang ingin memangkas jam kerja.
<italic>Versi bahasa Inggris artikel ini: <link type="page"><caption> The great six-hour workday experiment</caption><url href="http://www.bbc.com/capital/story/20150925-the-great-six-hour-workday-experiment" platform="highweb"/></link> dan artikel-artikel lain sejenis bisa Anda baca di <link type="page"><caption> BBC Capital</caption><url href="http://www.bbc.com/capital" platform="highweb"/></link>.</italic>









