Pengalaman naik 'Kereta api hutan' di pantai timur Malaysia, dari Johor Bahru ke perbatasan Thailand

Sumber gambar, Getty Images
'Kereta Api Hutan' ini barangkali tak lama lagi akan ketinggalan zaman, tetapi perjalanannya melintasi jantung Semenanjung Malaya masih menjadi nostalgia, menjelajahi kota-kota yang terlupakan dan kaya akan sejarah kolonial.
Cahaya fajar yang mengintip melalui jendela tempat tidur saya yang berada di atas dan membuat saya terbangun ketika kereta kami melesat di atas rel.
Di luar, sinar ungu menerobos selimut awan yang menggantung rendah dan mencairkan embun di jendela kereta, memperlihatkan bukit-bukit berliku dan berkabut yang ditutupi kanopi pepohonan.
Tiba-tiba, dua tembok beton mendekat, hampir menyentuh sisi kereta. Saya terkesiap, tapi kereta terus melaju tanpa lecet. Saya bangkit dari tempat tidur dan menuruni tangga logam, meraih sepatu saya.
Saya naik kereta api Ekspress Rakyat Timuran di jalur pantai timur Semenanjung Malaysia.
Terlepas dari namanya, kereta ini tidak pernah benar-benar menyentuh garis pantai, melainkan melewati sekian hutan hujan tertua di dunia yang berada di pedalaman hutan Malaysia.
Karena itulah, jalur bersejarah ini lebih dikenal dengan sebutan "Jungle Railway" atau Jalur Kereta Api Hutan.
Ekspres Rakyat Timuran adalah kereta terakhir di Malaysia yang menggunakan lokomotif bertenaga diesel.
Kereta ini jelas berbeda dengan kereta cepat dan modern bertenaga listrik, West Coast Line, yang menghubungkan Singapura dan Thailand selatan dengan jarak waktu kurang dari sembilan jam.
Baca juga:
Namun, dengan adanya berita tentang Jalur Kereta Api Pantai Timur (East Coast Rail Link) yang lebih cepat sepanjang 665 kilometer, yang akan membuka rute baru di sepanjang pantai timur Malaysia (dimulai pada 2026), Kereta Api Hutan yang lambat, yang memakan waktu lebih dari 16 jam, mungkin akan segera menjadi usang.
Jadi, saya membeli tiket sekali jalan - seharga 56 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp184.000, dengan fasilitas tempat tidur di bawah - dan bergegas untuk merasakan salah satu perjalanan kereta bersejarah terbesar di Asia Tenggara.
Bagi mereka yang menyukai perjalanan lambat, Jalur Kereta Api Hutan membawa Anda ke dalam sejarah lokal, dan merupakan cara paling romantis untuk mencapai pulau-pulau yang dikelilingi karang seperti Pulau Perhentian dan Redang yang tersebar di lepas pantai timur laut Malaysia.

Sumber gambar, Getty Images
Jalur Kereta Api Hutan menghubungkan ujung paling selatan Semenanjung Malaysia dengan perbatasan Thailand di timur laut.
Cara terbaik untuk menjajalnya adalah dengan memulai di kota Johor Bahru, dekat perbatasan Singapura dan menuju ke utara.
Kereta berangkat pada pukul 20:35 waktu setempat, memungkinkan Anda untuk tidur sepanjang bagian pertama perjalanan.
Saat kereta melewati kota-kota di dataran selatan, bangunlah agar Anda bisa melihat pemandangan menakjubkan hutan hujan kuno di pedalaman negara tersebut.
Di pagi hari, setelah beranjak dari tempat tidur, saya menuju gerbong restoran di tengah rangkaian kereta, di mana sejumlah penumpang yang bangun lebih awal sudah menyeruput kopi kental lokal (kopi Malaysia).
Sejumlah perempuan muda berjilbab duduk di samping satu keluarga dan pasangan lanjut usia tengah menikmati panorama sembari aroma roti bakar, yang diolesi selai kelapa. Aromanya memenuhi udara.
Saya duduk di bangku kosong dan memandang ke luar untuk melihat rumah-rumah beratap seng yang dikelilingi petak-petak hutan dan formasi batuan karst yang dramatis dalam cahaya pagi tropis.

Sumber gambar, Getty Images
Baca juga:
Sejak abad ke-19, Kereta Api Hutan telah menjadi jalur utama yang melintasi pedalaman Malaya Britania, menghubungkan desa-desa terpencil dengan bekas pos kolonial seperti Kuala Lipis, ibu kota negara bagian Pahang yang terpencil antara 1898 dan 1955.
Pemerintah kolonial Inggris mulai membangun rute tersebut pada 1885 untuk membantu memindahkan barang ke seluruh negeri.
Mereka meresmikan kereta api itu dengan seremoni "Pipa Tiup Emas" (Golden Blowpipe) guna menghormati perangkat senjata penduduk asli atau Orang Asli yang digunakan untuk berburu di hutan belantara yang dulunya tidak dapat ditembus.
Butuh puluhan tahun sebelum Inggris dapat membangun jalur sepanjang 530 kilometer melintasi hutan primer yang lebat, sementara permukiman tumbuh di sekitar beberapa lokasi pemberhentian.
Layanan kereta api ini akhirnya dimulai pada 1938, menghubungkan wilayah Tumpat di dekat perbatasan Thailand di timur laut Malaysia dan Kota Gemas di Negeri Sembilan.
Setelah sarapan, perhentian besar pertama adalah Gua Musang di Kelantan selatan. Saya turun dari kereta untuk mengamati sekeliling, melihat papan tanda kayu yang dilukis dengan tangan dari zaman kolonial masih tergantung dengan panahnya mengarah ke dua ujung garis yang berlawanan."Setelah makan malam, saya sering berjalan bersama keluarga ke stasiun untuk melihat kereta yang lewat. Kami menghitung bintang dan menunggu monyet datang, tidak melakukan apa-apa, lalu kami berjalan kembali," kata Ong Siou Woon, yang tumbuh besar di Gua Musang, di mana formasi batuan kapur besar menjulang di atas stasiun tengah Jalur Kereta Api Hutan seperti cangkang kura-kura batu raksasa.

Sumber gambar, Getty Images
Kereta Api Hutan tidak dirancang untuk melaju dengan cepat.
"Kadang-kadang kereta harus berhenti dan menunggu gajah menyeberang, atau kayu-kayu [yang tumbang] dipinggirkan dari relnya," kata Ong, mengenang betapa berbahayanya naik kereta itu 30 tahun silam, saat dia menggunakannya untuk berangkat ke sekolah di negara bagian Johor paling selatan.
Bahkan saat ini, layanan ini masih berjalan di satu jalur kereta api, sehingga memaksa kereta-kereta yang berlawanan diatur waktunya agar tidak berpapasan satu sama lain pada stasiun-stasiun tertentu.
Tidak lama kemudian, kami melewati Desa Dabong, di mana terdapat gua batu kapur Ikan dan Keris yang besar (terkenal dengan sebutan "Cahaya Dewa" yang menyaring cahaya melalui celah di langit-langit kompleks cadas).
Kereta juga melewati air terjun Jelawang setinggi 305 meter, salah satu yang tertinggi di Semenanjung Malaysia. Titik ini menjadi lokasi perhentian ideal dalam perjalanan panjang ini.
Selanjutnya, jalur tersebut berbelok ke timur sepanjang kelokan Sungai Galas dan kemudian berputar ke tenggara, meninggalkan hutan-hutan dan kembali ke dataran yang dipenuhi sawah, rumah-rumah tradisional Melayu, dan deretan pohon kelapa nan tinggi.Namun, perjalanan yang paling menakjubkan terjadi sekitar satu jam sebelum berhenti di Wakaf Bharu, stasiun kedua hingga terakhir di jalur ini.
Di sana, kami melewati dinding baja hitam Jembatan Guillemard yang bersejarah, sebuah karya bersejarah pemerintah kolonial Inggris yang melintasi Sungai Kelantan.
Dibangun pada 1925, jembatan rangka jalur tunggal sepanjang 600 meter (jembatan kereta api terpanjang di negara ini) sebagian dihancurkan oleh Inggris selama Perang Dunia II untuk mencegah kehadiran tentara Jepang yang akhirnya berhasil menduduki kolonial Malaya antara 1941-1945. Ia diperbaiki seperti sekarang ini pada 1948.

Sumber gambar, Getty Images
Kereta api terus melaju melewati dataran, membuat saya terkagum-kagum atas keberhasilan membangun dan memelihara jalur kereta api yang melewati wilayah habitat harimau dan gajah, dan betapa pentingnya Jalur Kereta Api Hutan dalam menghubungkan permukiman-permukiman terpencil di pedalaman.
Akhirnya, dengan satu peluit terakhir, lokomotif diesel berhenti di stasiun kecil Tumpat, ujung utara jalur, membawa saya kembali ke dunia nyata. Hanya 10 kilometer dari sini, Sungai Golok menandai perbatasan Thailand.Turun bersama beberapa penumpang yang tersisa, saya berjalan menuju pintu keluar dan memandangi gerbong kereta bertenaga diesel kuno itu, tidak percaya bagaimana gerbong itu berhasil membawa kami melintasi negeri.
Di baliknya, saya bisa melihat patung-patung Buddha emas dan kuil-kuil yang berkilauan di bawah sinar matahari siang, bukan masjid-masjid yang kami lewati sepanjang rute tersebut.
Saya pikir, akan sangat sulit jika jalur Kereta Api Pantai Timur (East Coast Rail) yang baru bisa menutupi pesona perjalanan lambat di sisa-sisa masa lalu Malaysia yang kokoh ini.
---
Anda dapat membaca versi bahasa Inggrisnya, Malaysia's iconic 'Jungle Railway': One of Southeast Asia's greatest train journeys, diBBC Travel.











