Peninggalan aksara kuno Viking di daerah terpencil AS dan perdebatan akan keasliannya

Sumber gambar, Oklahoma Tourism & Recreation Department
- Penulis, Heide Brandes
- Peranan, BBC Travel
Apakah orang-orang Viking melakukan penjelajahan hingga ke daerah terpencil di Oklahoma? Sebagian kelompok masyarakat meyakininya, berkat ukiran yang ditemukan di wilayah itu yang menuai kontroversi.
"[Farley] menghabiskan sebagian besar masa dewasanya untuk meneliti batu itu," kata Amanda Garcia, manajer Heavener Runestone Park.
"Dia melakukan perjalanan keliling AS, pergi ke Mesir dan pergi ke tempat-tempat yang berbeda, untuk meneliti bahasa mereka yang diukir maupun ditulis."
Faith Rogers, yang tengah magang ilmu lingkungan dan relawan di Heavener Runestone Park, membawa saya menyusuri jalan berbatu menuju salah satu atraksi hutan terbesar seluas 55 hektar - yang juga merupakan salah satu misteri sejarah terbesar di AS.
Kami berada jauh di kaki bukit semak belukar Pegunungan Ouachita di timur jauh Oklahoma, dan kami sedang dalam perjalanan untuk melihat lempengan batu pasir kuno yang masih membuat para ahli berpikir keras dan berdebat tentang delapan simbol yang terukir di batu tersebut.
Baca juga:
Beberapa percaya bahwa prasasti yang tersamar ini adalah rune (karakter alfabet kuno) yang diukir di batu menjulang pada sekitar tahun 1000 M oleh penjelajah asal Skandinavia yang melakukan perjalanan dari Sungai Arkansas ke daerah terpencil di kawasan tengah Amerika Serikat.
"Apakah saya menduga para Viking-lah yang mengukir ini? Betul sekali," kata Rogers, saat kami berdiri di dalam "rumah" kayu dan kaca pelindung yang dibangun di sekitar pelat 3m kali 3,6m.
"[Sejarawan lokal] Gloria Farley menghabiskan seluruh waktu hidupnya untuk meneliti ini, dan dia memiliki banyak bukti untuk mendukungnya."
Farley - yang tumbuh di kota Heavener tempat batu rune ditemukan dan meninggal pada 2006 - adalah legenda di daerah ini.
Dia pertama kali melihat relik tersebut saat melakukan pendakian saat remaja pada 1928 dan terpesona olehnya.
Dua dekade kemudian, dia kembali demi mempelajarinya, sebagai runolog amatir dan ahli epigrafi otodidak.

Sumber gambar, Oklahoma Historical Society
Pengetahuan modern pertama tentang runestone berasal dari tahun 1830-an, ketika ditemukan oleh seorang anggota suku Choctaw hunting party.
Selama bertahun-tahun, warga Oklahoma berkulit putih menyebutnya Indian Rock, yang keliru mengira bahwa ukiran itu adalah buatan penduduk asli Amerika.
"[Farley] menghabiskan sebagian besar masa dewasanya untuk meneliti batu itu," kata Amanda Garcia, manajer Heavener Runestone Park.
"Dia melakukan perjalanan keliling AS, pergi ke Mesir dan pergi ke tempat-tempat yang berbeda, untuk meneliti bahasa mereka yang diukir maupun ditulis."
Dia bahkan menghubungi Smithsonian hanya untuk menemukan bahwa mereka telah membuat kesimpulan mereka sendiri pada 1923: mereka mengatakan ukiran itu adalah aksara dari bahasa Skandinavia, dan dibaca "GNOMEDAL," atau "gnome" dan "dal", diterjemahkan sebagai "lembah jam matahari" atau "lembah monumen".
Sarjana lain kemudian menerjemahkan simbol itu sebagai "GLOMEDAL," yang berarti "Lembah Glome."
Siapa yang mengukirnya?
Jadi pertanyaan tentang bahasa apa itu sudah terjawab, tetapi meninggalkan dua pertanyaan lain yang belum terjawab: siapa yang mengukir simbol-simbol itu, dan kapan?
"Saya mulai percaya bahwa simbol-simbol di batu itu menunjukkan bahwa orang-orang Norse telah mengunjungi daerah itu sebelum zaman [Christopher] Columbus.
"Saya menamai batu itu 'The Heavener Runestone' dan mulai mencari prasasti serupa di daerah itu," tulis Farley dalam bukunya 'In Plain Sight: Old World Records in Ancient America.'

Sumber gambar, Oklahoma Tourism & Recreation Department
Sepanjang karirnya, Farley berkonsultasi dengan sejarawan Nordik, ahli geologi dan ahli epigrafi lainnya.
Dia mengumpulkan bukti yang mendukung klaimnya bahwa Viking telah mengunjungi Amerika Utara dan mampu melakukan perjalanan menyusuri sungai besar dan kecil dengan perahu panjang yang bisa mengapung di air dangkal.
"Sebuah studi tentang kisah-kisah Norse yang menarik mengungkapkan upaya penduduk Norse di Greenland untuk menjajah pantai timur Amerika dari sekitar 1002 hingga 1010 M," tulisnya.
"Jika Viking telah berlayar ke Rusia, Irlandia, Inggris, Prancis, dan ke ujung terjauh Mediterania, mengapa mustahil bagi mereka untuk mencapai Oklahoma melalui Sungai Mississippi?"
Pada akhirnya, Farley mengutarakan dugaan bahwa orang-orang Viking berlayar ke kawasan pedalaman dari Teluk Meksiko 600 hingga 800 tahun silam dan meninggalkan jejak mereka pada ngarai ini.
Baca juga:
Dua lempengan batu pasir tambahan, masing-masing mempunyai ukiran runic (yang belum bisa diterjemahkan), ditemukan satu mil di utara dan satu mil di selatan Heavener Runestone, yang menurut pejabat taman menunjukkan bahwa ukiran itu adalah penanda batas.
Gagasan bahwa orang-orang Viking telah menjelajahi wilayah Mississippi tidaklah terlalu mengada-ada, seperti yang terlihat dari bukti-bukti yang ada.
Runestone Viking dilaporkan telah ditemukan di tempat lain di seluruh Amerika Utara (termasuk di Kensington, Minnesota, dan Spirit Pond di Maine).
Dan, di Oklahoma, sudah ditemukan enam 'batu Viking' tersebut, terbanyak dari negara bagian mana pun di AS, meskipun keasliannya masih dipertanyakan.
Bagaimanapun, suatu pemukiman orang-orang Nordik - L'Anse aux Meadows, Situs Warisan Dunia Unesco di ujung paling utara pulau Newfoundland, Kanada - membuktikan bahwa mereka sudah berada di sana setidaknya pada 1021 M.
Keberadaan pemukiman ini memberikan kerangka waktu konkret terkait aktivitas orang-orang Viking di Amerika Utara, dan sesuai dengan perkiraan usia Heavener Runestone.

Sumber gambar, Murphy_Shewchuk/Getty
Menurut Farley, Viking bisa dengan mudah melakukan perjalanan ke selatan dari Newfoundland di sepanjang pesisir timur Amerika Utara.
Lalu, mereka melanjutkan penjelajahan di sekitar ujung Florida ke Teluk Meksiko.
Dari sanalah, menurutnya, orang-orang Viking itu memasuki Sungai Mississippi, yang mengalir ke Sungai Arkansas, yang pada gilirannya mencapai Sungai Poteau di Oklahoma.
"Sungai Poteau hanya beberapa mil dari sini," kata Garcia. "Jangan berpikir tentang bagaimana saluran air terlihat sekarang."
"Sebelum adanya semua danau dan bendungan buatan manusia, anak sungai kecil ini adalah sungai besar dan saluran air utama pada saat itu."
Masih problematik
Meskipun tidak semua orang yakin. Pada 2011, Lyle Tompsen, arkeolog yang mengkhususkan diri pada era Viking, menganalisis runestone dan menulis makalah yang menyimpulkan:
"Kebenaran batu Heavener sebagai artefak Viking masih problematik. Bukti linguistiknya ambigu."
"Bagaimanapun, bukti sejarah dari abad ke-19… menguatkan bahwa batu itu adalah ciptaan abad ke-19 dari seorang imigran Skandinavia (kemungkinan seorang imigran Swedia yang bekerja di depot kereta api lokal)."
Berbagai teori lainnya pun bermunculan. Salah satunya adalah bahwa batu itu diukir oleh anggota ekspedisi La Salle sekitar tahun 1687, ketika penjelajah asal Prancis, René-Robert Cavelier, mengklaim wilayah tersebut (yang ia beri nama Louisiana) milik Prancis.
Namun teori lainnya menyebut bahwa ukiran di batu itu adalah pekerjaan seorang kapten Swedia yang memimpin upaya kolonisasi Jerman ke daerah itu antara 1718 dan 1720.
Bahasa rune juga masih dipertanyakan.
"Prasasti itu bukan tulisan Viking, tetapi kombinasi [bahasa rahasia] Futhark Tua dan Futhark Muda, yang mendahului ketika Viking melakukan penjelajahan," kata Dennis Peterson, arkeolog dan manajer Pusat Arkeologi Spiro Mounds, sumber koleksi terbesar peninggalan penduduk asli Amerika prasejarah, tidak jauh dari Heavener.

Sumber gambar, Oklahoma Tourism & Recreation Department
"Tapi mereka juga berpotensi lebih baru dari itu juga, karena gaya penulisan yang sama diajarkan di Eropa Utara pada 1800-an, sama seperti ketika kita dulu harus belajar bahasa Latin atau Yunani."
"Jadi, kemungkinan besar seseorang yang mempelajari bahasa Futhark yang lebih tua tiba di sekolah dan meninggalkan yang setara dengan grafiti ini."
Peterson juga berargumen bahwa karena Spiro adalah kota metropolitan perdagangan utama pada era yang sama, beberapa catatan akan ditinggalkan oleh orang-orang asing Nordik yang datang melalui kawasan tersebut.
Karena ukiran yang dibuat di batu tidak dapat ditentukan tanggalnya menggunakan metode ilmiah tradisional (seperti penanggalan karbon atau membandingkan tingkat peluruhan bahan organik), peneliti Heavener Runestone harus melihat bukti kontekstual, seperti artefak atau aktivitas orang-orang Viking lainnya di kawasan itu; namun, tidak ada yang ditemukan.
"Tidak banyak bukti yang menunjukkan orang-orang Viking datang ke Oklahoma," kata Larry O'Dell, direktur Oklahoma Historical Society.

Sumber gambar, Oklahoma Tourism & Recreation Department
Terlepas dari keraguan itu, para penggemar segala sesuatu terkait orang-orang Viking, datang dari seluruh dunia untuk mengunjungi Heavener Runestone Park.
"Kami pernah dikunjungi oleh seorang pria dari Austria, dan satu-satunya tujuan dia datang ke AS adalah untuk melihat batu ukiran itu," kata Garcia.
"Ketika saya pertama kali mulai di sini lima tahun lalu, kami kedatangan sekitar 400 orang per bulan; sekarang ada pengunjung sebanyak itu dalam seminggu. Tergantung pada waktu yang berbeda dalam setahun, bisa ada 2.000 orang atau lebih pada akhir pekan biasa."
Taman ini bahkan menjadi tuan rumah Festival Runestone Viking yang menarik ribuan pengunjung, reenactor (orang-orang yang berpartisipasi dalam pemeragaan peristiwa bersejarah), serta segala hal yang terkait Viking.
Berdiri berhadapan dengan aksara kuno itu, saya juga ingin percaya pada legenda Viking yang berlayar ke Oklahoma, dan saya meninggalkan taman dengan visi pejuang berjanggut yang berjalan melalui hutan bertabur batu yang sama dan hutan lebat yang saya jelajahi.
Tidak ada bukti yang dapat membuktikan bahwa mereka secara pasti melakukannya, tetapi juga tidak ada bukti yang membuktikan bahwa mereka juga tidak melakukannya.
---
Versi bahasa Inggris dari artikel ini dengan judul The mysterious Viking runes found in a landlocked US state dapat Anda baca di BBC Travel.











