Kisah wisata lokasi rahasia pembuatan bom atom yang hancurkan Hiroshima dan Nagasaki

Sumber gambar, Lena Marie Bethell/Getty Images
- Penulis, Larry Bleiberg
- Peranan, BBC Travel
Banyak pengunjung melewati alamat 109 E Palace di Kota Santa Fe, Negara Bagian New Mexico, Amerika Serikat, tanpa tahu bahwa tempat itu pernah menjadi kantor 'Bapak Bom Atom Dunia', Robert Oppenheimer.
Di beranda toko suvenir penuh patung kodok dan capung berwarna-warni yang terbuat dari keramik, kita mudah mengabaikan penanda bersejarah di sana. Barangkali, toko itu cocok menjadi situs rahasia.
Pada awal 1940-an, sejumlah ilmuwan top dunia dan keluarga mereka berjalan susah payah melalui teras ini, terutama karena basah kuyup setelah perjalanan kereta lintas negara bagian.
Mayoritas dari mereka tak tahu ke mana mereka menuju. Mereka semua diberikan perintah rahasia untuk melapor diri ke alamat 109 E Palace, Santa Fe, New Mexico.
Ketika mereka membuka gerbang besi di depan bangunan itu, terdapat plang penanda bertuliskan 'pintu masuk menuju misi rahasia'. Mereka akan merakit bom atom.

Sumber gambar, DenisTangneyJr/Getty Images
"Mereka masuk melalui teras," kata Marianne Kapoun. Bersama suaminya, perempuan itu membuka toko cenderamata bernama The Rainbow Man di bangunan yang dulu merupakan fasilitas misi rahasia Amerika.
Para turis kini masuk lokasi itu melalui pintu depan. Pintu masuk bersejarah rumah yang dulu dilewati ilmuwan seperti Enrico Fermi dan Richard Feynman sudah ditutup.
Teras bagi pengunjung toko itu berantakan. Terdapat gantungan cabai keramik yang menjuntai dan lukisan labu 'jack-o-lantern'.
Orang-orang baru di tempat itu, termasuk rombongan ilmuwan dari Inggris, diberikan kartu keamanan. Mereka dibawa menuju lokasi terakhir menggunakan bus atau mobil Jeep.
Destinasi ujung mereka berjarak 56 kilometer dari situ. Jalan yang mereka lalui menanjak berbelit-belit, jalanan pegunungan tak beraspal, di kawasan tersembunyi bernama Los Alamos.
Merujuk plakat di pintu gerbang awal, yang akhirnya dicapai oleh rombongan ilmuwan itu adalah salah satu pencapaian ilmiah terbesar dalam sejarah manusia.
Namun di Santa Fe, sebuah kota yang pernah diduduki Spanyol dan terkenal atas galeri seni dan bangunan batu bata, sangat sedikit turis yang paham bahwa mereka melalui jalur yang pernah ditempuh para peraih nobel—sebuah sarang pelaku telik sandi.
Selama Perang Dunia II, kota kecil itu merupakan garis depan perlombaan pembuatan bom atom. Selama 27 bulan, Angkatan Darat AS membangun laboratorium rahasia Los Alamos di Pegunungan Jemez.
Orang-orang di fasilitas itu mendesain senjata yang begitu dahsyat yang tak pernah ada sebelumnya, yang akhirnya menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki di Jepang. Hasil penelitian mereka itu mengakhiri perang sekaligus mengantar manusia ke era bom atom.

Sumber gambar, Robert Alexander/Getty Images
Alamat East Palace, yang berlokasi setengah blok dari Plaza Santa Fe yang bersejarah, merupakan satu-satunya lokasi Proyek Manhattan yang dibuka untuk umum.
Proyek Manhattan adalah kode proyek pembuatan bom itu.
Bagian beranda lokasi itu ditandai dengan papan bertanda mencolok bertuliskan 'US ENG-RS', singkatan dari engineers alias insinyur. Titik itu menjadi tempat korespondensi untuk laboratorium Los Alamos dan memproses orang-orang baru di fasilitas tersebut.
"Seluruh kamar di bangunan ini dulunya kantor," kata Kapoun, sembari melambaikan tangannya melewati buku panduan dan foto-foto asli Amerika yang dijual di ruang belakang toko.
Toko suvenir milik Kapoun hanya menempati satu sudut kecil perkebunan abad ke-17 yang dulunya dimiliki seorang penakluk asal Spanyol.
Bangunan ini juga merupakan lokasi Shed Restaurant yang populer. Setiap hari antrean pembeli mengular di rumah makan itu untuk membeli enchilada cabai hijau.
Sejarah militer AS di alamat 109 East Palace dimulai pada tahun 1939. Ketika itu, Albert Einstein menulis surat kepada Presiden AS, Franklin Delano Roosevelt, untuk memperingatkan bahwa Jerman berada di puncak pengembangan senjata atom.
Akhirnya Robert Oppenheimer, seorang ahli fisika di University of California, ditugaskan oleh Roosevelt untuk memimpin upaya untuk mengalahkan Jerman.
Oppenheimer lalu memilih sebuah bangunan sekolah asrama Los Alamos yang terpencil sebagai tempat penelitian militer.

Sumber gambar, Larry Bleiberg
Ketika proyek itu dimulai pada tahun 1943, Oppenheimer mendirikan kantor Santa Fe berisi lima ruangan East Palace. Dia mempekerjakan seorang janda muda yang ramah, bernama Dorothy McKibbin, untuk menjadi asistennya.
McKibbin menjadi sosok yang tampil di publik dalam proyek tersebut. Ia menyambut para ilmuwan dan rekrutan lainnya, sekaligus mengusir pertanyaan dari penduduk setempat yang penasaran.
Sejarawan sekarang memanggilnya 'Ibu Negara Los Alamos'.
Angkatan Darat AS berharap isolasi Los Alamos akan menyembunyikan kegiatan di dalamnya, bahwa secara resmi, tidak ada laboratorium apapun.
Seluruh proyek dan ribuan penghuninya akhirnya berbagi alamat pos PO Box 1663, Santa Fe, yang bahkan terdaftar dalam akta kelahiran bayi yang lahir di sana selama perang.
Oppenheimer merekrut akademisi top untuk bergabung dalam upaya mereka, tapi dengan syarat mampu tutup mulut atas pertimbangan keamanan.
Para ilmuwan mulai tiba di stasiun kereta di persimpangan dekat Lamy, New Mexico. Mereka datang hanya untuk melaporkan diri ke alamat di pusat kota Santa Fe.
Beberapa peneliti melewatkan tanda kantor kecil dan berkeliaran di alun-alun selama berjam-jam mencari alamat 109 East Palace. Bahkan untuk ukuran saat ini, menemukan situs bersejarah itu pun rumit.
"Orang-orang datang untuk menanyakan kisah sejarah itu setiap hari," kata Beverly Andorfer, yang bekerja di Chocolate + Cashmere, toko yang menjual permen dan pakaian wanita mewah.
Meskipun toko ini berlokasi di 109 East Palace, itu bukan tempat yang tepat.
Beberapa tahun yang lalu terjadi perubahan alamat bangunan di kota itu. Akibatnya, para pendamba sejarah atom harus mencari plakat tulisan tangan di bangunan sebelahnya yang menunjuk ke penanda perunggu.

Sumber gambar, Larry Bleiberg
Mereka yang ingin melihat pintu masuk ke fasilitas rahasia itu harus mengikuti jalur para ilmuwan menaiki bukit ke Los Alamos. Kawasan itu saat ini masih menjadi basis laboratorium milik Departemen Energi AS.
Sekarang perjalanan itu mudah dan dapat ditempuh selama 45 menit. Meskip bagian dari kota yang sekarang berpenduduk 12 ribu orang itu tetap terlarang bagi bagi publik, Santa Fe memiliki beberapa situs warisan publik.
Di Los Alamos History Museum, misalnya, gerbang besi tempa asli dari 109 East Palace digantung di ujung galeri panjang.
Berjalan menuruni jalan menuju pintu masuk, seseorang dapat sesaat melangkah di posisi seorang ahli fisika teoritis bertanya-tanya apa yang menunggu di sisi lain dari jendela di atas pintu itu.
Beberapa blok dari situ, tepatnya Pusat Sains Bradbury, pengunjung dapat berswafoto dengan replika Little Boy dan Fat Man, bom yang dikembangkan di laboratorium dan akhirnya dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki.
Di Taman Sejarah Nasional Proyek Manhattan, anak-anak dapat mengenakan jaket jas dan topi pai babi untuk berpakaian seperti Oppenheimer, atau mengenakan kardigan dan berpura-pura menjadi McKibbin yang memimpin kantor Santa Fe.
Tur jalan kaki mandiri itu juga membawa pengunjung ke Bathtub Row, satu blok rumah dari sekolah asrama yang merupakan satu-satunya bangunan di instalasi militer yang dilengkapi dengan permandian.
Selama perang, penduduk Santa Fe tinggal di daerah mirip pedesaan. Ketika tentara bergegas membangun fasilitas itu, populasi kota melonjak hingga lebih dari enam ribu orang.
Akhirnya, fasilitas seperti sekolah, klinik medis, dan toko pun muncul di Santa Fe.

Sumber gambar, Larry Bleiberg
Memang, kota itu makin padat saat para peneliti berlomba mengembangkan senjata pembunuh massal. Keamanan yang ketat memperkuat tekanan yang ada.
Penghuni fasilitas rahasia itu tidak diizinkan berbagi lokasi dengan teman dan anggota keluarga yang tidak tinggal di lokasi.
Namun terlepas dari kerahasiaan itu, kegiatan di Los Alamos tidak luput dari perhatian dan mata-mata turun di New Mexico utara.
Faktanya, Santa Fe adalah situs yang oleh para sejarawan dianggap sebagai lokasi operasi spionase terpenting Uni Soviet pada abad ke-20.
Hanya dua bulan sebelum bom dijatuhkan di Jepang, ilmuwan Klaus Fuchs, seorang imigran Jerman yang telah bermukim kembali di Inggris, sebelum datang ke Los Alamos, bertemu dengan seorang agen komunis bernama Harry Gold.
Pengunjung dapat menelusuri kembali jalur mata-mata, menyinkronkan jam tangan di toko perhiasan yang sama, satu blok di barat 109 East Palace, seperti yang dilakukan para pria kala itu.
Turis juga bisa berjalan beberapa blok ke jembatan Paseo de Peralta yang mungil.
Di simpang jalan, para agen bertukar paket kertas yang menggambarkan mekanisme ledakan bom, yang dicuri Fuchs dari laboratorium. Peristiwa itulah yang akan memulai ambisi nuklir Uni Soviet dan meluncurkan Perang Dingin.

Sumber gambar, MPI/Getty Images
Tapi para ilmuwan itu bukan satu-satunya yang menggerakan kota. Hotel La Fonda, sebuah pondok wisata besar yang terletak satu blok di selatan dari 109 East Palace, pernah dipenuhi mata-mata yang berharap dapat memperoleh informasi dari para ilmuwan Los Alamos yang bersantai di bar
Intrik terjadi di lobi hotel ini. Ini adalah pusat spionase," kata Allen Steele, pemandu wisata pribadi yang memimpin tur jalan kaki bertema spionase.
Los Alamos, menurutnya, tetap menjadi pusat penelitian rahasia pemerintah. "Aku yakin ada mata-mata di sekitar sini hari ini," katanya.
Seorang karyawan hotel yang berhenti untuk menyapa melihat ke sekeliling dan mengangguk setuju.
Lagi pula, di sebuah kota di mana sebuah toko suvenir dulunya adalah stasiun jalan bagi para ilmuwan paling cerdas di dunia, hal-hal tidak selalu seperti yang terlihat.
Artikel ini pertama kali tayang dalam bahasa Inggris di BBC Traveldengan judulAn atomic marker hidden in plain sight.









