Mengapa hewan kungkang bergerak sangat lamban?

Kungkang

Sumber gambar, Getty Images

    • Penulis, Stephen Dowling
    • Peranan, BBC News

Hewan kungkang melakukan segala sesuatu dalam gerakan lambat - bahkan berkedip. Kira-kira kenapa mereka berevolusi menjadi mahluk yang hidup dengan kecepatan yang lambat?

Kungkang, atau dalam bahasa Inggris bernama sloth, tidak pernah terburu-buru. Sebagian besar waktu mereka habiskan di ketinggian, pada cabang-cabang pohon di banyak hutan yang terbentang dari Amerika Selatan hingga Tengah. Mereka hanya akan turun ke tanah untuk buang hajat.

Kehidupan yang mereka jalani sangatlah lambat. Tapi itu semua disebabkan oleh trik evolusi aneh yang mereka alami.

Kungkang modern - kungkang dengan tiga kuku dan dua kuku - jauh lebih kecil ketimbang kungkang yang hidup di zaman prasejarah.

Kungkang raksasa, beberapa di antaranya seberat beberapa ton, hidup di akhir zaman es hingga sekitar 11.000 tahun lalu, mencari makan dari pepohonan dengan cara berdiri menggunakan kaki belakang mereka untuk menggapai dedaunan.

"Yang berubah yaitu kombinasi baik dari kebiasaan memanjat pohon serta pola makan yang hampir seluruhnya bergantung pada dedaunan," ungkap Camila Mazzoni dari Institut Kebun Binatang dan Riset Alam Liar Leibniz di Jerman.

"Menu makan dedaunan itu sangat miskin nutrisi dan asupan kalorinya pun sangat rendah. Karena itulah mereka harus memiliki laju metabolisme yang sangat lambat untuk mengatasi asupan kalori rendah ini."

Sebagian penyebabnya yaitu tempat di mana mereka hidup.

Kungkang

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Kungkang menghabiskan sebagian besar hidup mereka di atas pepohonan, jauh dari para predator hutan hujan

Keenam spesies kungkang hidup di hutan tropis. Lingkungannya yang panas dan lembab menyebabkan sebagian manfaat sistem endotermik (kemampuan untuk menciptakan panas tubuh) tidak terlalu diperlukan - karena lingkungannya sudah cukup hangat, sehingga mahluk yang tinggal di dalamnya tidak harus mengeluarkan banyak energi untuk menjaga otot dan sistem kardiovaskular mereka tetap hangat. Demikian halnya dengan kungkang.

Mamalia punya keuntungan tersendiri. Karena mampu mengatur suhu tubuh mereka secara internal, mereka dapat hidup di iklim yang lebih dingin - jauh lebih dingin daripada reptil maupun hewan berdarah dingin lainnya.

Akan tetapi, trik evolusi hewan berdarah panas ini memiliki sejumlah kekurangan. Untuk dapat memicu sistem yang haus energi ini, mamalia perlu sering dan banyak makan untuk menjaga kondisi otot yang diperlukan untuk bergerak agar tetap hangat.

Itu sebabnya mamalia bisa tetap banyak bergerak di tengah hari yang sejuk, sementara kadal akan tampak lesu dan lamban - jika mereka memang bergerak.

Adaptasi endotermik ini membuat mamalia mampu menjajah sebagian besar lingkungan di planet Bumi - termasuk kawasan membeku di kedua kutub.

Akan tetapi di tempat lain, sejumlah mamalia telah mengabaikan sifat-sifat endotermik yang mereka peroleh dalam proses evolusi. Untuk melakukannya, mereka mengadopsi pergerakan yang lamban, gaya hidup 'hemat energi' layaknya hewan-hewan berdarah dingin.

"Sistem pengaturan suhu yang dimiliki sebagian besar mamalia memerlukan banyak sekali energi," ujar Mazzoni. "Akan tetapi karena kungkang tak memilikinya, itu berarti mereka hanya memerlukan energi yang jauh lebih sedikit.

"Tapi ini artinya mereka hanya bisa hidup di kawasan tropis, dan tidak di atas daerah pegunungan di mana suhu udaranya bisa jadi cukup rendah. Meski demikian, kungkang dengan dua kuku sedikit lebih fleksibel, dan akan tinggal agak lebih atas ke pegunungan di Kosta Rika."

Kungkang

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Menu makanan kungkang yang hanya dedaunan sangat miskin nutrisi dan rendah kalori

Siklus hidup kungkang yang selalu ada di pohon membuat mereka berisiko kecil terekspos predator seperti jaguar.

Hal itu menjadi alasan lain mengapa reaksi secepat kilat - dan energi dalam jumlah besar yang diperlukan untuk melakukannya - tidak mereka perlukan. "Mereka memiliki hubungan yang intim dengan pepohonan," tutur Mazzoni. "Mereka bergantung pada pohon."

Ia mengatakan bahwa kukang kerap "naik ke puncak kanopi hutan di pagi hari untuk mendapat energi dari sinar matahari, dan ketika mulai terasa sangat panas, mereka akan turun kembali ke bawah bayang-bayang pepohonan". Perilaku ini jauh lebih mirip dengan hewan berdarah dingin - kadal dan reptil lainnya - ketimbang mamalia.

Becky Cliffe, ahli hewan asal Inggris yang bekerja di Yayasan Konservasi Kungkang Kosta Rika, mengatakan bahwa Anda baru bisa mengapresiasi betapa lambatnya kungkang bergerak ketika Anda melihatnya langsung di alam liar.

"Anda tahu mereka bergerak dengan lamban, tetapi kemudian Anda melihatnya langsung dan setiap bagian tubuhnya - ketika ia menengokkan kepalanya, atau ketika mereka berkedip - semuanya dilakukan dengan sangat lamban. Anda harus menghabiskan banyak waktu di alam liar untuk melihatnya."

Lihatlah kukang dari dekat, maka Anda akan melihat rambutnya kerap memiliki semburat kehijauan. Sangat mungkin Anda berasumsi bahwa sedemikian 'diam'-nya hewan ini, mereka menjadi tempat tumbuhnya lumut dan ganggang dari pohon-pohon di sekitar mereka. Akan tetapi, ada hal yang jauh lebih menarik dari asumsi itu, ujar Mazzoni.

"Rambut mereka termodifikasi dan memiliki semacam celah dimana ganggang dan jamur dapat tumbuh," ujarnya. "Bukan karena mereka lambat. Kita tahu ada semacam simbiosis di situ."

Apa gunanya ganggang? Banyak ilmuwan mencoba mencari tahu. "Bisa jadi karena itu bisa membantu kungkang berkamuflase," tambah Mazzoni. Ganggang hijau dan jamur dapat membantu kungkang menyatu dengan latar belakang rimbunnya hutan.

"Bisa juga menjadi cara bagi kungkang mendapat protein tambahan," tuturnya, dengan catatan bahwa kungkang terkadang kelihatan menjilati ganggang yang tumbuh di rambutnya."

"Tumbuhnya jamur juga mungkin ikut membantu menekan jumlah parasit yang hidup di tubuh mereka. "Rambut mereka hampir seluruhnya tahan air, dan menghambat banyak parasit. Kungkang memiliki lebih sedikit parasit daripada mamalia lain dengan ukuran yang sama."

Kungkang

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Bayi kungkang harus terus menerus mengisap puting induknya karena induk kungkang hanya menghasilkan jumlah susu yang sedikit

Ciri-ciri mamalia lain yang juga hilang dari kungkang adalah jumlah susu yang dihasilkan induk kungkang bagi anak-anak mereka.

"Induk kungkang tidak menyimpan banyak susu, sehingga ia keluar setetes demi setetes," jelas Cliffe. Sang anak akan menempelkan diri mereka ke puting susu induknya, dan menelan setiap tetes susu yang keluar.

Observasi tahunan yang dilakukan Cliffe terhadap kungkang di Kosta Rika membuatnya memperoleh banyak pengetahuan tentang perilaku mamalia itu.

"Mereka tidak bisa melompat dan berlari. Tapi mereka memiliki salah satu lengan terkuat. Jika manusia dan kungkang beradu panco, kungkang pasti menang."

Namun kaki kungkang - yang tidak diperlukan untuk kecepatan tinggi atau bahkan menyokong beban tubuh mereka di sebagian besar waktu - tidak memiliki masa otot yang sama.

Jangan samakan sikap 'santai' kungkang sebagai perilaku malas, ujar Cliffe. "Mereka tidak malas. Monyet pelolong yang hidup di hutan tidur selama 18 jam sehari, sementara kungkang hanya tidur sekitar 10 jam."

Jika saja kungkang tidak hidup di lingkungan yang panas dan lembab di bawah pepohonan, mereka mungkin lebih lincah dan hidup dengan ritme yang lebih cepat. Namun setelah generasi demi generasi, mereka pada akhirnya tiba pada ritme kehidupan yang sangat sesuai dengan lingkungan tempat mereka tinggal.

"Mereka menunjukkan bahwa Anda tidak harus berlarian ke sana kemari setiap saat untuk mencari makan," kata Cliffe. "Mereka membuat santai semua sistem."

Anda dapat membaca artikel ini dalam bahasa Inggris Why do sloths move so slowly di laman BBC Future.