Kisah orang-orang yang membuat arlojinya sendiri

- Penulis, Chris Baraniuk
- Peranan, BBC Future
Tertarik membuat jam tangan kita sendiri? Chris Baraniuk mencari tahu caranya.
"Ini bermula dari unggahan di Reddit," kata Matthew Wright, seorang insinyur dari Brisbane, Australia. Dia terpesona membaca berbagai kisah orang yang membuat jam tangan mekaniknya sendiri. Dia tidak pernah menyangka akan melakukan hal yang sama.
Dari bacaan di forum dia mulai mencari alat dan bahan untuk membuat jam. "Rasanya seperti menyelesaikan puzzle yang amat sulit," katanya.
Namun, tidak lama kemudian, dia selesai membuat jam tangan yang dipakai di hari pernikahannya. Jam itu berbahan baja dengan tali bewarna kecokelatan. Dia bahkan membuat empat arloji serupa untuk para pendampingnya.

"Mereka sehari-hari masih memakai jam itu. Bahagia rasanya melihat mereka menggunakannya," tutur Wright.
Dan Wright tidak sendiri. Bahkan belakangan banyak orang yang membuka bisnis penjualan jam tangannya sendiri. Memang segampang itukah membuat arloji?
Yang jelas di internet sekarang sudah ada berbagai kursus merakit arloji sendiri; mulai dari forum Reddit Watch, hingga TimeZone Watch School. Diskusi juga bisa diikuti di forum WatchUseek. Berbagai unggahan video cara pembuatan jam tangan juga ada di YouTube.
Kita juga bisa membeli berbagai alat dan bahan untuk merakit arloji dengan gampang secara online. "Orang biasanya memulai dengan mengganti lempengan penunjuk angka di jam, dan terus lanjut ketagihan merakit jam baru," cerita Wright.

Jika Wright nyaris tidak punya pengalaman di bidang perakitan, berbeda dengan Mike Hamende. Hamende sehari-hari berprofesi sebagai operator PLTN di Illinois, Amerika Serikat. Namun, di malam hari, dia hobi membuat berbagai hal; mulai dari drone, robot hingga berbagai mainan.
"Desain adalah hobi saya. Dan membuat jam tangan terasa sangat alami bagi saya," ungkapnya kala terkenang pengalaman pertamanya membuat jam tangan.
Dia menceritakan bahwa berbagai pengetahuan teknik pembuatan jam juga didapatkannya secara online, termasuk dimensi jam dan rencana desain. "Dengan informasi di internet kita bisa mulai menggambar dan mencari ukuran casing jam yang tepat," tutur Hamende.
Semuanya itu dimulai dengan membuat modelnya menggunakan perangkat lunak komputer, kemudian dicetak dan dipotong.

Pada 2013 lalu, Jan Binnendijk, seorang desainer di Belanda menemukan jam tangan tua dan sudah rusak milik ayahnya. Ketika memperbaiki jam itu, dia mengganti banyak bagian dari jam tersebut; termasuk casing, lempeng angka dan talinya. Ketika selesai, jam itu sudah terlihat baru.
Dia pun kemudian mempublikasikan foto-foto jamnya tersebut di sebuat forum arloji di Belanda. "Dan forum ini menarik perhatian seorang lelaki yang baru memulai bisnis jam. Dia butuh pembuat casing arloji," kata Binnendijk.
Mereka pun bekerja sama dan telah memproduksi 52 jam tangan. Satu buah jam dijual seharga 500 Euro atau sekitar Rp8,5 juta.
Binnendijk berfokus membuat casing jam, yang kini menggunakan bahan titanium yang kuat. Dia pun sudah mendirikan perusahaan jam tangannya sendiri, DumeT. Satu jam yang dibuat DumeT dijual dengan harga 1.990 Euro atau sekitar Rp34 juta.
Namun, kenangan saat membuat 52 arloji bersama teman-temannya tetap yang paling berkesan baginya. Dia ingat dengan jelas ketika seorang calon pelanngan sengaja datang dari Singapura ke Belanda untuk membuat jam tangan ekslusif dari mereka. Mereka bertemu di sebuah hotel bintang lima di Amsterdam.

"Bayangkan, kami hanya orang-orang biasa dan menyelenggarakan pertemuan bisnis di Hilton," cerita Binnendijk.
"Kami di atap hotel, merokok, minum bir sambil bicara soal jam, bahagia sekali," pungkasnya.
Anda bisa membaca versi asli artikel ini dalam Bahasa Inggris dengan judul The DIY makers who built their own watches di BBC Future.









