Academy Awards 2019: Sebagus apa film-film yang dinominasikan untuk kategori Film Terbaik?

Setelah nominasi Piala Oscar diumumkan, mari kita kupas satu per satu delapan film yang masuk kategori film terbaik.

Emma Stone beradu peran dengan Olivia Colman dan Rachel Weisz dalam film 'The Favourite'.

Sumber gambar, Fox Searchlight Pictures

Keterangan gambar, Emma Stone beradu peran dengan Olivia Colman dan Rachel Weisz dalam film 'The Favourite'.

The Favourite

Film teranyar sutradara Yorgos Lanthimos (The Lobster) mendapatkan lima bintang dari kritikus film kami, Nicholas Barber, yang menggambarkan film ini sebagai sebuah film yang "kotor, penuh kekerasan, dan sebuah komedi yang keterlaluan dengan lontaran kata-kata kasar serta perilaku yang bahkan lebih buruk lagi.

Hal ini akan membuat jijik siapapun yang awalnya mengira ini adalah film drama konvensional tentang kehidupan kerajaan" - meski "anehnya, menyentuh".

Berlatar di sebuah istana milik Ratu Anne (diperankan aktris Olivia Colman, yang menerima nominasi aktris terbaik untuk perannya tersebut) di awal abad ke-18, "kisah penuh intrik politik dan seks ini mendobrak berbagai aturan film drama yang kental unsur kostum-kuno-dengan-kereta-kuda-dan-rumah-pedesaan".

Naskahnya yang "cerdas" dan "penampilan para aktor yang secara garis besar, luar biasa" memastikan bahwa tak ada satu pun karakter - termasuk dua karakter yang dimainkan Emma Stone dan Rachel Weisz, di mana keduanya mendapatkan nominasi sebagai aktris pendukung terbaik Oscar - yang hanya bersifat satu dimensi.

Meskipun film ini bisa disalahtafsirkan sebagai sebuah pantomim vulgar, Nicholas berpendapat bahwa kisah film ini sebenarnya terasa seperti tragedi: "Jika saja perempuan-perempuan ini bisa bekerja sama alih-alih saling bermusuhan, mungkin saja mereka bisa mencapai sesuatu yang lebih, kan?"

'Green Book' bercerita tentang perjalanan seorang pianis kulit hitam, yang diperankan aktor Mahershala Ali, ke wilayah Amerika Selatan yang tersegregasi, ditemani seorang tukang pukul kaukasian yang diperankan Viggo Mortensen.

Sumber gambar, Universal Pictures

Keterangan gambar, 'Green Book' bercerita tentang perjalanan seorang pianis kulit hitam, yang diperankan aktor Mahershala Ali, ke wilayah Amerika Selatan yang tersegregasi, ditemani seorang tukang pukul kaukasian yang diperankan Viggo Mortensen.

Green Book

Didasarkan pada sosok dan kejadian nyata, kisah tentang seorang pianis kulit hitam (diperankan Mahershala Ali yang dinominasikan untuk kategori aktor pendukung terbaik) yang menyewa jasa tukang pukul kelab malam berkulit putih (diperankan Viggo Mortensen yang dinominasikan untuk kategori aktor terbaik) untuk mengawalnya tur ke Amerika Selatan yang tersegregasi di tahun 1962 hanya memperoleh dua bintang dari kritikus film kami, Caryn James.

Ia berpendapat bahwa "hanya orang yang belum pernah menonton film, yang tak bisa menebak ke mana arah cerita pasangan aneh, film komedi persahabatan, ini akan berujung."

Para aktornya lah yang membuat Green Book "layak tonton dan seringkali menghibur, di luar betapa mudahnya kisah ini ditebak dan sejumlah kekurangannya yang sangat kentara" - menurut James, "Kehadiran Ali sangat kuat sampai-sampai hanya dengan sekali tatap, ia bisa membawakan kedalaman peran dan pemikirannya, dan bisa membawakan sebuah karakter dengan cara yang tidak bisa disampaikan oleh sebuah skenario."

Meski demikian, hal-hal itu tidak cukup untuk menyelamatkan film yang digambarkan Caryn "bermandikan klise": sebaliknya, menurutnya, Green Book "menjadi bukti bahwa sebuah film bisa saja sangat diperhitungkan di musim penghargaan meski bukan film yang benar-benar bagus."

Jajaran aktor Black Panther mencetak sejarah baru saat memenangkan kategori paling prestisius dalam ajang Screen Actors Guild Awards 2019, yaitu deretan aktor terbaik dalam sebuah film.

Sumber gambar, Marvel Studios

Keterangan gambar, Jajaran aktor Black Panther mencetak sejarah baru saat memenangkan kategori paling prestisius dalam ajang Screen Actors Guild Awards 2019, yaitu deretan aktor terbaik dalam sebuah film.

Black Panther

Film pahlawan super pertama yang dinominasikan untuk kategori Film Terbaik ini juga merupakan film tersukses di box office Amerika Serikat - dan disanjung Nicholas karena memiliki "visi yang radikal, bahkan, lebih radikal dari film-film blockbuster Hollywood lainnya".

Sang sutradara sekaligus penulis, Ryan Coogler (Creed), mengisahkan Wakanda, sebuah negeri ultra-moderen utopis yang tersembunyi di Benua Afrika, sebagai "film Bond yang Afrosentris" yang kemudian berubah menjadi film fantasi-fiksi ilmiah.

Untuk menciptakannya, Nicholas beranggapan, Ryan lantas "mengamati setiap genre film di mana orang kulit hitam biasanya memainkan karakter sampingan, lalu, dengan penuh kecerdasan dan keberanian, ia mengombinasikan semua genre tadi dan menempatkan karakter berkulit hitam tepat di tengah pusaran cerita".

Dengan mayoritas pemain berkulit hitam, menurut Nicholas, film blockbuster ini mengubah segalanya. "Tanya dirimu sendiri: kapan terakhir kali kamu menonton film, baik yang diproduksi studio Hollywood atau bukan, yang menempatkan sebuah negara Afrika sebagai negara paling bahagia, paling makmur, dan paling maju di planet Bumi?"

Film 'Roma' dibuat sang sutradara, Alfonso Cuarón, sebagai persembahan istimewa bagi perawatnya di dunia nyata.

Sumber gambar, Netflix

Keterangan gambar, Film 'Roma' dibuat sang sutradara, Alfonso Cuarón, sebagai persembahan istimewa bagi perawatnya di dunia nyata.

Roma

Roma, film yang didedikasikan untuk perawat Alfonso Cuarón- sutradara sekaligus penulis skenarionya, adalah film yang cantik dilihat dari segi mana pun, menurut Caryn yang menilai film ini berhak mendapat lima bintang.

Memainkan karakter seorang pembantu rumah tangga di sebuah keluarga yang tinggal di Mexico City pada era 70-an, aktris Yalitza Aparicio (yang ternyata belum pernah berakting sebelumnya, namun baru saja diganjar nominasi Aktris Terbaik) "menunjukkan berlapis-lapis emosi ketika karakternya bergulat hebat dengan kenyataan saat ia menyadari bahwa dirinya hamil, lalu ditinggal pergi sang kekasih".

Dia lantas tumbuh menjadi "sosok perempuan pada umumnya sekaligus menjelma menjadi sosok pahlawan yang tegar dan tangguh."

Cuarón (yang secara pribadi menerima empat nominasi Oscar sebagai produser, sutradara, penulis skenario, juga sinematografer) menciptakan "gambar-gambar yang megah dan kompleks" sekaligus "momen-momen keseharian yang alami".

Dia "menyulap memorinya sendiri menjadi sebuah fiksi yang memukau, lalu memberikannya kepada penonton layaknya sebuah kado".

Bagi Caryn, Roma sebagai film garapan Netflix pertama yang masuk kategori Film Terbaik, hadir memenuhi eksepaktasi dan sambutan khalayak. Ia menggambarkannya sebagai "film terindah dan paling artistik tahun ini".

'BlackKklansman' dibintangi John David Washington dan Adam Driver.

Sumber gambar, Focus Features

Keterangan gambar, 'BlackKklansman' dibintangi John David Washington dan Adam Driver.

BlackKklansman

"Mungkin ini film terbaik Spike Lee setelah bertahun-tahun," demikian vonis Emma Jones bagi film yang diangkat dari kisah nyata seorang polisi keturunan Afrika-Amerika dan rekannya yang keturunan Yahudi saat menyusup ke kelompok Ku Klux Klan di tahun 70-an.

Selain "disusun dengan rapi, ditulis dengan baik, dan terlepas dari tema ceritanya, kerap keterlaluan lucunya", film ini juga penuh gaya dengan memberi "tribut bagi serial detektif keturunan Afrika-Amerika di tahun 70-an, Shaft".

Lee "jelas merasa bahwa cara untuk menghadapi rasisme adalah dengan menertawakannya" - namun kadar humor itu sendiri tidak menutupi ceritanya, dengan momen-momen di mana nuansa cerita berubah, seperti ketika Lee mengkontraskan gerakan Kekuatan Kulit Hitam (Black Power) dengan gerakan Kekuatan Kulit Putih (White Power).

"Ini adalah blockbuster-nya film Amerika," ujar Emma.

'Bohemian Rhapsody' jadi ajang Rame Malik menunjukkan kehebatan aktingnya.

Sumber gambar, 20th Century Fox

Keterangan gambar, 'Bohemian Rhapsody' jadi ajang Rame Malik menunjukkan kehebatan aktingnya.

Bohemian Rhapsody

Nicholas memberi tiga bintang saja bagi film biopik Freddie Mercury ini - namun ia mencurahkan segenap puja-puji bagi penampilan aktor Rami Malek yang berperan sebagai pentolan band Queen yang kharismatik.

Menurutnya, film ini "terlihat seperti opera sabun siang bolong dan berjalan dengan alur yang serupa dengan film-film biopik bintang rock sebelumnya".

Selain itu, menurut Nicholas, rating 12A/PG13 (layak disaksikan anak-anak di atas 12 tahun dan di bawah pengawasan orangtua) pada film ini mengundang banyak komplain, karena "pada kenyataannya, sang tokoh utama tidak bermoral sampai-sampai ia bisa saja mengajari mereka berperilaku layaknya Casanova".

Meski punggawa film ini menyadari semua masalah itu - "Mamma Mia, tentu tidak" - sang bintang utama tetap layak menerima nominasi aktor terbaik: "Malek menjadikan peran itu miliknya: ia tampak terasuki karakter Mercury, baik sebagai penampil yang khas dengan bibir manyun dan gaya bersoleknya di depan umum, juga kepribadian yang murung dan kehilangan jati diri saat sendiri".

'A Star Is Born' disutradarai sekaligus dibintangi aktor Bradley Cooper bersama bintang pop Lady Gaga.

Sumber gambar, Warner Bros

Keterangan gambar, 'A Star Is Born' disutradarai sekaligus dibintangi aktor Bradley Cooper bersama bintang pop Lady Gaga.

A Star Is Born

Tiga bintang lainnya diberikan kepada film garapan Bradley Cooper, yang membuat ulang film tahun 1937 berjudul sama - pembuatan ulang keempat sejak film aslinya dirilis, yang mendapat nominasi Academy Award untuk kategori Film Terbaik (atau kategori 'Produksi Terbaik' seperti dulu dikenal).

Menurut Nicholas, "A Star Is Born memberi perhatian yang luar biasa untuk menciptakan adegan malam di mana kedua sejoli bertemu dan berkeluyuran bersama, namun kemudian bergerak cepat menyusuri kehidupan profesional dan pribadi keduanya seperti sekadar ingin memperlihatkan foto-foto liburan seseorang.

Film ini tidak menggali lebih dalam soal siapa mereka, apa yang mereka inginkan."

Meski demikian, film ini memiliki beberapa hal yang patut diapreasiasi, salah satunya penampilan Lady Gaga (penerima nominasi Aktris Terbaik Oscar) - yang "sangat memukau, lepas, dan rendah hati dalam peran utama pertamanya sehingga ia berhak memilih film gangster atau komedi romantis manapun yang ditawarkan kepadanya. Terlepas dari itu semua, seorang bintang film telah lahir."

Christian Bale 'bertransformasi' menjadi sosok mantan wakil presiden AS, Dick Cheney, dalam film 'Vice'.

Sumber gambar, Annapurna Pictures

Keterangan gambar, Christian Bale 'bertransformasi' menjadi sosok mantan wakil presiden AS, Dick Cheney, dalam film 'Vice'.

Vice

Film biografi tentang Dick Cheney karya Adam McKay - yang juga menyutradarai The Big Short - juga menerima tiga bintang dari Nicholas.

Dia berpendapat bahwa terdapat "banyak rentetan aksi kebodohan laki-laki dan kepercayaan diri yang berlebihan" demikian juga "gimik post-modern" seperti "adegan-adegan penuh khayal, monolog yang menembus dinding keempat (melihat langsung ke arah kamera), sulih suara penuh ironi, bahkan secuil dialog berbau Shakespeare".

Meski demikian, Vice terasa "lebih fokus dan asyik ketimbang film McKay's sebelumnya karena film ini terkonsentrasi pada kehidupan seorang pria yang nyentrik dan bisa dibilang legendaris".

Christian Bale (nominator Aktor Terbaik Oscar) menjalani transformasi fisik - yang sudah menjadi ciri khasnya dalam berakting - sebagai Cheney - "dengan cepat Anda akan berhenti menyadari bahwa Bale berada di balik berlapis-lapis lateks dan mulai menerima fakta bahwa ia perlahan berubah menjadi seonggok telur dengan kacamata yang bertengger di atasnya".

Sementara Sam Rockwell (yang menerima nominasi Aktor Pendukung Terbaik) "sangat menghibur sebagai Dubya (George W. Bush) yang bodoh".

Menurut Nicholas, film ini bisa saja disampaikan dengan "amarah membara yang berlarut-larut", namun pendekatan yang McKay lakukan ternyata hanya menawarkan pemahaman yang terbatas pada sosok karakter utama.

"Vice, dengan segala kejenakaan dan kecermatannya, memperlihatkan batasan-batasan yang dimiliki McKay yang dikenal sebagai sutradara spesialis non-fiksi satire."