Racun kalajengking? Sembilan benda yang secara mengejutkan lebih berharga dibanding logam mulia

Sumber gambar, Getty Images
- Penulis, Richard Gray
- Peranan, BBC Capital
Dari kopi, krim wajah hingga penangkal racun, anda mungkin tak pernah membayangkan betapa mahal produk yang Anda gunakan.
Betapa mengenakan perak di pergelangan tangan kini tak lagi dianggap mewah dan menguntungkan.
Lain kali ketika hendak memasukkan sesendok yoghurt lezat atau es krim ke mulut, barangkali Anda patut berhenti sejenak untuk memikirkan bintik hitam kecil yang mungkin menodai makanan Anda.
Titik hitam yang sangat kecil itu adalah biji yang diserut dari vanila yang dikeringkan dan diawetkan, yang berasal dari tiga kembang vanila yang tumbuh di dataran rendah kawasan tropis.
Biji vanila itu kaya rasa, memaniskan kue, custard, coklat, dan makanan pencuci mulut. Dan yang jelas, biji vanila itu lebih berharga dibanding perak yang memiliki bobot serupa.
Anda tidak keliru membaca.
Rempah yang diambil dari kelopak vanila, yang terlihat seperti cacing tanah itu, lebih berharga dibandingkan logam berkilau yang mahal yang diidamkan bajak laut, yang kini dipasang di atas perhiasan, alat elektronik, bahkan peralatan kesehatan.
Vanila
Harga vanila memecahkan rekor tertinggi, yaitu US$600 atau Rp8,4 juta per kilogram untuk kedua kalinya sejak 2017.
Ketika itu, badai siklon menghancurkan perkebunan di Madagaskar, lokasi di mana sepertiga tumbuhan vanila di dunia ditanam.
Sebagai perbandingan, perak saat itu berharga US%538 atau Rp7,5 juta per kilogram.
Permintaan pasar atas vanila membuat harga rempah itu terus tinggi. Akibatnya, sejumlah produsen es krim memotong bahkan berhenti membuat varian vanila. Kondisi ini memicu kekhawatiran minimnya es krim vanila selama musim panas nanti.

Sumber gambar, Getty Images
Namun vanila bukan satu-satunya yang secara mengejutkan lebih berharga dibandingkan perak, dalam perbandingan gram per gram.
Berikut ini adalah benda tak terduga yang lebih bernilai daripada logam mulia.
Safron
Dipotong dengan tangan dan dalam sekali waktu hanya menghasilkan enam untaian lembut dari kembang kuning, safron adalah rempah termahal di dunia.
Butuh sekitar 150 ribu bunga untuk menghasilkan satu kilogram putik halus berwarna keemasan yang begitu didambakan para juru masak.
Kerumitan dan ketelitian para pemetik bunga, ditambah waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan dan memfermentasi safron, melonjakkan harga rempah itu.
Satu gram safron dapat dijual dengan harga antara US$5 hingga US$25 atau berkisar Rp70 ribu sampai Rp350 ribu, tergantung lokasi penanamannya.
Dalam berbagai perkiraan, harga satu kilogram safron dapat mencapai US$2000 sampai US$15 ribu alias Rp211 juta.
"Safron membutuhkan sentuhan halus ketika dipanen. Ini pekerjaan yang membutuhkan keterampilan dan harus dilakukan dengan tangan," kata Arun Kapil, pakar rempah-rempah dan pendiri perusahaan pengimpor berbasis di Irlandia, Green Saffron.
"Namun safron memberikan sentuhan emas pada setiap hal yang dijamahnya."

Sumber gambar, Getty Images
Ada pula bukti yang terus muncul bahwa safron dapat mengurangi depresi, melindungi retina, dan mencegah obesitas.
Tak heran, beberapa orang berupaya menjual safron palsu, menukar putik bunga sutera yang diwarnai, untaian buah bit atau bagian lain dari bunganya.
Sebuah kajian baru-baru ini menyebut setengah safron yang beredar di pasar palsu dan volume safron yang diekspor dari Spanyol jauh dari hasil produksi resmi yang tercatat.
Darah manusia
Setiap dari kita memiliki antara empat hingga 5,6 liter darah yang dipompa ke seluruh bagian tubuh. Ini adalah benda yang sangat vital. Kehilangan 1,4 hinga 1,8 liter darah dapat membuat kita mati.
Darah sangat berharga, tapi bagaimana jika anda ingin membeli darah orang lain?
Satu unit darah manusia, tidak kurang dari 0,4 liter, dapat dihargai setidaknya US$375 atau Rp5,2 juta, tergantung di negara apa anda membelinya.
Di pasaran, darah bernilai US$833 atau Rp11,7 juta per kilogram, sekitar 54% lebih tinggi dibandingkan harga perak.
Apabila anda ingin membeli golongan darah yang khusus, harganya dapat lebih murah, sekitar US$370 atau Rp5,2 juta. Di Inggris, untuk darah merah yang umum, harganya mencapai US$167 atau Rp3,2 juta.
Akan teteapi, untuk sel darah beku, yang telah disimpan, dicairkan, lalu dicuci, harganya melonjak hingga sekitar US1080 per unit atau US$2400 alias Rp33,8 juta per kilogram.
Angka itu sekitar 4,5 kali lipat daripada nilai jual perak dengan bobot yang sama.
Kurangnya pasokan donor darah, ditambah serangkaian tes yang harus dijalankan seseorang sebelum menerima transfusi darah, membuat nilai jual itu semakin tinggi.
Namun untuk mereka yang hidupnya telah terselamatkan transfusi darah, nilai itu barangkali tak ada harganya.
"Nilai yang nyata terletak pada kemampuan darah itu menyelamatkan pasien," kata David Roberts, profesor sekaligus konsultan hermatologis di NHS Blood dan Transplant.
"Tidak hanya vital untuk korban kecelakaan dan situasi darurat, transfusi darah juga dapat memperpanjang hidup manusia sehingga mereka dapat mengucapkan salam perpisahan dengan orang yang mereka cintai."
"Sulit menentukan harga untuk hal seperti itu," ujarnya.
Kopi
Siapapun yang pernah membeli latte di London atau americano di New York akan memahami betapa kopi itu mahal.
Terkadang, secangkir kopi seharga US$4 atau Rp56 ribu seperti tak layak dijual dengan nilai itu.
Namun tidak semua kopi diciptakan setara. Beberapa jenis kopi dapat dihargai lebih tinggi dibandingkan perak, meski berbobot sama.
Kopi luwak dihasilkan dengan mengumpulkan kotoran musang kecil di perkebunan sawit Indonesia. Satwa itu sebelumnya memakan -biji-biji kopi.
Biji yang tidak dapat mereka makan secara alami terfermentasi saat melewati usus luwak. Proses itu memberikan rasa manis yang unik saat biji kopi itu dipanggang dan diseduh.
Kopi luwak dapat dihargai US$660 atau Rp9,2 juta per kilogram, terutama jika dikumpulkan dari kotoran luwak yang hidup di alam liar.

Sumber gambar, Getty Images
Bagaimanapun, permintaan terhadap kopi itu meningkatkan perhatian di antara pecinta hewan. Bahkan figur yang memperkenalkan kopi luwak ke negara barat, Tony Wild, membuat petisi agar penjualan ini dihentikan.
Wild mengkhawatirkan pemburuan ilegal luwak., termasuk kondisi pemeliharaan mereka di tangan petani kopi tak bermoral yang hanya mengejar keuntungan.
Untuk memperuncing kampanye itu, sejumlah pakar bahkan mengklaim, meski mahal, kopi luwak tidak lebih enak dibandingkan secangkir kopi biasa.
Di luar harganya yang naik-turun, kopi luwak masih jauh dari status kopi termahal. Penghargaan itu jatuh kepada Black Ivory Coffee dari Thailand, di mana biji kopi telah melalui perut gajah Asia.
Satu kilogram kopi jenis ini dihargai US$1800 atau Rp25,3 juta.
Peminum teh juga dapat menikmati seduhan penguras dompet. Teh Da Hong Pao adalah teh oolong yang tumbuh di tanah berbatu di Pegunungan Wuyi, kawasan Fujian utara, di Cina.
Tanaman teh ini tumbuh dari segenggam semak yang tampaknya berusia 350 tahun, meski teh ini berasal dari varietas yang lebih muda dan murah.
Tahun 2002, 200 gram Da Hong Pao terjual seharga US$28.250 atau Rp397 juta. Artinya, sekilogram teh ini bernilai US$1,4 juta alias Rp19 miliar.
Angka itu 33 kali lipat dibandingkan harga emas yang saat itu terjual US$41.500 atau Rp577 juta per kilogram.
Hasil panen terakhir pohon teh itu terjadi tahun 2005 dan sepertinya tidak akan ada lagi teh varian ini.
Beberapa gram teh Da Hong Pao yang disimpan para kolektor kini hanya akan tumbuh dari segi harga jual.
Viagra
Uang tidak dapat membeli cinta, merujuk perkataan klise. Namun uang dapat membeli momen kebahagiaan yang singkat--setidaknya jika anda menggunakannya untuk membeli pil biru.
Viagra mulanya dikembangkan tahun 1989 oleh peneliti di perusahaan obat Pfizer sebagai upaya penyembuhan tekanan darah tinggi dan angina.
Namun selama uji coba, mereka mencatat sejumlah efek samping yang tidak biasa.

Sumber gambar, Getty Images
Sembilan tahun setelahnya, obat itu diberi lisensi sebagai pengobatan disfungsi ereksi pada pria dan secara cepat menjadi penyumbang keuntungan terbesar korporasi itu, melonjak hingga US$2 triliun pada 2012.
Awal tahun ini, Pfizer mengumumkan bahwa mereka menaikkan harga pil Viagra biru mereka di Amerika Serikat, naik 39% dibandingkan Januari 2017.
Menurut laporan Financial Times, 100 miligram tablet itu melonjak dari Rp800 ribu menjadi Rp1,1 juta.
Perusahaan itu telah memulai membuat versi generik obat itu, yang dijual sebagai pil putih, setelah meneken kesepakatan dengan perusahan lain untuk memproduksi produks sejenis Viagra .
Namun jelas mereka masih memiliki banyak pelanggan yang menginginkan pil biru asli.
Tentu saja, Viagra jauh dari obat termahal sepanjang masa. Sejumlah pengobatan kondisi genetik yang langka dapat bernilai puluhan ribu dolar untuk suplai tablet selama satu bulan.
Satu pil yang digunakan untuk menangani parasit yang menyebabkan toksoplasmosis berharga US$750 atau Rp10,5 juta, walau peningkatan harga itu memicu dugaan pelanggaran hukum.
Perusahaan obat yang memproduksi pil mahal ini beralasan, harga itu vital untuk menutup investasi besar yang mereka keluarkan selama penelitian, pengembangan, dan uji coba obat sebelum meluncurkannya ke pasar.
Krim sariawan
Jika harga obat hasil resep dokter tinggi, ternyata ada pula beberapa obat yang tanpa resep yang ternyata mahal.
Dalam artikel yang diterbitkan dalam Journal of Dermatology, para dermatolog Universitas Texas di Austin, Amerika Serikat, menyoroti harga salep yang melonjak.
Mereka membandingkan harga obat itu dengan barang mewah seperti Iphone dan emas, dan mereka mendapatkan hasil yang tak terduga.
Take Zovirax adalah krim yang digunakan untuk menanggulangi virus simplex yang menyebabkan sariawan. Membeli dua gram salep ini di Inggris, anda harus membayar US$6,75 atau Rp95 ribu. Artinya, satu kilogram salep itu berharga US$3.375 atau Rp47 juta.
Para peneliti di Universitas Texas menemukan fakta, keganjilan sistem asuransi kesehatan di AS menyebabkan harga salep itu meninggi.

Sumber gambar, Getty Images
Biaya Zovirax meningkat dari US$22 atau Rp300 ribu per gram tahun 2007 menjadi US$168 atau Rp2,3 juta pada 2015.
Artinya, satu kilogram krim itu di AS akan berharga Rp2,3 miliar, empat kali harga emas.
Sepertinya harga salep ini telah turun sejak kalkulasi itu, menjadi sekitar Rp676 juta per kilogram.
Ada pula obat generik yang secara umum lebih murah namun merek pesaing, Xerese, masih tetap lebih mahal. Peneliti menyebut satu kilogram salep itu berharga US$248 ribu atau Rp3,4 miliar tahun 2015.
Merujuk Dayna Diven dan koleganya di Universitas Texas yng menulis artikel itu, harga obat yang kerap digunakan untuk menyembuhkan infeksi ringan 'melonjak melebihi obat yang dianggap lebih bermanfaat bagi masyarakat'.
Krim wajah
Kecantikan adalah salah satu bisnis besar. Secara global, pasar kosmetik berharga lebih dari US$532 triliun dalam setahun, di saat para para pelanggan mereka berusaha menghentikan penuaan dengan tabung kecil berisi krim, pelembab, bedak, dan produk rambut.
Meski sebagian besar produk kosmetik itu akan melekukkan dompet, ada beberapa produk kecantikan yang bahkan dapat menyebabkan kawah di tempat penyimpanan uang anda.
Contohnya adalah Creme de la Mer yang terkenal mahal. Satu periuk kecil krim itu yang berbobot 30 mililiter dapat berharga US$162 atau Rp2,2 juta, sedangkan yang seberat 500 mililiter hampir mencapai R29 juta.
Dibuat dari kaldu fermentasi rumput laut berwarna coklat, formula akhir pelembab ini dirahasiakan secara rapat.

Sumber gambar, Getty Images
Saat belum jelas betul harga satu kilogram formula kaya nutrisi itu, 500 mililiter krim, termasuk kemasan, dijual sebesar 450 gram.
Artinya, krim ini enam kali lebih mahal dibandingkan perak.
Meski demikian, krim terkenal ini kalah mahal dibandingkan pelembab merek lain, Revive Intensite Creme Lustre, yang berharga US$385 atau Rp5,4 juta seberat 48 gram.
Artinya, satu kilogram krim itu harus ditebus dengan uang sebanyak Rp112 juta.
"Teknologi terbaru dan penelitian eksak yang panjang adalah alasan produk ini memiliki harga mewah," tegas Revive.
Tinta mesin cetak
Mungkin inilah waktunya untuk memikirkan secara cermat seberapa sering anda menggunakan tinta mesin cetak yang terdapat di sebelah komputer anda?
Meski perangkat kerasnya dapat diperoleh dengan harga yang sepertinya terjangkau, tinta yang digunakan di dalamnya memiliki nilai keuntungan bagi produsen.
Pengantian kotak tinta membutuhkan biaya antara US$8 sampai US$27 atau Rp112 ribu hingga Rp380 ribu, tergantung jenis mesin cetak yang anda miliki.
Satu kotak kecil tinta hitam dari produsen ternama berharga US$23 atau Rp324 ribu dengan volume hanya empat mililiter--cukup untuk mencetak 200 lembar.
Produsen beragumen, mereka harus menetapkan harga itu untuk menutup kerugian dari penjualan mesin cetak yang murah, termasuk penelitian dan pengembangan teknologi tinta.
Namun bukalah sebuah kotak tinta, anda akan melihat sebagian besar ruang di dalamnya berisi spons, yang didesain untuk mengawetkan dan mengeluarkan tinta.
Jika anda membayar US$1.733 atau Rp24 juta untuk satu kilogram tinta, anda mungkin lebih baik mencetak dengan perak asli.
Penangkal racun
Jika anda digigit ular atau disengat kalajengking, harga obat penangkal yang akan menyelamatkan hidup anda barangkali tidak berarti banyak karena anda memang bergegas mencari pertolongan.
Namun obat-obat penangkal racun dari ular berbisa mungkin adalah satu dari beberapa cairan yang paling mahal di dunia.
Satu botol kecil penangkal racun ini dapat berharga antara US$7.900 hingga US$39 ribu atau Rp111 juta sampai Rp550 juta, di sebagian wilayah Amerika Serikat.
Sebelumnya, sebotol kecil antibisa untuk mengobati lubang gigitan ular viper harus ditebus dengan harga US57.000 atau Rp803 juta.
Sebotol kecil antiracun itu berisi setidaknya 10 mililiter. Sulit dan berbahaya, untuk mengeluarkan antibisa itu: ular dan kalajengking harus diperah. Hasilnya kemudian dimasukkan ke binatang lain seperti domba atau kuda agar antibodi mereka dapat berkembang.
Permintaan antibisa cukup rendah. Sekitar 7000 hingga 8000 orang digigit ular di AS setiap tahun. Namun di bagian lain di dunia, seperti Afrika dan Amerika Selatan, kasusnya lebih banyak.
Namun tidak ada yang dapat menghitung rincian harga tinggi antiracun itu, menurut analisis Leslie Boyer, pendiri sekaligus direktur di VIPER Institute di Universitas Arizona, yang turut membantu pengembangan komponen darah dari antibisa venom.
Boyer menemukan fakta, hanya butuh US$14 atau Rp197 ribu untuk membuat sebotol kecil penangkal racun yang dijual seharga Rp197 juta, atau 0,1% dari total harga jual.

Sumber gambar, Getty Images
Percobaan klinis, biaya administrasi, izin, dan regulasi ditambahkan ke keseluruhan biaya, tapi dia menemukan porsi terbesar adalah biaya yang ditarik rumah sakit untuk ongkos efek samping dalam sistem asuransi kesehatan AS.
Dengan perhitungan itu, satu kilogram penangkal racun yang berbobot sama seperti air itu akan berharga US$1,4 juta atau Rp19 miliar, 2600 kali lipat lebih mahal dibandingkan perak.
Dalam kasus yang serius, butuh beberapa botol kecil antibisa untuk pasien. Jelas, anda harus berhati-hati selama berada di daerah yang banyak terdapat binatang berbisa.

Anda dapat membaca tulisan ini dalam bahasa Inggris diBBC Capital, dengan judulNine surprising things worth more than this shimmering metal.









