Mungkinkah popularitas di TikTok membuat kita kaya raya?

    • Penulis, Dougal Shaw
    • Peranan, Reporter bisnis, BBC News

Saat saya bertemu dengan Jake Sweet (alias Surfaceldn di TikTok), ia sedang sibuk.

Ia berencana terbang ke Spanyol untuk menghadiri MTV Video Music Awards sebagai bintang tamu khusus.

Selain menghadiri makan malam, dia juga diundang untuk menghadiri pesta usai acara, di mana dia bisa bertemu dengan para bintang besar - tapi yang terbaik dari semuanya, kata pria berusia 21 tahun itu, dia akan bertemu dengan influencer atau pemengaruh media sosial yang ia kagumi.

Ia diundang sebagai tamu karena jumlah pengikutnya di TikTok sudah melampaui angka 3 juta (lebih dari dua kali lipat dari bintang pop Dua Lipa).

Kehadirannya di acara tersebut akan membantu promosi ajang penghargaan tersebut, selain juga makin mengangkat profilnya.

Tapi setelah pesta usai, ia akan kembali menginjak tanah. Ia akan kembali ke ruang kelas di University of Nottingham, Inggris.

Di luar perkuliahannya, Jake membuat video-video lucu dan kreatif di TikTok, sambil kadang-kadang mengunggah keisengannya. Misalnya, suatu ketika ia memberi kejutan untuk abangnya dengan mengisi selimut dengan pop corn.

Tapi ia juga dikenal karena trik-triknya dengan orbeez, atau manik berbasis air berwarna-warni yang dapat berubah warna di dalam air.

Ia memulai akun TikTok untuk bersenang-senang di bulan November 2018. Videonya mengundang puluhan ribu pengguna yang rajin menonton videonya.

Sekarang, temui Felicity Harfin (alias @refelicity) dan dua bocah laki-lakinya.

Felicity tinggal di Edinburgh, Inggris, dan pernah bekerja di bagian pemasaran.

Dia menemukan TikTok tahun lalu dan memutuskan membuat beberapa video yang menyenangkan. Akunnya mulai populer setelah ia melibatkan kedua anaknya.

Di musim panas lalu, dia mengunggah video tentang misi "membalas dendam" terhadap kedua anaknya.

Dalam serial video tersebut, seolah tangannya terjepit pintu mobil. Lalu di video lain ia menjebak anak-anaknya sehingga mereka memoleskan kacang panggang ke wajah mereka.

Baru setengah seri, video-videonya secara konsisten ditonton dua juta kali, bahkan salah satu video ditonton hingga 13 juta kali.

Ia kini sudah diikuti 1,8 juta pengguna dan ia menjadikan membuat konten TikTok sebagai pekerjaannya,

TikTok adalah aplikasi media sosial asal China yang memungkinkan penggunanya mengunggah video pendek. Versi internasional dari aplikasi tersebut menarik lebih dari 1 miliar pengguna.

Pada 2019, TikTok menjadi aplikasi kedua paling banyak diunduh di dunia setelah WhatsApp.

Aplikasi ini dimiliki oleh ByteDance dan tergabung dengan aplikasi lip-sync Musical.ly.

Yang membuat TikTok berbeda dari platform media sosial lainnya adalah caranya menemukan video untuk para penggunanya.

Selain melihat video yang diunggah oleh teman, pengguna juga mendapat rekomendasi video berdasarkan algoritma perangkat lunak perusahaan.

Berbeda dari Facebook, yang merekomendasikan konten berdasarkan aktivitas teman-teman, TikTok menganalisis perilaku pengguna secara lebih mendalam untuk membaca seleranya. Buat konten yang tepat dan Anda dapat menarik jutaan pasang mata.

Hal ini menjelaskan mengapa TikTok memiliki daya tarik luar biasa. Teorinya, siapa saja bisa menjadi bintang TikTok - Anda tidak perlu menjadi bintang televisi atau atlet terkenal untuk membuat video viral.

Tambahkan faktor tagar berbagai macam tantangan dan pengalamannya akan menjadi serupa pertunjukan bakat.

Pada platform yang lebih dulu populer seperti YouTube dan Instagram, influencer sudah berhasil menghasilkan jutaan melalui pendapatan iklan dan promosi berbayar.

Lalu, dapatkan influencer yang berhasil memecahkan teka-teki TikTok menghasilkan banyak uang, mengingat jangkauannya yang luas?

Jake mendapatkan pemasukan yang tak seberapa, tapi cukup konsisten melalui TikTok yang bisa membantu dia selama kuliah - setidaknya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Tapi sebagian besar uang yang ia dapatkan akan ia gunakan untuk membeli perlengkapan untuk membuat video berikutnya, katanya.

Membuat beberapa video dalam sehari sangat menghabiskan waktu - bahkan video berdurasi sepanjang 15 detik membutuhkan satu jam rekaman. Ia harus bekerja ekstra keras untuk memastikan studinya tidak terganggu.

Tapi ia mendapatkan hal-hal menarik seperti undangan ke acara pesta, dan pengalaman sebagai selebritas media sosial.

"Saya mendapat uang dari promosi berbayar," katanya.

"Saya sudah bekerja sama dengan Amazon Music, rapper Trippie Redd dan Juice Wrld."

"Mereka bilang 'kami butuh kamu mempromosikan lagu ini, dengan membuat video dengan latar lagu ini, lalu aku membuat video berdasarkan kreativitasku."

Jake mendapatkan penghasilan melalui perusahaan bernama Fanbytes, salah satu agensi digital yang melayani para influencer.

Beberapa agensi lain yang lebih dulu terkenal termasuk OP Talent, didirikan pada 2012, yang mengelola bintang game seperti KSI, dan Glam Futures, yang mengelola YouTuber Zoe Sugg.

Timothy Armoo mendirikan Fanbytes pada 2017 dengan sesama ilmuwan komputer yang ia temui di universitas.

Perusahaan itu sibuk menggaet pengguna Snapchat dan TikTok, berfokus pada "Gen Z" dan pasar pengguna di kisaran usia 18-21.

Perusahaan tersebut menggunakan algoritma untuk memprediksi pengguna mana yang akan naik daun.

Perangkat lunaknya juga mengukur siapa yang bisa merayu pengikutnya untuk membaca sebuah tautan - atau dikenal sebagai "kemampuan konversi".

Setelah itu, keputusan yang dibuat oleh manusia menentukan apa yang terjadi berikutnya.

"Kita ingin orang yang dapat menciptakan apa yang kita sebut 'advertainment'," kata Armoo. Ini tampak seperti gabungan dari kesenangan dan konten berbayar, sambil menjaga apa yang ia sebut sebagai "kualitas ala anak tetangga".

Armoo menghubungkan para influencer dengan merek dagang seperti Deliveroo hingga pemerintah, yang membutuhkan bantuannya untuk berkampanye tentang upah minimum ke audiens BAME.

Bintang TikTok paling terkenal di Inggris

  • Holly H @hollyh - dansa dan gaya hidup - 16,4 juta pengikut
  • Jamil dan Jamel Neffati @neffatibrothers - dansa dan humor - 8,6 juta pengikut
  • Luca Gallone @lucagallone - pesulap - 7,3 juta pengikut
  • Abby Roberts @abbyrartistry - make-up artist - 6,6 juta pengikut
  • Bobbie @bobbie - gaya hidup dan humor - 5,8 juta pengikut

Sumber: TikTok

Para influencer dapat menghasilkan penghasilan tahunan hingga lebih dari Rp400 juta jika mereka memiliki lebih dari dua juta pengikut di TikTok, kata Armoo, lewat konten berbayar, pertunjukan dan merchandise.

Sekarang, temui Shauni Kibby (alias @itzshauni).

Shauni dikenali oleh remaja di jalanan berkat kiprahnya di TikTok, di mana ia berhasil menggaet 3,2 juta pengikut.

Ia bergabung dengan Musical.ly pada 2016. Dalam lima hari, videonya mendapat 10.000 likes dan ia kemudian menyadari potensinya.

Anda dapat melihat mengapa videonya menarik penonton muda. Berbagai videonya termasuk tentang pusat permainan, trik untuk memukau teman, tarian, atau humor tentang cinta dan hubungan.

TikTok kini memberinya cukup uang untuk hidup dan membeli pakaian - tapi tidak sebanyak dugaan Anda, mengingat jumlah penggemarnya.

Sara McCorquodale, yang mengelola platform intel influencer CORQ yang mempelajari tren TikTok, sepakat bahwa sulit memprediksi nilai platform tersebut.

Sementara ia memprediksi merk dagang yang akan mengeluarkan dana tahun ini, model untuk membayar influencer harus berbeda dengan YouTube atau Instagram, karena "tren jangka pendek mendominasi apa yang populer sama halnya dengan pribadi (selebritas)."

"Ini seperti internet sebelum Facebook, sangat cepat dan tidak dapat diprediksi."

TikTok sibuk bergerak ke arus utama dengan iklan, dan memperluas operasi di London. Perusahaan tersebut harus mengelola bagaimana influencer menghasilkan uang melalui platform mereka secara lebih hati-hati.

"Jika kamu membuat konten berbayar maka kamu harus melakukannya secara eksplisit dan jika merek dagang atau influencer tersebut tidak melakukannya, mereka dapat diberi sanksi oleh otoritas periklanan (ASA)," kata McCorquodale.

"Bahkan saat kamu menggunakan pakaian yang merupakan pemberian, fakta itu harus terjelaskan."

Tidak semua influencer di TikTok menjalankan aturan tersebut saat ini, dan influencer Instagram baru-baru ini dinonaktifkan karena dianggap tidak bertanggung jawab dan tidak jujur mengenai promosi produk.

TikTok mengatakan "setiap video yang diunggah sebagai iklan akan diulas untuk memastikan iklan tersebut sejalan dengan aturan ASA."

Perusahaan tersebut juga secara berkala membagikan aturan ASA kepada para kreator, dan jika ada influencer yang memberi tahu bahwa video tertentu merupakan iklan, video tersebut akan muncul dengan tagar #ad.

Popularitas TikTok menarik perhatian pengamat dan otoritas terkait dengan kemungkinan pelanggaran privasi dan keselamatan pribadi.

TikTok didenda di Amerika Serikat karena menahan data anak di bawah usia 13 tahun dan baru-baru ini juga dikritik karena meme yang dikenal sebagai tantangan pemecah tengkorak.

Jake berencana menyelesaikan studinya dan bekerja penuh waktu sebagai influencer media sosial, berfokus pada TikTok.

"Aku ingin ini menjadi pekerjaan untukku," katanya.

Ikuti Dougal di Twitter: @dougalshawbbc