Banjir di Pacitan dan Yogyakarta, dampak 'keserakahan pada alam' dengan kerugian triliunan rupiah

Sumber gambar, BPBD Purworejo
Sejak Selasa (28/11) malam, tagar #PrayForPacitan muncul dan digunakan untuk menyoroti bencana banjir akibat siklon tropis Cempaka yang terjadi bukan hanya di Pacitan, tapi juga sampai ke DI Yogyakarta, Wonogiri, dan Ponorogo.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa banjir, longsor, dan puting beliung di daerah-daerah itu menyebabkan 19 orang meninggal.
Tagar #PrayForPacitan sudah digunakan 12.400 kali, atau mengalami peningkatan 618.250%, sementara tagar #PrayForGunungKidul hanya dipakai dalam 515 cuitan, dan tagar #PrayForJogja hanya dipakai 2.800 kali.
Penggunaan tagar lain, #PrayForYogyakarta, malah cuma 93 cuitan. Namun dalam pencarian Google, kata "Jogja", "Yogyakarta", dan "Cuaca Jogja" menjadi tiga istilah yang paling banyak dicari dalam 10 pencarian terbesar.

Sumber gambar, Crowdtangle
Presiden Joko Widodo lewat cuitannya sudah menyatakan bahwa, "Pemerintah daerah dan pemerintah pusat sedang melakukan berbagai upaya di lokasi, semaksimal mungkin."
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 1
Sementara itu, Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta, dalam cuitannya menulis, "Keserakahan pada alam menjadi derita masyarakat tak berdosa," soal bencana di Pasuruan, sembari membagikan foto-foto yang menampilkan dampak bencana.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 2
BNPB menyatakan bahwa dampak siklon tropis Cempaka telah menyebabkan bencana banjir, longsor dan puting beliung yang di wilayah Jawa, tetapi DI Yogyakarta, Wonogiri, Pacitan dan Ponorogo adalah daerah yang paling terdampak karena berjarak paling dekat dengan siklon tropis Cempaka.
"Cuaca ekstrem telah menyebabkan banjir, longsor dan puting beliung di 28 kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali," kata Sutopo Purwo Nugroho, jubir BNPB dalam pernyataan yang diberikannya.

Sumber gambar, BNPB
Kerugian triliunan rupiah
Data sementara yang dihimpun Posko BNPB, bencana tersebut terjadi Kabupaten Situbondo, Sidoarjo, Pacitan, Wonogiri, Ponorogo, Magetan, Serang, Cilacap, Sragen, Boyolali, Trenggalek, Sukabumi, Purworejo, Magelang, Tulungagung, Semarang, Klaten, Malang, Wonosobo, Klungkung, Kota Yogyakarta, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman, Bantul, Kudus, dan Sukoharjo.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 3
Banjir, menurut BNPB, masih merendam Pacitan, Magetan, Wonogiri, dan Klaten.Â
Bencana ini menyebabkan 19 orang meninggal dunia, dengan rincian empat orang adalah korban banjir dan 15 lainnya korban longsor.

Sumber gambar, BNPB
Ribuan rumah, ribuan hektare lahan pertanian, dan fasilitas publik terendam banjir.
"Aktivitas masyarakat lumpuh total di Wonogiri, sebagian daerah di Yogyakarta dan Pacitan. Jalan lintas selatan yang menghubungkan Wonogiri hingga Ponorogo juga lumpuh karena tertutup longsor. Kerugian dan kerusakan ekonomi diperkirakan triliunan rupiah. Pencarian dan penyelamatan korban longsor di Pacitan masih dilakukan," ujar Sutopo.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 4
Di media sosial, percakapan soal bencana yang terjadi cukup beragam. Beberapa akun memberikan informasi terbaru soal kondisi banir dan pengungsi.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 5
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 6
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 7
Sementara, masih ada juga yang saling menuduh bahwa aksi penyelamatan yang dilakukan adalah soal pencitraan.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 8
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 9
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 10
Pengguna yang lain pun menggemakan sentimen yang juga disebut oleh Dedi Mulyadi, yaitu soal faktor kerusakan alam yang menjadi penyebab bencana. "Semoga hujan 2 hari ini membawa berkah, menyadarkan manusia dampak dari serakah dan pembangunan yg semakin membabi buta," cuit @DewiMariati.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 11
Siklon Cempaka, keempat sejak 2008
Sebelumnya, BMKG mengatakan, Siklon Cempaka merupakan siklon keempat yang dicatat Pusat Peringatan Dini Siklon Tropis sejak 2008.
BMKG mendeteksi Siklon Durga di barat daya Bengkulu pada 2008 dan Siklon Anggrek pada tahun yang sama di perairan barat Sumatera.
Siklon tropis terakhir yang muncul di Indonesia adalah Siklon Bakung di barat daya Sumatra pada 2014.
Menurut Ramlan, Kabid Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, negara di kawasan tropis seperti Indonesia biasanya jarang dihantam badai dan menambahkan perubahan fenomena alam berkaitan dengan variabilitas atau kecenderungan iklim yang berubah-ubah.
Namun Ramlan enggan menyebut fenomena alam ini disebabkan perubahan iklim akibat pemanasan global karena variabilitas iklim juga dapat membuat pergeseran waktu datangnya musim atau tingkat curah hujan di suatu daerah.










