Kontroversi GIF WhatsApp, ancaman 'porno' dari foto bergerak?

Sumber gambar, Justin Sullivan/Getty
Sejumlah warga mendesak pemerintah soal GIF 'pornografi' dalam layanan pesan WhatsApp. Dari mana desakan itu bermula?
''Moms, hati-hati ya. Sekarang video porno bisa disearch lewat WA.''
Pesan berantai ini bersirkulasi dalam grup-grup Whatsapp sepanjang akhir pekan, memberikan peringatan kepada para orang tua termasuk secara mendetail memberi langkah-langkah cara menemukan 'konten porno' tersebut.

Ujungnya, orang tua yang resah pun mengadukan WhatsApp ke Kominfo hingga akhirnya pemerintah kemarin mengultimatum layanan pesan tersebut untuk 'membersihkan' platform dari konten asusila. Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Pangerapan, mengatakan lewat tenggat yang ditentukan, 'akan kami Telegram-kan (blokir)'.
Adapun, sepanjang hari ini layanan GIF WhatsApp tidak bisa diakses lagi. Pesan pada layar berbunyi 'cek koneksi internet di telepon dan coba lagi'.
Semuel saat dihubungi BBC Indonesia mengatakan dia tidak jelas apakah layanan tersebut tidak bisa diakses lantaran pemerintah memblokir 9 DNS penyuplai konten GIF ke WhatsApp atau karena WhatsApp yang sudah menutupnya bagi pengguna di Indonesia. ''Kami sedang investigasi juga, kenapa hari ini tidak bisa. Apakah sudah ditutup atau dampak dari penutupan 9 DNS Tenor (salah satu produsen konten GIF di WhatsApp). Belum tahu,'' kata Semuel.
Namun, belakangan, pihak Kominfo menyatakan bahwa keinginan pemerintah sudah dipenuhi WhatsApp sehingga Indonesia pun mencabut ancaman membekukan layanan tersebut di Indonesia.
Fitur GIF di WhatsApp mulai diperkenalkan tahun lalu, bekerja sama dengan produsen GIF seperti Giphy dan Tenor. Awalnya, hanya pengguna ponsel iPhone yang bisa memakai fitur tersebut, tetapi mulai Maret 2017 pengguna Android juga bisa menggunakannya. Dalam medium di mana kata-kata menjadi sangat terbatas, dampak emosional dari GIF menjadi lebih mengena, ini alasan mengapa GIF disukai pengguna.
Reaksi warganet
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 1
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 2
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 3
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 4
Akun @rezatrisap merespon kontroversi GIF WhatsApp dengan GIF yang memperlihat seseorang memberi ciuman perpisahan sambil menangis.
Sedangkan akun @chochic memasang emoji tepuk jidat dan berkicau bahwa para 'orangtua yang mendesak pemerintah seharusnya melaksanakan tanggung jawabnya: mendidik anak tentang reproduksi dan membatasi penggunaan gawai'. Lebih jauh, dia juga berkicau bahwa Indonesia cenderung vokal menuntut hal-hal terkait 'nilai moral' ketimbang mempersoalkan layanan publik seperti sistem transportasi atau air minum.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 5
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 6











