Seperti apa timnas Inggris di bawah Sam Allardyce?

Sumber gambar, PA
- Penulis, Mohamad Susilo | @susilo
- Peranan, Wartawan BBC Indonesia
Sam Allardyce telah resmi diangkat menjadi manajer tim nasional Inggris, menggantikan Roy Hodgson menyusul kekalahan Inggris dari tim kecil Islandia di Piala Eropa 2016.
Seperti apa permainan Inggris di bawah pelatih yang mendapat sebutan Big Sam ini?
Para komentator sepak bola di Inggris mengeluarkan analisis tentang perkiraan permainan Inggris berdasarkan rekam jejak Allardyce di klub-klub yang pernah ia pimpin, seperti Bolton, West Ham, dan Sunderland.
Ketika mengasuh Bolton dan West Ham, Allardyce sukses membawa kembali dua klub ini ke Liga Primer.
- <link type="page"><caption> Sam Allardyce hampir pasti bos baru timnas Inggris</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/07/160720_olahraga_inggris_allardyce.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> FA resmi angkat Allardyce sebagai pelatih Inggris</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/07/160722_olahraga_inggris_allardyce.shtml" platform="highweb"/></link>
Di bawah kepemimpinannya, Bolton juga naik peringkat ke tim papan tengah di divisi utama liga Inggris.
Pendek kata, di tengah persaingan yang sangat ketat di Liga Primer, catatan Allardyce bisa dikatakan sangat mengesankan, apalagi di tim-tim yang ia asuh tidak ada nama-nama besar seperti yang dimiliki Manchester United, Man City, Chelsea, atau Arsenal.
Para bekas pemain Allardyce mengatakan kelebihan Allardyce adalah kemampuannya memotivasi pemain dan pemanfaatan teknologi dan data untuk mendongkrak kinerja pemain di lapangan.
'Diadopsi' Islandia
Ia juga sangat rapi menyiapkan pertandingan dan bisa membaca dengan jeli taktik lawan.
Dalam berbagai kesempatan ia mengaku sangat bangga bisa membuat frustrasi manajer lawan seperti Arsene Wenger dan Jose Mourinho.
Model permainan Allardyce sangat lugas (direct).
Tapi sejatinya tetap enak ditonton, seperti yang sering diperlihatkan oleh tim Bolton.
Serangan sering kali berawal dari umpan-umpan panjang yang langsung diarahkan ke penyerang tengah Kevin Davies, yang didukung penuh oleh pemain-pemain seperti Youri Djorkaeff dan Jay-Jay Okocha, yang dikenal jeli mengatur bola.
Wartawan sepak bola The Guardian, Michael Cox, menulis bahwa di Piala Eropa tim-tim yang mendasarkan serangan pada umpan-umpan pendek kesulitan menerobos tim-tim yang punya pertahanan solid.
Islandia, yang sukses menyingkirkan Inggris di babak 16 besar, adalah tim kecil yang sebenarnya memakai pendekatan ala Allardyce dengan banyak memanfaatkan umpan-umpan panjang, baik dari bawah maupun melalui lemparan ke dalam, ulas Cox.
Tak sedikit yang meragukan penunjukan Allardyce, tapi melihat modal pemain yang ada sekarang, bisa jadi ia adalah figur terbaik untuk melatih Inggris.









