Manajer Sunderland ingin aturan kartu merah diubah

Sumber gambar, Reuters
Manajer Sunderland, Sam Allardyce, mengatakan bahwa aturan yang membuat seorang pemain dikartu merah setelah timnya diganjar penalti harus diubah.
Sunderland unggul berkat keputusan wasit Robert Madley yang memberikan penalti pada menit ke-44 dan mengusir pemain Newcastle United, Fabrio Coloccini, setelah dia mendorong Steven Fletcher.
Pertandingan itu berakhir 3-0 untuk kemenangan Sunderland, pada Minggu (25/10).
“Sayangnya itu sudah peraturan. Saya pikir penalti cukup. Pelanggaran terjadi dan cukup penalti yang diberikan. Pendukung kami tidak akan setuju, tapi sebagai orang sepak bola saya ingin peraturannya diubah,” kata Allardyce.
Sebagaimana tercantum dalam Peraturan 12 Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), wasit berhak mengusir seorang pemain apabila dia melanggar pemain lawan yang sedang bergerak dan memiliki peluang besar mencetak gol. Selain mengusir pemain yang melanggar, wasit akan memberikan tim lawan tendangan bebas atau tendangan penalti.

Sementara itu, di kubu Newcastle United, manajer Steve McClaren mengatakan penalti dan kartu merah membuat tim asuhannya dihajar dua kali dan hasil 3-0 tidak mencerminkan jalannya pertandingan.
“Kami adalah tim yang jauh lebih baik. Momen penentuan ialah ketika dua keputusan wasit yang salah. Bolayang ditendang Gini Wijnaldum pada babak pertama mengenai tangan Lee Cattermole. Namun bagi mereka itu bukan penalti,” kata McCLaren.
Saat ini baik Sunderland maupun Newcastle United berada dalam zona degradasi klasemen sementara Liga Primer. Keduanya sama-sama mengantungi enam angka, namun Sunderland memiliki selisih gol yang lebaih baik.









