Mantan PM Italia jual AC Milan ke konsorsium asal Cina

Klub sepak bola Italia, AC Milan, dijual pemiliknya, mantan Perdana Menteri Silvio Berlusconi, ke sebuah konsorsium asal Cina.

Konsorsium tersebut, menurut Berlusconi, akan membayar setidaknya 400 juta euro atau setara dengan Rp5,8 triliun selama dua tahun mendatang. Namun, Berlusconi menolak menyebutkan identitas para pebisnis di balik konsorsium itu.

“Milan kini telah bertolak melalui jalur ini menuju Cina,” kata Berlusconi.

  • <link type="page"><caption> Klub bola Spanyol harus kembalikan jutaan dolar uang pajak </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/07/160704_olahraga_realmadrid_pajak" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Manajer Liga Primer mulai khawatir dengan Liga Super Cina </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/02/160209_olahraga_liga_super_cina" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Miliarder Cina beli saham Atletico Madrid</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/01/150121_cina_atletico_madrid" platform="highweb"/></link>

Penjualan AC Milan diputuskan setelah perusahaan induk Fininvest yang dimiliki keluarga Berlusconi dilaporkan berunding secara intensif dengan sekelompok investor asal Cina pada Mei lalu.

Dalam perundingan tersebut, para investor itu sepakat membeli 80% saham AC Milan dan dalam jangka waktu tertentu akan mengambil alih sisa 20%.

AC Milan sendiri merupakan salah satu klub tersukses di Eeropa. Namun, klub itu kini menderita kesulitan keuangan. Tahun lalu saja, Il Rossoneri—julukan AC Milan—mencatat kerugian senilai 93,5 juta euro atau Rp1,3 triliun.

Pengambilalihan AC Milan oleh pebisnis atau perusahaan Asia menegaskan tren yang berlangsung beberapa bulan terakhir. Pada Juni lalu, Inter Milan dijual ke perusahaan ritel elektronik Cina, Suning Commerce Group.

Kemudian pebisnis asal Cina, Tony Xia, resmi memiliki klub Aston Villa asal Inggris dengan membayar 76 juta pound atau Rp1,3 triliun.