Kalah 0-1 dari Peru, Brasil tersingkir dari Copa America

Sumber gambar, Getty
Pelatih tim nasional Brasil, Dunga, mengatakan tak khawatir dengan masa depannya, setelah Brasil tersingkir di babak penyisihan grup Copa Amerika.
"Saya hanya takut dengan mati," kata Dunga, setelah timnya dikalahkan Peru 0-1 di Foxborough Stadium, Massachusetts, Amerika Serikat.
Brasil untuk pertama kalinya gagal melewati babak penyisihan grup dalam 30 tahun terakhir.
- <link type="page"><caption> Copa America 2015: Neymar diusir wasit</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/06/150618_sport_brasil_neymar.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Copa America 2015: Tanpa Neymar, Brasil ke perempat final</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/06/150622_sepakbola_brasil_copa.shtml" platform="highweb"/></link>
"Ketika Anda bekerja di tim nasional Brasil, Anda sudah memperkirakan akan ada kecaman jika Anda tidak mencatat hasil yang memuaskan," katanya.
Ia mengatakan bahwa gol Peru mestinya tak disahkan karena pemain yang mencetak gol, Raul Ruidiaz, menyentuh bola sebelum memasukkannya ke gawang Brasil.

Sumber gambar, AFP
"Itu jelas handsball," kata Dunga.
Target Dunga
Para pemain Brasil memprotes gol tersebut, namun wasit Andres Cunha tetap mengesahkan gol setelah berkonsultasi dengan petugas pertandingan.
Kekalahan ini membuat Brasil berada di posisi tiga Grup B, di bawah Peru dan Ekuador, yang memastikan diri lolos ke babak perempat final.
Di babak delapan besar Peru akan berhadapan dengan Kolombia sementara Ekuador akan melawan Amerika Serikat.
Dunga -jika tetap menjabat sebagai pelatih- akan memimpin tim sepak bola Brasil di Olimpiade di Rio Agustus mendatang.
Ia diberi target menaikkan kembali prestasi timnas setelah kalah memalukan 7-1 dari Jerman di semifinal Piala Dunia dua tahun lalu.









