Ecclestone 'remehkan' pembalap perempuan F1

Bernie Ecclestone

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Bukan pertama kali Bernie Ecclestone mengeluarkan komentar kontroversial.

Bos Formula 1, Bernie Ecclestone, mengatakan pembalap perempuan tidak akan 'dianggap serius' di F1 dan yakin perempuan 'secara fisik' tidak mampu mengemudi mobil kencang.

Komentar yang kontroversial itu disampaikannya dalam sebuah konferensi periklanan.

Dia menambahkan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, 'seharusnya memimpin Eropa' dan mengungkapkan dukungan kepada calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

  • <link type="page"><caption> FIA setuju kembali ke format lama kualifikasi F1</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/04/160411_olahraga_formula1" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Enam panduan menyaksikan balapan Formula 1</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/03/160320_sport_explainer_panduan_f1" platform="highweb"/></link>

Komentarnya atas pembalap perempuan F1 ini memicu sejumlah reaksi, antara lain dari Pippa Mann -pembalap perempuan Inggris yang sudah empat kali ikut balapan Amerika Serikat, Indianapolis 500, dan merebut juara Indy Lights.

Pippa menulis pesan twitter: "Uh. Kita ke sini lagi" dengan menggunakan tagar #HereWeGoAgain

"Mungkin ada orang yang sebaiknya mengingatkan dia bawah IndyCar tidak punya power steering (yang membuat kemudi jadi ringan), dan kami cukup kuat untuk menyetirnya," tambah Pippa.

Bukan pertama kalinya Ecclestone mengungkapkan komentar kontroversial, antara lain tahun 2009 ketika memuji Adolf Hitler sebagai 'pria yang mampu membereskan banyak hal'.

Kali ini pria Inggris berusia 85 tahun tersebut juga berpendapat para pendatang tidak memberikan sumbangan bagi Inggris Raya.

Padahal juara Formula 1, Lewis Hamilton, adalah warga Inggris yang merupakan cucu pendatang yang berasal dari Karibea dan Grenada.