Manajer Leicester anggap persaingan gelar juara Liga Primer masih terbuka

Dengan menyisakan delapan pertandingan, The Foxes—julukan Leicester—unggul lima poin dengan pesaing terdekatnya, Tottenham.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Dengan menyisakan delapan pertandingan, The Foxes—julukan Leicester—unggul lima poin dengan pesaing terdekatnya, Tottenham.

Manajer Leicester City, Claudio Ranieri, menepis anggapan bahwa perburuan gelar juara Liga Primer hanya menyisakan dua pesaing, yaitu Leicester dan Tottenham Hotspur.

Leicester kini berada di puncak klasemen sementara Liga Primer <link type="page"><caption> usai mengalahkan Newcastle 1-0</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/03/160314_olahraga_leicester_newcastle" platform="highweb"/></link>. Dengan menyisakan delapan pertandingan, <italic>The Foxes</italic>—julukan Leicester—unggul lima poin dengan pesaing terdekatnya, Tottenham.

Adapun Arsenal berada di peringkat ketiga dengan mengumpulkan 52 poin atau 11 angka dari Leicester. Sedangkan Manchester City yang menempati urutan empat, terpaut 12 angka.

Ketika ditanya apakah hanya Leicester atau Tottenham yang berpeluang menjadi juara, Ranieri berkata: “Tidak, persaingan masih terbuka.”

“Kami bertarung untuk (mendapat posisi di kejuaraan) Eropa dan mungkin dengan empat atau lima pertandingan tersisa kami mungkin berjuang untuk (mendapat tiket ke) Liga Champions,” tambahnya.

Sejarah Liga Primer mencatat, jarang bagi sebuah tim yang memimpin klasemen dengan jeda cukup banyak pada tahap akhir musim dan tidak meraih gelar juara.

Sumber gambar, bbc

Keterangan gambar, Sejarah Liga Primer mencatat, jarang bagi sebuah tim yang memimpin klasemen dengan jeda cukup banyak pada tahap akhir musim dan tidak meraih gelar juara.

Sejarah Liga Primer mencatat, jarang bagi sebuah tim yang memimpin klasemen dengan jeda cukup banyak pada tahap akhir musim dan tidak meraih gelar juara.

Pada musim 1997-1998, Manchester United unggul enam poin dari Arsenal setelah menjalani 33 pertandingan. Namun, akhirnya Arsenal yang menjadi juara karena klub asal London utara itu masih menyisakan tiga pertandingan lagi.

Empat tahun lalu, Manchester United asuhan Sir Alex Ferguson juga kehilangan gelar juara walau sempat memimpin klasemen dengan keunggulan delapan poin. Namun, pada enam pertandingan terakhir, Manchester City sanggup mengejar ketertinggalan dan dinobatkan sebagai juara.

Lalu, dua musim lalu, Liverpool yang memimpin klasemen dengan keunggulan lima poin dari Chelsea, kehilangan gelar juara dari Manchester City yang mampu menyodok dari peringkat tiga.

Claudio Ranieri (kanan) menolak mendiskusikan peluang tim asuhannya menjadi juara.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Claudio Ranieri (kanan) menolak mendiskusikan peluang tim asuhannya menjadi juara.

“Ada begitu banyak orang yang bermimpi, namun kami harus terus bekerja keras,” kata Ranieri, yang terus <link type="page"><caption> menolak mendiskusikan peluang tim asuhannya menjadi juara</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/03/160306_olahraga_leicester" platform="highweb"/></link> untuk pertama kali.

“Saya ingin bertarung di setiap pertandingan. Kini konsentrasi kami terletak pada Crystal Palace, pertandingan yang sulit. Kami akan bertempur di sana,” ujar pria asal Italia itu.

Untuk menjadi juara, <link type="page"><caption> Leicester memerlukan 20 poin</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/02/160212_olahraga_leicester" platform="highweb"/></link> dari delapan laga tersisa.