Norwich temukan strategi meredam Leicester City

Sumber gambar, PA
Strategi untuk meredam Leicester City akhirnya ditemukan oleh Norwich dan besar kemungkinan akan diadopsi klub-klub lain ketika menghadapi tim yang saat ini berada di <link type="page"><caption> posisi puncak klasemen Liga Primer</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/02/160207_olahraga_leicester.shtml" platform="highweb"/></link> tersebut.
Bos Norwich, Alex Neil, menerapkan taktik ini di laga hari Sabtu (27/02) di kandang Leicester di Stadion King Power.
Memang tuan rumah akhirnya menang 1-0 berkat gol Leonardo Ulloa di menit ke-89, tapi selama 89 menit sebelumnya, Norwich praktis membuat barisan penyerang Leicester frustrasi.
Neil menerjunkan tiga pemain untuk posisi poros halang, satu orang di antaranya ditugaskan sebagai penyapu bola yang datang dari para pemain depan Leicester.
Pemain ini selalu berada di belakang yang membuat pertahanan Norwich makin kokoh, sementara di sisi lain para penyerang Leicester sangat sulit menemukan celah untuk mencoba masuk ke jantung pertahanan Norwich.
"Saya cermati bagaimana tim-tim lain menghadapi Leicester ... satu-satunya tim yang menempatkan tiga poros halang adalah Manchester United," papar Neil.
Adaptasi Leicester
"Saya menyaksikan pertandingan ini yang berakhir 1-1, tapi mestinya United menang. Saya mengambil pendekatan yang sama dan ternyata ini membantu kami saat melawan Leicester," kata Neil.
Dalam pertandingan Leicester-Norwich, para pemain Leicester hanya bisa menembak bola tiga kali ke gawang Norwich dan itu pun setelah pertandingan berjalan 58 menit.
Dari tiga tendangan tersebut, satu di antaranya berbuah gol.
Wartawan sepak bola koran Inggris The Guardian, Stuart James, menganalisis bahwa tak ada ruang bagi Jamie Vardy untuk menembus pertahanan Norwich.
Riyad Mahrez dan Marc Albrighton juga gagal memanfaatkan lebar lapangan di hampir sepanjang pertandingan.
Kini, taktik meredam Leicester sudah terbukti ampuh, yang besar kemungkinan akan memaksa manajer Leicester, Claudio Ranieri, mencari strategi baru.









