Diancam larangan tanding, Sharapova bisa absen di Olimpiade

Sumber gambar, PA
Tim tenis Rusia terancam kehilangan petenis andalannya, Maria Sharapova dalam Olimpiade 2016, di Rio de Janeiro, 5 Agustus mendatang. <link type="page"><caption> Sharapova dinyatakan positif menggunakan meldonium,</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2016/03/160308_olahraga_maria_sharapova_doping" platform="highweb"/></link> obat yang dilarang oleh Badan Antidoping Dunia atau WADA. Ia gagal lolos tes doping, dalam turnamen Australia Open.
Federasi Tenis Internasional (ITF), menyatakan Sharapova mulai dilarang bermain sejak 12 Maret 2016. Sharapova terancam larangan bermain selama 4 tahun.
Ketua Federasi Tenis Rusia, Shamil Tarpishchev mengatakan pada kantor berita Rusia, TASS, bahwa keputusan WADA tidak proposional.
"Atlet (Sharapova) mengonsumsi apa yang diberikan oleh dokternya. Saya optimis Sharapova akan tampil di Olimpiade. Tapi kita masih harus menunggu perkembangan kasus ini."

Sumber gambar, Getty
Sharapova mengonsumsi meldonium karena mengalami kelainan ritme detak jantung dan berpotensi mengalami diabetes.
Namun, WADA melarang penggunaan meldonium tahun 2016, karena meldonium terbukti digunakan oleh sejumlah atlet untuk meningkatkan peforma tubuh.
Selain terancam tidak bisa tampil dalam olimpiade, Sharapova juga menghadapi penundaan kontrak dari produsen alat olah raga ternama, Nike.





