Rencana boikot pendukung Liverpol menentang harga tiket

Sumber gambar, All Sport
Sejumlah pendukung Liverpool merencanakan protes meninggalkan stadion Anfield dalam pertandingan Liga Primer melawan Sunderland, Sabtu 6 Februari.
Kelompok Spin Kop 1906 -yang mendapat dukungan dari kelompok utama pendukung Liverpool Spirit of Shanky atau SoS- menyarankan para pendukung meninggalkan kursinya pada menit ke-77 sebagai protes atas harga tiket termahal untuk tribun utama sebesar £77 atau sekitar Rp1,5 juta.
Klub sudah mengumumkan kenaikan harga tiket untuk musim mendatang, dari harga saat ini sekitar Rp1,2 juta.
Dan SoS mengungkapkan kemarahan atas 'tidak adanya penjelasan' dari pemilik klub.
Kenaikan harga tiket itu, tambah Sos, juga mengecewakan karena Liverpool gagal menjadi pemimpin dalam penetapan harga tiket secara adil.
"Kami yakin adalah benar dan adil untuk harga tiket yang lebih murah demi menjaga dukungan dan suasana di dalam Anfield."
Bagaimanapun Ketua eksekutif Liverpool, Ian Ayre, menekankan harga tiket yang tetap dan bahkan turun untuk 64% tiket musiman dan 45% tiket harian.
Bulan Oktober 2015 lalu, sejumlah pendukung 20 klub yang berkompetisi di Liga Primer dan 10 klub di Liga Championship -atau divisi dua Inggris- pernah merencanakan <link type="page"><caption> protes gabungan untuk mengkritik harga tiket yang dianggap terlalu mahal. </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/10/151001_olahraga_pendukung_protes" platform="highweb"/></link>









