Hendra/Ahsan berjaya di turnamen Super Series di Dubai

Sumber gambar, Getty
Pasangan Mohammad Ahsan-Hendra Setiawan kembali menyelamatkan nama Indonesia di panggung bulu tangkis dunia, kali ini dengan menjuarai turnamen akhir tahun Super Series di Dubai, hari Minggu (13/12).
Hendra/Ahsan menjuarai nomor ganda putra dengan mengalahkan pasangan Cina, Chai Biao/Hong Wei 13-21, 21-14, dan 21-14 dalam waktu 53 menit.
Ahsan mengatakan kunci kemenangan adalah tetap fokus meski kalah di set pertama.
"Walaupun sudah kalah, kami tidak saling menyalahkan. Kami lebih fokus dan mencari cara untuk bangkit lagi," kata Ahsan seperti dikutip situs resmi PBSI.
Ia mengatakan di set pertama pasangan Cina lebih siap dan lebih sering mengambil inisiatif, yang membuat dirinya dan Hendra tertekan.
"Baru di set kedua kami coba untuk bangkit lagi dan main lebih enjoy," ungkap Ahsan.
Pergeseran peta kekuatan?
Selain Indonesia, yang sukses di Dubai adalah tim Jepang, yang merebut gelar juara di tunggal putra dan tunggal putri melalui Kento Momota dan Nozomi Okuhara.
Momota di babak final menundukkan pemain nomor enam dunia dari Denmark, Viktor Axelsen, dua set langsung dengan skor 21-15 dan 21-12 sementara Okuhara mengalahkan mantan juara dunia dari Cina, Wang Yihan, 22-20 dan 21-18.
Keberhasilan dua pemain buku tangkis Jepang ini bisa menandai pergeseran peta kekuatan badminton dunia, kata mantan pemain Peter Gade.

Sumber gambar, Getty
Cina yang selama beberapa dekade terakhir menjadi negara dominan harus puas dengan satu gelar di nomor ganda putri melalui Luo Ying/Luo Yu.
Lawan mereka dari Denmark, Christinna Pedersen dan Kamilla Rytter Juhl, mundur di set ketiga.
Gelar juara di nomor ganda campuran diraih pasangan Inggris, Chris Adcock/Gabby Adcock yang mengalahkan pasangan Korea Selatan, Ko Sung-Hyun/Kim Ha Na, 21-14 dan 21-17.














