Mengapa tim-tim Inggris melempem di Liga Champions?

Sumber gambar, Reuters
Manajer Manchester City, Manuel Pellegrini, merasa sudah mendapatkan jawaban, mengapa tim-tim Inggris tak berkutik ketika berlaga di Liga Champions Eropa.
Menurut Pellegrini jadwal di Liga Primer yang sangat ketat selama bulan Desember dan Januari membuat tim-tim papan atas "tak punya lagi energi" untuk menghadapi lawan.
"Di Inggris, pada bulan Desember dan Januari, kami bertanding selama delapan kali pada setiap bulannya. Jadi begitu turun di 16 besar sudah 'kalah tenaga' dari tim-tim lain," kata Pellegrini seperti dikutip kantor berita AFP.
Komentar ini ia sampaikan menjelang laga Liga Champions antara City dan klub Spanyol, Sevilla, Rabu (04/11) dini hari WIB.
Sejak beralih tangan ke investor Timur Tengah, City belum sekali pun lolos ke babak 16 besar meski mendapatkan suntikan dana besar-besaran.
Bukan faktor teknik
Lesunya kinerja di Eropa tak hanya dialami City, tapi juga oleh tim-tim papan atas dari Liga Primer.
Statistik menunjukkan tak ada klub Inggris yang masuk ke babak perempat final musim lalu dan sejak tiga tahun terakhir tak satu pun yang lolos ke babak final.
Sebaliknya tim-tim dari Spanyol berhasil unjuk gigi baik di Liga Champions maupun Liga Europa dalam dua musim terakhir.
"Alasan lesunya prestasi tim-tim Inggris bukan karena faktor teknik ... tapi karena padatnya jadwal pada Desember dan Januari," kata Pellegrini.
Jadwal yang sibuk selama musim dingin ini juga dituding sebagai salah satu penyebab mengapa tim nasional Inggris selalu gagal di turnamen besar seperti Piala Dunia dan Piala Eropa.









