Bahasa Inggris Mourinho "terlalu canggih"

Sumber gambar, Reuters
Manajer Chelsea Jose Mourinho berdalih bahwa kemampuan bahasa Inggrisnya terbatas dalam banding atas hukuman FA terkait ucapan yang menyebut wasit "takut" menghadiahkan penalti bagi timnya.
Mourinho dijatuhi denda £50.000 (sekitar Rp1 miliar) dan hukuman tunda larangan masuk stadion untuk satu pertandingan, karena menuding wasit bersikap bias.
Pelatih asal Portugal itu menyebut <link type="page"><caption> denda yang dijatuhkan padanya adalah "aib," dan mengajukan banding.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/10/151016_olahraga_mourinho_aib" platform="highweb"/></link>
Dalam banding itu ia berdalih, kata-kata itu diucapkannya terkait kemampuan bahasa Inggrisnya yang terbatas sebagai orang Portugal.
Namun sidang FA yang membahas banding itu menepis argumentasi <link type="page"><caption> Mourinho</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/10/151004_olahraga_sepakbola_mourinho" platform="highweb"/></link>, dan menyebutkan bahwa bahasa Inggris Mourinho "terlalu canggih."
Dalam upaya memperoleh keringanan hukuman, Mourinho mengaku berbuat tak pantas namun menyangkal telah mempertanyakan integritas wasit Robert Madley.

Sumber gambar, Reuters
Ia mempertanyakan tingkat denda yang dijatuhkan padanya, dan menyebut larangan masuk stadion -yang ditunda setahun- sebagai "mencengangkan."
Denda yang terlalu tinggi
Mourinho juga membandingkan kasusnya dengan kejadian serupa,<link type="page"><caption> khususnya manajer Arsenal Arsene Wenger</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/09/150926_olahraga_mourinho_sentil_wenger" platform="highweb"/></link> yang tak mendapat hukuman setelah mengatakan wasit Mike Dean "lemah" dan "naif," dalam pertandingan lawan Chelsea yang dimenangkan Chelsea 2-0.
Jose Mourinho juga beralasan, komentar-komentarnya saat itu dilontarkan usai pertandingan dalam ketegangan tinggi. Namun panel FA yang menangani banding itu menyebut, "tak ada alasan."
"Mourinho adalah seorang manajer berpengalaman dan narasumber berpengalaman dalam wawancara," demikian pernyataan itu.
"Ini bukan suatu lontaran ucapan sesaat yang tak terkendali. Ini adalah omongan cukup panjang, disampaikan dengan tenang dan dengan cara yang terjaga."
Tentang tingginya denda, panel FA menyebut, "denda Januari 2015 yang dijatuhkan (pada Mourinho) lebih dari dua kali lipat dibanding denda Mei 2014 tidak membuatnya jera untuk melakukan tindakan terbaru serta pelanggaran yang lebih serius."
"Cara yang adil untuk menciptakan efek jera ini adalah dengan menunda larangan masuk stadion, sehingga Mourinho bisa dengan cukup gampang mencegah agar larangan itu tak dijalankan.
"Masalahnya berada di tangannya sendiri"









