Pria yang lompat ke sirkuit Grand Prix Singapura ditangkap

Di Grand Prix Singapura, terjadi peristiwa penonton masuk sirkuit yang ketiga kalinya dalam sejarah.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Di Grand Prix Singapura, terjadi peristiwa penonton masuk sirkuit yang ketiga kalinya dalam sejarah.

Lelaki berusia 27 tahun yang melompat masuk sirkuit saat berlangsungnya Grand Prix Formula 1 Singapura telah ditangkap.

Dalam pernyataan resmi FIA, badan penyelenggara Formula 1, lelaki itu tak memiliki "izin untuk masuk" sirkuit.

Disebutkan FIA, "Kami menanti laporan lengkap dari petugas terkait untuk mengetahui situasi menyangkut kejadian itu."

Pemenang balapan itu, Sebastian Vettel mengatakan, "Untungnya tak terjadi (peristiw buruk) yang menimpa kami atau dia."

Vettel yang mengendarai Ferrari, kemudian bercanda tentang kejadian itu -yang dilaporkan melibatkan seorang wisatawan Inggris.

"Orang ini agak membosankan. Mestinya dia berpakaian yang sedikit luculah, begitu," katanya.

"Sekarang kita bercanda tentang hal itu. Tapi ini sebetulnya hal yang sangat membahayakan."

Pembalap Red Bull, Daniel Ricciardo, yang tampil sebagai pemenang kedua, menambahkan, "Dia menggunakan telepon genggam, mengambil foto-foto. Mungkin buat dipasang di Instagram atau apa."

"Semoga dia mendapat banyak tambahan pengikut. Karena apa yang dia lakukan itu (selain membahayakan jiwa) layak dipenjara semalaman."

Komentator BBC memasang foto penerobos sirkuit yang tertangkap kamera CCTV.

Sumber gambar, twitter

Keterangan gambar, Komentator BBC memasang foto penerobos sirkuit yang tertangkap kamera CCTV.

Ini untuk kedua kalinya di tahun ini, bahwa seorang penerobos masuk sirkuit Grand Prix Formula 1.

Pada bulan Mei saat Grand Prix Cina, penerobos hanya bisa melompat ke sirkuit saat latihan, bukan saat balapan.

Adapun yang benar-benar menerobos dan mengganggu jalannya balapan Grand Prix Formula 1, sudah terjadi dua kali dalam sejarah.

Tahun 2003, seorang lelaki mengenakan rok tradisional Skotlandia, berlari ke tengah sirkuit saat Grand Prix Inggris di Silverstone.

Sebelumnya lagi, tahun 2000, seorang bekas pegawai Mercedes yang terganggu jiwanya, masuk jalur balapan saat Grand Prix Jerman di Hockenheim.

Tak terjadi kecelakaan akibat kejadian-kejadian itu.