Renault akan 'berhenti memasok' mesin Formula 1

Red Bull Renault

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Keputusan Renault untuk berpisah dengan Red Bull disebabkan perlakuan Red Bull terhadap mereka.

Renault akan berhenti memasok mesin untuk tim Formula 1 lain sesudah kewajiban kontrak berakhir.

Carlos Ghosn, pimpinan dan CEO Renault juga memberi isyarat akan mengakhiri hubungan dengan Red Bull akhir tahun ini.

"Kami telah mengabarkan pihak berwenang F1 dan mengatakan, jangan andalkan kami untuk menyediakan mesin - ini sudah berakhir," kata Ghosn.

Renault sedang dalam proses untuk mencoba mengambil alih tim Lotus.

Namun Ghosn mengatakan ada kemungkinan perusahaannya tak meneruskan kegiatan di F1.

Renault Red Bull

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Red Bull tengah mencari kemungkinan pemasok mesin yang lain.

Renault masih punya kewajiban memasok mesin kepada Red Bull hingga tahun 2016.

Red Bull tengah melakukan "penyelidikan yang perlu" dengan pemasok mesin lain, dan mereka berharap bisa menggunakan mesin Ferrari sesudah gagal bersepakat dengan Mercedes.

Menurut Ghosn, perlakuan Red Bull terhadap Renault selama enam tahun terakhir hubungan mereka amat menentukan keputusan Renault.

Tim mereka menang empat kali berturut-turut dalam pengemudi maupun tim konstruksi sejak musim balap 2012-13, tetapi Red Bull banyak mengkritik Renault di muka umum sejak 2014.

Tim Red Bull asal Austria menuduh pabrikan Prancis itu gagal untuk membangun versi mesin hibrid turbo yang mampu bersaing yang diterapkan F1 tahun lalu.