Maradona tuduh eks istrinya curi uang Rp12miliar miliknya

Sumber gambar, Getty
Legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona menuduh mantan istrinya, Claudia Villafane, telah mencuri uang £6juta atau lebih dari Rp12miliar dari rekening bank miliknya.
Di sebuah acara televisi di Canal America, Maradona mengatakan bahwa Villafane adalah "seorang maling".
"Kalau ia melakukan apa yang kami kira dia lakukan, sayang sekali bahwa dia harus dijebloskan ke penjara," kata pemain yang berusia 54 tahun itu.

Sumber gambar, Getty
Villafane membantah semua tuduhan yang diarahkan kepada dirinya.

Sumber gambar, Getty
Sebelum bercerai, Maradona dan Villafane adalah pasangan kekasih yang tumbuh bersama sejak mereka hidup miskin di perkampungan kumuh di Buenos Aires, Argentina.
Villafane ikut mendampingi Maradona ketika berjaya memimpin Argentina merebut juara Piala Dunia 1986 di Meksiko, dan menemaninya ketika Maradona mengakhiri karir sepak bola internasional karena terjerat kasus doping di Piala Dunia 1994.

Sumber gambar, Getty
Kedua anak perempuan mereka yaitu Dalma dan Giannina, menyampaikan dukungan kepada ibu mereka melalui pesan di twitter.
Pemain kelahiran 1960 ini sering dianggap sebagai salah-seorang pemain terbesar di dunia sepak bola sepanjang masa, bersaing dengan bintang Brasil, Pele.

Sumber gambar, Getty
Perjalanan hidupnya penuh kontroversi. Selain pernah berurusan dengan dunia narkotika, di lapangan hijau Maradona pun dipanding sering berulah.
Di Piala Dunia 1982, Maradona dihukum kartu merah dan diusir dari lapangan hijau karena mengasari gelandang bertahan Brasil, Batista.

Sumber gambar, Getty
Empat tahun kemudian, di Piala Dunia 1986 Meksiko, Maradona menggunakan tangan untuk memasukkan bola ke gawang kiper Inggris, Peter Shilton. Belakangan dia menyebutnya sebagai "gol tangan Tuhan".

Sumber gambar, Getty
Walaupun terseok-seok, di Piala Dunia 1990, Maradona mampu memimpin tim Argentina melaju ke final sebelum ditekuk Jerman Barat. Saat itu Maradona menuduh wasit Meksiko -yang memimpin laga final- memihak Jerbar.
Dan akhirnya, karirnya di dunia sepak bola internasional berakhir tragis, ketika dia dihukum saat memperkuat timnas Argentina selama Piala Dunia 1994 di AS, karena terbukti menggunakan obat penguat alias doping.









