Maradona tuduh eks istrinya curi uang Rp12miliar miliknya

Diego Maradona menyapa penggemarnya pada Juni 2015 lalu, ketika mengantar jenazah ayahnya ke pemakaman di Buenos Aires, Argentina.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Diego Maradona menyapa penggemarnya pada Juni 2015 lalu, ketika mengantar jenazah ayahnya ke pemakaman di Buenos Aires, Argentina.

Legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona menuduh mantan istrinya, Claudia Villafane, telah mencuri uang £6juta atau lebih dari Rp12miliar dari rekening bank miliknya.

Di sebuah acara televisi di Canal America, Maradona mengatakan bahwa Villafane adalah "seorang maling".

"Kalau ia melakukan apa yang kami kira dia lakukan, sayang sekali bahwa dia harus dijebloskan ke penjara," kata pemain yang berusia 54 tahun itu.

Sebelum bercerai, Maradona dan Villafane adalah pasangan kekasih yang tumbuh bersama sejak mereka hidup miskin di perkampungan kumuh di Buenos Aires, Argentina.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Sebelum bercerai, Maradona dan Villafane adalah pasangan kekasih yang tumbuh bersama sejak mereka hidup miskin di perkampungan kumuh di Buenos Aires, Argentina.

Villafane membantah semua tuduhan yang diarahkan kepada dirinya.

Villavane (kiri) menemani ketika Maradona mengakhiri karir sepak bola internasional karena terjerat kasus doping di Piala Dunia 1994.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Villavane (kiri) menemani ketika Maradona mengakhiri karir sepak bola internasional karena terjerat kasus doping di Piala Dunia 1994.

Sebelum bercerai, Maradona dan Villafane adalah pasangan kekasih yang tumbuh bersama sejak mereka hidup miskin di perkampungan kumuh di Buenos Aires, Argentina.

Villafane ikut mendampingi Maradona ketika berjaya memimpin Argentina merebut juara Piala Dunia 1986 di Meksiko, dan menemaninya ketika Maradona mengakhiri karir sepak bola internasional karena terjerat kasus doping di Piala Dunia 1994.

Villafane (kiri, 2008) ikut mendampingi Maradona ketika berjaya dengan merebut juara Piala Dunia 1986 di Meksiko, tetapi sekaligus menemani ketika Maradona mengakhiri karir sepak bola internasional karena terjerat kasus doping di Piala Dunia 1994.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Villafane (kiri, 2008) ikut mendampingi Maradona ketika berjaya dengan merebut juara Piala Dunia 1986 di Meksiko, tetapi sekaligus menemani ketika Maradona mengakhiri karir sepak bola internasional karena terjerat kasus doping di Piala Dunia 1994.

Kedua anak perempuan mereka yaitu Dalma dan Giannina, menyampaikan dukungan kepada ibu mereka melalui pesan di twitter.

Pemain kelahiran 1960 ini sering dianggap sebagai salah-seorang pemain terbesar di dunia sepak bola sepanjang masa, bersaing dengan bintang Brasil, Pele.

Pemain kelahiran 1960 ini sering dianggap sebagai salah-seorang pemain terbesar di dunia sepak bola sepanjang masa, bersaing dengan bintang Brasil, Pele.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Pemain kelahiran 1960 ini sering dianggap sebagai salah-seorang pemain terbesar di dunia sepak bola sepanjang masa, bersaing dengan bintang Brasil, Pele.

Perjalanan hidupnya penuh kontroversi. Selain pernah berurusan dengan dunia narkotika, di lapangan hijau Maradona pun dipanding sering berulah.

Di Piala Dunia 1982, Maradona dihukum kartu merah dan diusir dari lapangan hijau karena mengasari gelandang bertahan Brasil, Batista.

Di Piala Dunia 1982, Maradona dihukum kartu merah dan diusir dari lapangan hijau karena mengasari gelandang bertahan Brasil, Batista.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Di Piala Dunia 1982, Maradona dihukum kartu merah dan diusir dari lapangan hijau karena mengasari gelandang bertahan Brasil, Batista.

Empat tahun kemudian, di Piala Dunia 1986 Meksiko, Maradona menggunakan tangan untuk memasukkan bola ke gawang kiper Inggris, Peter Shilton. Belakangan dia menyebutnya sebagai "gol tangan Tuhan".

Walaupun terseok-seok, di Piala Dunia 1990, Maradona mampu memimpin tim Argentina melaju ke final sebelum ditekuk Jerman Barat. Saat itu Maradona menudhu wasit Meksiko -yang memimpin laga final- memihak Jerbar.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Walaupun terseok-seok, di Piala Dunia 1990, Maradona mampu memimpin tim Argentina melaju ke final sebelum ditekuk Jerman Barat. Saat itu Maradona menudhu wasit Meksiko -yang memimpin laga final- memihak Jerbar.

Walaupun terseok-seok, di Piala Dunia 1990, Maradona mampu memimpin tim Argentina melaju ke final sebelum ditekuk Jerman Barat. Saat itu Maradona menuduh wasit Meksiko -yang memimpin laga final- memihak Jerbar.

Dan akhirnya, karirnya di dunia sepak bola internasional berakhir tragis, ketika dia dihukum saat memperkuat timnas Argentina selama Piala Dunia 1994 di AS, karena terbukti menggunakan obat penguat alias doping.