Jika Audi urung bergabung, Red Bull mundur dari F1

red bull

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Pembalap Red Bull sudah menggunakan empat mesin, jumlah maksimum yang diperkenankan dalam setahun.

Red Bull menyatakan mereka akan mundur dari ajang balap Formula 1 apabila tak bisa mendapat mesin yang mampu bersaing atau jika pabrikan mobil Audi tidak bergabung dengan mereka.

Tim ini frustrasi dengan mitra mereka, Renault, yang gagal menguasai mesin hybrid yang mereka pakai sejak tahun lalu.

Penasehat balap Helmut Marko mengatakan Red Bull tertarik untuk bekerja sama dengan Audi apabila perusahaan otomotif itu masuk ke ajang F1.

"Jika kami tak mendapat mesin yang kompetitif dalam waktu dekat atau jika Audi tidak bergabung dengan kami, maka kami akan keluar (dari ajang F1)," kata Marko.

Seperti tim lain, Red Bull memiliki kontrak untuk ikut di ajang balap F1 hingga tahun 2020. Mereka juga terikat kontrak dengan Renault hingga akhir musim balap 2016.

Marko membantah bahwa Red Bull telah bicara secara resmi dengan sebuah perusahaan Jerman, yang menjadi bagian dari Kelompok Volkswagen, VW.

"Banyak gosip," kata Marko kepada BBC. "Namun kelompok VW harus memastikan dulu siapa yang akan menjadi pendukung dalam ajang ini."

Ia mengacu kepada persaingan di dalam kelompok VW sendiri yang membawahi beberapa merk otomotif seperti Porsche, Lamborghini, Bugatti, Skoda dan Seat.

Tim Red Bull mengalami masalah dengan mesin Renault mereka pada balap di Spanyol akhir pekan lalu (09/05).