Manajer QPR: berkulit hitam memperkecil prospek pekerjaan

ramsey

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Manajer QPR, Chris Ramsey, mengatakan, sebagai kulit hitam, sulit baginya mendapat pekerjaan seandainya dipecat dari klub.

Manajer klub Queen Park Rangers, Chris Ramsey, menyatakan bahwa menjadi seorang kulit hitam memperkecil prospeknya mendapat pekerjaan.

Seandainya ia meninggalkan markas QPR, Loftus Road, akan lebih sulit baginya untuk mendapat pekerjaan, karena alasan warna kulitnya.

Ia mengatakan "manajer dari ras apapun" harus berjuang untuk mendapat pekerjaan, tapi lebih sulit bagi dirinya "sebagai seorang kulit hitam".

Ramsey, 52 tahun, menjadi manajer QPR menggantikan manajer sebelumnya <link type="page"><caption> Harry Redknapp yang mengundurkan diri</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2015/02/150203_qpr_redknapp" platform="highweb"/></link>.

Sebelum jabatannya ini, Ramsey sempat tidak bekerja selama tujuh bulan sesudah meninggalkan Tottenham Hotspur. Ia akhirnya bergabung dengan QPR bulan Oktober tahun lalu.

Saat ini QPR menempati posisi 19 di klasemen sementara Liga Primer Inggris, dan sedang berjuang agar tidak terkena degradasi.

Pekan ini, bekas pemain tim nasional Inggris dan Liverpool, <link type="page"><caption> John Barnes, mengatakan bahwa "sangat sedikit manajer kulit hitam" mendapatkan pekerjaan baru</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2015/03/150330_olahraga_manajer_kulithitam" platform="highweb"/></link> sesudah dipecat.