Bila PD Qatar digeser, klub-klub Eropa tuntut ganti rugi

Sumber gambar, Getty
Asosiasi Klub Eropa menuntut ganti rugi bagi para anggotanya menyusul rekomendasi bahwa Piala Dunia 2022 di Qatar sebaiknya digelar bulan November dan Desember.
Melalui ketuanya, Karl-Heinz Rummenigge, Asosiasi Klub Eropa yang beranggotakan klub-klub elite tersebut mengatakan ganti rugi akan diajukan atas "kerusakan" yang timbul apabila Piala Dunia diadakan pada bulan-bulan tersebut.
Rummenigge mengakui penjadwalan ulang Piala Dunia 2022 adalah hak pelik dan semua jadwal kejuaraan sepak bola di seluruh dunia harus melakukan penyesuaian. Hal tersebut, lanjutnya, memerlukan kerjasama semua pihak.
"Namun demikian, klub-klub dan semua liga Eropa tidak bisa diharapkan menanggung dampak penjadwalan ulang itu.
"Kami mengharapkan klub-klub akan diberi ganti rugi atas kerusakan ini akibat keputusan final," kata Karl-Heinz Rummenigge, Selasa (24/02).

Sumber gambar, Getty
Bila Piala Dunia 2022 digelar pada November dan Desember, pertandingan akbar itu berpotensi bertabrakan dengan jadwal kompetisi sepak bola domestik di Eropa. Oleh sebab itu, klub-klub Eropa meminta agar putaran final Piala Dunia diselenggarakan pada bulan April-Mei.
Namun suhu selama periode tersebut biasanya sangat tinggi sehingga dikhawatirkan membahayakan kesehatan para pemain.
Pernyataan Rummenigge dikeluarkan setelah satuan tugas Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara resmi merekomendasikan agar <link type="page"><caption> putaran final Piala Dunia 2022 di Qatar</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2015/02/150224_piala_dunia_qatar" platform="highweb"/></link> digelar pada bulan November dan Desember.
Keputusan akhir tentang jadwal Piala Dunia 2022 baru akan dikeluarkan pada 20 Maret.












