Melawat ke Timur Tengah, Bayern Muenchen dikecam

Sumber gambar, Getty
Bayern Muenchen menghadapi kecaman setelah menggelar latihan dan turun di laga pertandingan persabatan melawan klub Arab Saudi.
Sejumlah politikus Jerman dan pendukung Muenchen menuduh klub menutup mata atas apa yang mereka sebut "pelanggaran hak asasi manusia" di Qatar dan Saudi.
Juara Bundesliga dan salah satu klub terbaik di dunia ini berada di Timur Tengah selama sepekan, dengan program berlatih di Qatar dan menghadapi klub Saudi, Al-Hilal, hari Sabtu (17/01).
Sehari kemudian tim asuhan Pep Guardiola ini kembali ke Jerman.
Lawatan ke Saudi juga bertepatan dengan <link type="page"><caption> pelaksanaan hukum cambuk untuk penulis Saudi, Raif Badawi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150109_arabsaudi_blogger_cambuk" platform="highweb"/></link>, yang dinyatakan bersalah menghina Islam.
Qatar sementara itu disorot terkait dengan laporan bahwa diduga telah terjadi pelanggaran hak-hak pekerja migran yang didatangkan untuk membangun stadion dan fasilitas pendukung Piala Dunia 2022.
"Para pemain sepak bola tidak harus seperti politikus, namun mereka tetap harus memahami kondisi hak asasi manusia. Mereka semestinya juga harus menjadi panutan," kata Dagmar Freitag, anggota parlemen dari Partai Sosial Demokrat, seperti dikutip kantor berita Reuters.
Juru bicara Partai Hijau, Oezcan Mutlu, mengatakan Bayern Muenchen idealnya menolak bertanding di Saudi.









