Di Matteo tidak ingin 'balas dendam' atas Chelsea

Roberto Di Matteo

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Bersama Roberto Di Matteo, Schalke, belum pernah kalah di kandangnya.

Mantan manajer Chelsea, Roberto Di Matteo, mengatakan tidak termotivasi oleh balas dendam saat Schalke menjamu Chelsea di babak penyisihan grup Liga Champions.

Di Matteo mengantarkan Chelsea merebut Piala Champions tahun 2012 <link type="page"><caption> namun enam bulan kemudian dipecat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2012/11/121121_dimatteoexit" platform="highweb"/></link>.

"Saya menghabiskan banyak tahun di sana namun ini bukan soal sentimental, saya ingin mengalahkan Chelsea," tuturnya.

"Kami akan fokus dengan pekerjaan kami, tidak ada yang lain. Saya tidak punya pikiran untuk balas dendam."

Manajer berusia 44 tahun ini turun 175 kali memperkuat Chelsea sebagai pemain antara tahun 1996-2002 dan ikut meraih Piala FA dua kali sebelum ditunjuk menjadi manajernya dua tahun lalu, <link type="page"><caption> menggantikan Andre Villas Boas yang dipecat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2012/03/120304_chelsea_villasboas" platform="highweb"/></link>.

Di bawah kepemimpinannya sejak bulan lalu, Schalke mencatat kemenangan 100% di kandangnya dan jika menang melawan Chelsea maka memiliki angka sama dengan Chelsea, yang saat ini memimpin Grup G.

Roberto Di Matteo dan John Terry

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Di Matteo mengantarkan Chelsea merebut Piala Champions 2012.

"Terus terang, saya tidak memikirkan terlalu banyak tentang 2012, Saya orang yang melihat ke depan dan bukan ke belakang. Saya hidup saat ini biar pun banyak yang mengingatkan saya tentang final tersebut," jelas Matteo merujuk Piala Champions 2012.

Sementara itu manajer Chelea, Jose Mourinho, menolak untuk membahas Di Matteo, dan memusatkan perhatian lolos dari babak penyisihan grup yang sekaligus mencegah bertanding di Liga Europa.

"Jika kami kalah dalam dua pertandingan maka kami akan berakhir di Liga Europa," jelasnya.

"Ada dua pertandingan supaya kami lolos namun amat banyak pertandingan sepanjang Desember, jika kami bisa menghindari tekanan dalam pertandingan terakhir, akan amat baik buat kami."