Klub sepak bola memeras fans?

Sumber gambar, Getty
Keberadaan kostum ketiga yang dijual klub-klub sepak bola Inggris tidak ada gunanya dan merupakan contoh bagaimana klub-klub memeras para fans, kata seorang anggota parlemen Inggris.
Komentar Tim Farron, anggota parlemen dari Partai Liberal Demokrat, mengemuka saat menanggapi kajian BBC bertajuk <link type="page"><caption> Price of Football</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/10/141015_sport_tiket_bola" platform="highweb"/></link>.
Melalui kajian itu, BBC menganalisa seberapa besar harga yang harus dibayar penonton sepak bola saat menyaksikan tim kesayangannya bertanding dan membeli pernak-pernik, termasuk kostum klub.
“Tiada alasan apapun untuk membuat kostum ketiga. Barang itu tiada gunannya dan hanya contoh tambahan bagaimana klub-klub sepak bola memeras fans. Bagi sebagian orang, tujuan mereka hanya menghasilkan uang,” kata Farron.
Melonjak
Kepada BBC, Dr Peter Rohlmann, yang merupakan seorang analis dari lembaga konsultan PR-Marketing di Jerman, mengatakan penjualan produk-produk sepak bola buatan Adidas melonjak dari 800 juta euro pada 2003 menjadi 1,765 miliar euro pada 2013.
Untuk tahun ini, Adidas mengaku menargetkan penjualan kostum sepak bola sebanyak 8 juta helai. Jika tercapai, jumlah itu melampaui 6,5 juta helai kostum yang laku pada 2010.
Sekadar catatan, sebuah klub sepak bola diwajibkan memiliki dua kostum berbeda untuk keperluan bertanding di kandang dan tandang. Namun, beberapa klub memiliki kostum ketiga.
Arsenal, misalnya, mengaku memiliki kostum ketiga karena hal itu adalah praktik standar dalam industri sepak bola. Lagi pula, lanjut klub asal London utara itu, fans punya opsi tambahan jika ingin membeli kostum.
“Ini didorong oleh permintaan para pendukung yang signifikan,” sebut pernyataan Arsenal.
Keuntungan
Berdasarkan penelusuran BBC, harga kostum yang dipatok setiap klub sepak bola di Inggris beragam.
Manchester City dan Manchester United menjual kostum kandang buatan Nike seharga £55 (Rp1,07 juta)
Kostum klub Hull City, yang termurah di Liga Primer, mencapai £39,99 (Rp783.221)
Menurut Dr Rohlmann, ongkos produksi kostum yang dijual seharga £55 di Inggris sejatinya hanya mencapai 8 euro (Rp126 ribu).
Dari kajian yang dia lakoni, Dr Rohlmann menemukan bahwa dari kostum senilai 85 euro (Rp1,3 juta), 8,23 euro (Rp130 ribu) merupakan harga kain, ongkos menjahit, dan pengiriman.
Setelah dikurangi ongkos pengiriman, pemasaran, dan lisensi, pembuat kostum mendapat untung 16,26 euro (Rp255 ribu) dan 37,43 euro (Rp588 ribu) untuk pengecer.









