Aljazair tak lupakan 'skandal' Jerman di PD '82

Sumber gambar, AP
Drama tersingkirnya timnas Aljazair dari Piala Dunia 1982 akibat dugaan 'main mata' antara Jerman dan Austria, bakal membayangi laga Aljazair-Jerman dalam putaran 16 besar Piala Dunia Brasil.
Pelatih Aljazair, Vahid Halilhodzic menegaskan, rakyat Aljazair tidak akan pernah melupakan dugaan skandal yang dilakukan timnas Jerman di Piala Dunia 1982, yang menyebabkan tim "serigala padang pasir" -julukan timnas Aljazair- tersingkir dari ajang piala dunia.
"Kami tidak akan melupakannya," kata Halilhodzic. "Semua orang membicarakan tentang Aljazair dan Jerman serta Piala Dunia 1982 Spanyol."
Pernyataan Halilhodzic ini dilontarkan setelah Aljazair dipastikan melaju ke perempat final Piala Dunia 2014 di Brasil dan akan bertemu Jerman.
Hasil <link type="page"><caption> seri 1-1 melawan Rusia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/06/140626_wc2014_grup_h.shtml" platform="highweb"/></link> mengantarkan anak asuh Halilhodzic untuk pertama kalinya lolos ke putaran 16 besar dalam sejarah keikutsertaan mereka di ajang piala dunia.
Main mata
Tiga puluh dua tahun silam, Aljazair tampil luar biasa dengan mengalahkan Jerman Barat 2-1, Cile 3-2, walaupun dikalahkan Austria 0-2 di babak penyisihan Grup. Mereka yakin lolos ke putaran berikutnya.

Sumber gambar, AP
Di laga terakhir, di Kota Gijon, Jerman (dulu Jerman Barat) menggelar laga penentuan melawan Austria di babak penyisihan Grup B Piala Dunia 1982, yang kemudian dikenal sebagai "skandal Gijon".
Kedua tim disebut "bermain tidak serius" dan mengatur skor 1-0 untuk kemenangan Jerman, sehingga membuat Jerman dan Austria lolos ke putaran berikutnya, namun berakibat Aljazair tersingkir.
Acungkan uang
Laga ini diprotes Aljazair dan berbagai kalangan. Di stadion, pendukung Aljazair mengacungkan uang sebagai bentuk protes terhadap laga "sandiwara" itu.

Sumber gambar, AP
Terhadap peristiwa ini, Halilhodzic berkata: "Tiga puluh dua tahun yang lalu adalah waktu yang lama."
Walaupun dia mengaku rakyat Aljazair tidak dapat melupakan "drama" tersebut, dirinya lebih menghargai anak asuhnya yang mampu melaju ke putaran 16 besar.
"Saya sangat bangga dengan penampilan mereka yang heroik, dan kami memang pantas tampil di putaran 16 besar," katanya.

Sumber gambar, Getty









