Kolombia dan Yunani lolos dari Grup C

Kolombia v Jepang

Sumber gambar, All Sport

Keterangan gambar, Kolombia menjadi juara Grup C setelah mengalahkan Jepang 4-1.

Yunani berhasil mendapat tempat di putaran kedua Piala Dunia 2014 setelah mengalahkan Pantai Gading 2-1 di Estadio Castelao, Fortaleza.

Kemenangan itu dramatis karena lewat tendangan penalti pada saat pertandingan sudah memasuki menti ke-91 dan dieksekusi dengan baik oleh Georgios Samaras.

Yunani lebih dulu unggul lewat gol Andreas Samaris di menit ke-42 namun Wilfried Bony menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di babak kedua.

Pertandingan tampaknya akan berakhir seri -yang menguntungkan Pantai Gading- namun ketika pertandingan memasuki tambahan pada menit ke-91, pemain Pantai Gading Giovanni Sio menjegal Georgios Samaras di kotak penalti dan wasit menunjuk titik penalti.

Samaras mengeksekusi dengan baik sehingga kedudukan menjadi 2-1 untuk Yunani yang melaju ke babak kedua.

Sementara itu Kolombia memastikan posisinya di peringkat satu Grup C setelah mengalahkan Jepang dengan angka telak 4-1.

Pemain Pantai Gading

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pantai Gading menyamakan kedudukan 1-1, yang menguntungkan posisi mereka.
Giorgos Samaras

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Penalti Giorgos Samaras pada tambahan waktu mengantar kemenangan Yunani atas Pantai Gading.

Hasil itu membuat Jepang berada di peringkat paling bawah Grup C dengan mengumpulkan satu angka saat bermain imbang 0-0 dengan Yunani, 20 Juni lalu.

Suarez menggigit?

Sebelumnya dalam pertandingan di Grup D, Uruguay memastikan tempat di babak kedua bersama Kosta Rika, yang sudah lebih lolos sebagai juara grup.

Giorgio Chiellini

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Giorgio Chiellini memperlihatkan kepada wasit bagian pundaknya setelah insiden dengan Luis Suarez.

Dengan demikian di putaran kedua, Kosta Rika akan berhadapan dengan Yunani sementara Uruguay melawan Kolombia.

Uruguay lolos dari Grup D setelah berhasil mengalahkan Italia 1-0 dalam pertandingan yang tampaknya diwarnai dengan insiden Luis Suarez 'menggigit' pundak pemain Italia Giordio Chiellini.

Suarez sebelumnya dua kali <link type="page"><caption> diganjar larangan tanding karena menggigit</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2013/04/130424_sanksi_suarez.shtml" platform="highweb"/></link> pemain lawan, yaitu pada tahun 2013 atas <link type="page"><caption> pemain Chelsea,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2013/04/130422_suarez_liverpool_ivanovic_gigit.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Branislav Ivanovic,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2013/04/130422_suarez_liverpool_ivanovic_gigit.shtml" platform="highweb"/></link> dan tahun 2010 saat masih bermain di Ajax, Belanda, karena menggigit pemain PSV Eindhoven, Otman Bakkal.