Inggris terpuruk, Hodgson “tak akan mundur”

Hodgson menggantikan Fabio Capello yang mengundurkan diri pada tahun 2012.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Hodgson menggantikan Fabio Capello yang mengundurkan diri pada tahun 2012.

Bos timnas Inggris Roy Hodgson menegaskan tidak akan mengundurkan diri terlepas buruknya performa Inggris.

Dua gol yang disumbang oleh striker Liverpol Luis Suarez <link type="page"><caption> menundukkan Inggris</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/06/140620_wc2014_luis_suarez.shtml" platform="highweb"/></link> pada pertemuan dengan Uruguay Rabu (19/6).

Ini menambah <link type="page"><caption> muramnya perjalanan Inggris</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/06/140619_wc2014_uruguay_inggris.shtml" platform="highweb"/></link> setelah <link type="page"><caption> kekalahan pertama</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/06/140614_wc2014_inggris_italia.shtml" platform="highweb"/></link> melawan Italia di stadion Manaus akhir pekan lalu.

Bila Italia gagal mengalahkan Kostarika pada Jumat (20/6), Inggris dipastikan keluar dari piala dunia.

Menanggapi situasi tersebut, pelatih Inggris Roy Hodgson bersikap positif.

“Saya tidak punya niatan untuk mengundurkan diri. Saya sangat puas dengan performa para pemain sejauh ini,” katanya.

Hodgson kecewa

Asosiasi sepak bola Inggris menunjuk Hodgson sesaat sebelum kompetisi Euro 2012, menyusul keputusan mendadak Fabio Capello untuk berhenti melatih.

“Tentunya saya merasa kecewa, tapi tampaknya saya tidak perlu mengundurkan diri. Bila FA berpikir saya bukan orang yang tepat, biarkan mereka yang mengambil keputusan,” tambahnya.

Manajer tim QPR Harry Redknapp memberikan komentar, mengatakan Hodgson harus tetap melatih.

“Roy mempersiapkan tim dengan baik. Bisa dilihat dengan kualitas pemain timnas,” jelasnya.

Saat Capello mengundurkan diri, Redknapp merupakan salah satu calon kuat pelatih timnas Inggris.