Militer Thailand gratiskan tayangan Piala Dunia

Sumber gambar, AP
Pemerintah militer di Thailand memerintahkan lembaga-lembaga penyiaran untuk memastikan bahwa semua pertandingan Piala Dunia bisa ditonton secara cuma-cuma.
Hak untuk menyiarkan Piala Dunia di Thailand sudah dibeli oleh perusahaan swasta dan junta militer akan membayar kompensasi jika pertandingan disiarkan melalui saluran-saluran televisi tidak berbayar.
Wartawan BBC di Bangkok, Jonathan Head, mengatakan menggratiskan siaran Piala Dunia adalah bagian dari upaya pemerintah militer mendapatkan simpati dari rakyat, yang banyak menentang <link type="page"><caption> kudeta bulan lalu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140522_thailand_darurat.shtml" platform="highweb"/></link>.
Biaya ganti rugi diperkirakan tidak kecil, tapi itu tetap akan dikeluarkan untuk mendapatkan dukungan rakyat, kata wartawan BBC.
Selain menggratiskan siaran Piala Dunia, pemerintah militer juga telah melakukan serangkaian kampanye seperti menggelar konser, potong rambut cuma-cuma, dan pemberikan akses layanan pemeriksaan kesehatan.
Selain itu, militer menetapkan pagu harga bahan pokok, mensubsidi petani, dan menghidupkan kembali berbagai proyek infrastruktur ambisius yang dibatalkan oleh pemeritahan terdahulu dengan alasan terlalu mewah.
Dari semua program ini Piala Dunia dinilai sebagai yang paling penting.





