Penonton lempar pisang, Atalanta didenda Rp631 juta

Sumber gambar, AFP
Klub Serie A Italia, Atalanta, dijatuhi denda US$55.000 atau sekitar Rp631 juta oleh federasi sepak bola Italia, pada Selasa (13/05), setelah terjadi pelemparan dua pisang ke arah pemain belakang AC Milan, Kevin Constant, pada akhir pekan.
Selain dilempar pisang, Constant juga mendapat teriakan rasis.
Presiden FIFA, Sepp Blatter, melalui Twitter meminta kasus ini segera ditangani dan pihak yang bertanggung jawab harus dikenai sanksi.
"Federasi sepak bola harus bertindak. Sanksi tersedia dan sudah pernah diterapkan," kata Blatter.
Bos AC Milan, Clarence Seedorf, pelatih Belanda kelahiran Suriname, mendesak agar pelempar pisang dilarang seumur hidup menonton sepak bola di stadion.
Pelemparan pisang dan teriakan rasis di Italia terjadi hanya dua pekan setelah insiden yang sama, yang menimpa pemain belakang Barcelona, Dani Alves dalam pertandingan melawan Villareal.
Alves memungut pisang, mengupas, dan memakannya sebelum mengambil tendangan sudut.
Aksi Alves dipuji banyak kalangan dan <link type="page"><caption> banyak pemain bintang yang mendukungnya</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/04/140428_alves_dukungan.shtml" platform="highweb"/></link> dengan mengunggah foto memakan pisang di media sosial.
Presiden Atalanta, Antonio Percassi, dilaporkan sudah menelepon AC Milan untuk meminta maaf.









