FA mendakwa Mourinho, Faria, dan Ramires

Sumber gambar, Reuters
Manajer Chelsea Jose Mourinho, asisten manajer Rui Faria serta pemain tengah Ramires didakwa FA karena keributan setelah kalah dalam pertandingan melawan Sunderland.
Klub paling bawah dalam klasemen sementara <link type="page"><caption> Liga Primer</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/liga_primer/" platform="highweb"/></link> menang 2-1 atas Chelsea pada Sabtu 19 April lalu, yang memperkecil peluang Chelsea untuk merebut gelar juara.
Mourinho didakwa dengan perilaku buruk karena <link type="page"><caption> komentarnya setelah pertandingan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/04/140420_chelsea_sunderland.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/04/140420_chelsea_sunderland.shtml" platform="highweb"/></link>yang menyindir wasit Mike Dean yang memberi penalti kepada Sunderland pada menit-menit terakhir.
Dia bukan hanya merujuk pada wasit Dean tapi juga menyindir kepala persatuan wasit, Mike Riley, yang disebutnya melakukan 'hal fantastis' dalam musim ini.
FA memutuskan bahwa komentar Mourinho itu mempertanyakan integritas Dean dan/atau Riley dan/atau membuat pertandingan menjadi buruk.
Sementara Ramires didakwa dengan perilaku kekerasan dan Faria dengan dua dakwaan perilaku buruk.
Pemain tengah asal Brasil terlibat insiden dengan pemain Sunderland, Sebastian Larsson, yang pada saat pertandingan tidak disaksikan wasit namun terlihat dalam kajian pascatanding oleh sebuah panel mantan wasit.
Ramires diberi waktu hingga 24 April untuk menanggapi dakwaan sedangkan Mourinho hingga 28 April.









