Klub Liverpool merugi Rp966 miliar

Liverpool

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Liverpool mengincar posisi empat besar dan lolos ke Liga Champions musim depan.

Liverpool mencatat kerugian hampir £50 juta atau Rp966 miliar untuk periode 2012-2013, namun berharap bisa mendongkrak pemasukan dengan lolos ke Liga Champions musim depan.

Defisit semacam ini juga dialami Chelsea dan Manchester City, dua klub Inggris yang mengeluarkan dana besar-besaran untuk membeli pemain.

Liverpool yang sekarang dimiliki pengusaha Amerika Serikat, John W. Henry, untuk sementara berada di posisi dua klasemen <link type="page"><caption> Liga Primer,</caption><url href="www.bbc.co.uk/indonesia/topik/liga_primer/" platform="highweb"/></link> empat poin di belakang Chelsea, sementara kompetisi liga hanya menyisakan 10 pertandingan.

Terakhir kali Liverpool juara liga adalah pada 1990, dua tahun sebelum kompetisi di divisi utama di Inggris berganti nama menjadi Liga Primer.

Dongkrak penerimaan

Di atas kertas Liverpool berpeluang masuk ke empat besar, yang menjamin penghuninya lolos ke Liga Champions.

Liga elit Eropa ini memberi peluang kepada seluruh peserta kompetisi untuk mendongkrak pendapatan.

"Masuk kembali ke empat besar jelas adalah prioritas kami," kata Ian Ayre, direktur Liverpool, seperti dikutip harian The Liverpool Echo.

"Pemain dan staf di Liverpool akan mencoba memenangkan semua pertandingan yang tersisa dan jika ini semua membuat kami juara, tentu akan sangat baik," kata Ayre.

"Dan jika upaya ini membuat kami masuk Liga Champions, kami jelas akan senang," tambahnya.

Kegagalan masuk Liga Champions membuat penerimaan Liverpool tak bisa melebihi £206 juta selama 2012-2013, lebih kecil dibanding pesaing lain seperti Manchester United, Manchester City, Chelsea, dan Arsenal.