Apakah Juan Mata bisa selamatkan MU?

Sumber gambar, PA
- Penulis, Phil McNulty
- Peranan, Wartawan sepak bola BBC
Perpindahan penyerang Chelsea, <link type="page"><caption> Juan Mata, ke Manchester United</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/01/140123_olahraga_mu_mata.shtml" platform="highweb"/></link> dipertanyakan sejumlah kalangan di Inggris.
Di mana manajer United, David Moyes, akan menempatkan pemain asal Spanyol tersebut? Apakah ia bisa langsung dimanfaatkan untuk mendongkrak kinerja tim?
Yang lebih mendasar lagi, apakah United sebenarnya memerlukan Mata?
Bila mencermati pertandingan <link type="page"><caption> United melawan Sunderland</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/01/140123_mu_piala_liga.shtml" platform="highweb"/></link> di semifinal Piala Capital One, Rabu malam (22/01), terlihat bahwa permainan mereka membosankan, kecuali Adnan Januzaj.
Kata 'membosankan' ini tidak ada dalam kamus manajer United sebelumnya, Sir Alex Ferguson.
Mungkin pernyataan ini sulit dipahami karena United adalah juara bertahan di Liga Primer dan merajai kompetisi dalam satu dekade terakhir.
Tapi itulah kenyataannya. United sepertinya miskin kreativitas.
Dalam konteks ini bisa dipahami mengapa Moyes memerlukan seseorang yang bisa membuat permainan United menjadi atraktif.
Awal perombakan?
Persoalannya adalah di mana Mata akan ditempatkan dan apakah ia solusi bagi United?

Sumber gambar, AFP
Salah satu persoalan serius United adalah sektor tengah, yang bisa dikatakan kosong sejak era Roy Keane dan Paul Scholes berakhir.
Apakah Mata bisa menjadi pemain tengah? Jawabannya adalah tidak.
Posisi natural Mata adalah berada di belakang penyerang murni, yang selama ini ia jalani di Chelsea.
Jadi, kedatangan Mata mungkin akan mempertajam barisan depan, namun persoalan akut tetap belum terselesaikan.
Di luar konteks perlu dan tidak perlu ini, ada satu hal lain yang layak dicermati.
Mata mungkin tidak akan serta merta bisa menyelamatkan Mata, baik kembali sebagai juara atau setidaknya masuk ke empat besar klasemen.
Mungkin saja kehadiran Mata menjadi awal perombakan tim, yang memang <link type="page"><caption> sangat perlu penyegaran</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/01/140122_mu_mancini.shtml" platform="highweb"/></link>, seperti disampaikan mantan manajer Manchester City, Roberto Mancini.









