Analisis: Kenyataan pahit untuk Moyes dan Manchester United

Sumber gambar, Getty
- Penulis, Phil McNulty
- Peranan, BBC Sport
David Moyes mengatakan hal-hal yang tepat dan menunjukkan wajah yang tegar, tapi ia tidak menipu siapa pun dengan menolak mengakhiri upaya Manchester United merebut gelar.
Tidak ada pembicaraan untuk berhenti atau membidik target yang kurang ambisius dari menyasar peringkat tertinggi dari manajer United dan Moyes terus menghadapi inisiasi yang sulit pasca mengambil alih kepemimpinan dari Sir Alex Ferguson.
Stamford Bridge adalah dimana semua itu berakhir. <link type="page"><caption> Kemenangan 3-1</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2014/01/140120_sepakbola_moses_tidakmenyerah.shtml" platform="highweb"/></link> Chelsea semakin memperlebar jarak antara MU dengan pemimpin Liga Primer Arsenal hingga 14 poin.
Moyes tidak akan pernah mengakui kekalahan, meski bukti sudah menggunung, tapi tidak akan ada gelar ke-21 untuk Manchester United musim ini dan pria Skotlandia itu menghadapi proyek besar untuk membangun kembali performa anak asuhnya.
Itulah sebabnya sekarang adalah saatnya untuk menyesuaikan target dan fokus untuk merebut empat besar di Liga Primer.

Sumber gambar, PA
Perlu kerja keras
United kalah dalam tujuh dari 22 pertandingan Liga Primer.
Singkatnya, Moyes harus bekerja keras di semua lini. Dan dengan waktu yang berlalu setiap pekan, keputusan Ferguson untuk mundur tahun lalu dianggap semakin tepat.
United masih punya Liga Champions meski mereka dianggap tidak berpeluang menang.
Tugas berikutnya adalah mencapai final Piala Capital One.
Harapan berikutnya adalah dengan mengontrak pemain-pemain yang tepat pada periode transfer Januari tapi Moyes tetap harus waspada.
Ia harus bijak membelanjakan uang dan menahan 'hasrat belanja' hingga musim panas agar bisa mendapat pemain yang akan tinggal untuk jangka panjang.
Moyes adalah seorang pejuang dan ia menginginkan tantangan-tantangan yang diberikan kepadanya. Ia tidak akan melempar handuk dalam upaya merebut gelar.
Dapatkah hal yang sama dikatakan untuk para pemain United?









