Marseille keluar, Arsenal hampir lolos

Arsenal hanya akan gagal masuk babak gugur di putaran 16 besar Liga Champions jika kalah dengan gol 3-0 saat menghadapi Napoli dalam laga terakhir babak grup nanti di Napoli, Italai.
Anak asuh Arsene Wenger itu menang mudah dari kubu Marseille yang terpuruk di dasar grup saat berlaga di Stadion Emirates, Rabu (27/11) dini hari WIB.
Mestinya Arsenal bisa langsung melenggang dnegan tiket ke babak 16 besar, jika saja Napoli bisa memetik angka dari laga melawan Borussia Dortmund. Malangnya, anak asuh Rafael Benitez itu ternyata kalah mengenaskan 3-1 dari Dortmund.
Kemenangan Arsenal diawali dengan tendangan Jack Wilshere ke gawang Marseille yang kemudian diulang lagi setelah istirahat turun minum hingga skor akhir menjadi 2-0.
Prestasi ini membuat klub asal kota London Utara itu kokoh berada<link type="page"><caption> di puncak Grup F</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2013/11/131107_klopp_arsenal.shtml" platform="highweb"/></link> dengan selisih tiga angka dari para pesaingnya, namun karena Dortmund berhasil mempecundangi Napoli di Jerman maka penentuan siapa yang lolos ke babak berikut masih harus mengikuti perkembangan hingga laga terakhir.
Meski demikian kemenangan ini, serta posisi yang juga <link type="page"><caption> berada di puncak klasemen</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2013/11/131108_arsenal_ligaprimer.shtml" platform="highweb"/></link> sementara Liga Primer Inggris, tidak membuat bos Arsene Wenger mengubah sikapnya.
Sejak awal ia selalu merendah dengan mengatakan Marseille adalah lawan yang tak akan diremehkan meski posisi Arsenal sudah hampir pasti lolos ke babak berikutnya.
"Situasinya rumit karena Anda boleh berpikir bahwa 'oke, cuma butuh tidak kalah terlalu banyaks aja' tetapi menurut saya salah kalau kami bersikap begitu.
"(Yang benar) adalah kami harus tanamkan di kepala untuk turun dan bertanding dengan cara positif supaya menang karena kalau kalah akan terlalu berat pertaruhannya," kata Wenger seperti dikutip kantor berita AP.
Sebaliknya kekalahan ini membuat riwayat Marseille di Liga Champions tahun ini tamat karena selalu kalah dari klub di Grup F.
Pelatih Elie Baup mengatakan sejak awal malapetaka yang diawali klubnya di ajang kompetisi klub-klub terbaik Eropa itu adalah hasil undian yang menempatkan klub asal Prancis selatan itu dalam grup neraka bersama raksasa seperti Arsenal, Dortmund dan napoli.
"Hal yang saya sesali... pertama dan paling utama adalah undiannya dengan tim-tim yang lebih bagus dari klub kami.
"Tapi sekali sudah keluar hasilnya, Anda harus siap temur dan menggunakan segala daya upaya," tambah Baup murung.









