PFA usulkan kuota minimal pemain muda

Asosiasi pemain sepak bola profesional Inggris, PFA, akan mengirim proposal ke federasi sepak bola Eropa, UEFA, agar lembaga ini mewajibkan setiap klub memakai setidaknya tiga pemain hasil didikan sendiri di tim utama.
Kuota pemain kembali masuk agenda setelah perusahaan Inggris BT Sport membayar £897 juta untuk mendapatkan hak menyiarkan pertandingan Liga Champions.
PFA khawatir penerimaan dari kesepakatan dengan BT Sport akan mendorong klub-klub memakai 'pemain asing yang sudah jadi', bukan pemain-pemain muda dalam negeri.
Catatan BBC menunjukkan jumlah pemain Inggris di bawah usia 21 tahun di Liga Inggris <link type="page"><caption> mencapai jumlah terendah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2013/10/131010_timnasinggris_asing.shtml" platform="highweb"/></link>.
Terbentur peraturan Uni Eropa
Tapi sistem kuota pemain dalam negeri tidak bisa diterapkan karena bertentangan dengan undang-undang Uni Eropa.
PFA berharap akan ada jalan tengah atau kompromi.
Misalnya, semua klub di Eropa wajib memasang minimal tiga pemain muda hasil pelatihan sendiri, bukan membeli dari klub lain, dan kewarganegaraan pemain muda ini bisa dari mana saja.
Klausul khusus soal kewarganegaraan pemain ini diharapkan menghindari potensi melanggar peraturan Uni Eropa.
Jumlah pemain muda yang masuk ke tim-tim papan atas Eropa terus mengalami penurunan dalam delapan tahun terakhir.
PFA juga mengatakan, untuk kasus di Inggris, pemain yang bergabung secara penuh ke klub pada usia 16 tahun biasanya tak lagi dipakai ketika menginjak usia 21 tahun.









